March 27

Review Film: POWER RANGERS (2017)



Bermodal tanpa ekspektasi berlebihan ketika mau nonton Power Rangers (2017), dan hal itu berakhir dengan rasa puas setelah keluar dari bioskop.

Iya, gue nonton trailernya yang menunjukkan kalau film ini mungkin akan busuk (seperti kata beberapa orang), tapi hal itu tetap enggak bisa mengurangi minat gue untuk nonton film yang gue tonton rutin setiap minggu sampai dengan gue lulus SMP dulu.

Mulai dari TV series Power Rangers yang ada di TV setiap hari Minggu, lalu Power Rangers Mighty Morphins The Movie, sampai dengan sewa VCD hanya untuk nonton Power Rangers Turbo, gue sudah melakukannya.

 

Mari bercerita sedikit tentang Power Rangers (2017).

 

Awalnya, gue sempat berpikir kalau film ini akan seperti film-film sebelumnya di mana Jason, Kimberly, Billy, Triny, dan Zack sudah menjadi orang terpilih begitu saja untuk menjadi Power Rangers. Kalau dari film Power Rangers sebelum-sebelumnya kan (hampir) semuanya selalu seperti itu ya. Ternyata gue salah besar.

Di film ini, ada cerita atau latar belakang setiap karakter, dan bagaimana akhirnya mereka bisa bertemu lalu terpilih menjadi Power Rangers. Dan hal itu buat gue sangat menyegarkan bayangan gue tentang Power Rangers.

Kalau dulu, gue langsung tahu kalau gimana pun caranya, siapa pun musuhnya, pasti musuhnya tahu-tahu kalah. Entah karena ada bala bantuan entah dari mana, atau karena  tahu-tahu Power Rangers punya rencana baru untuk menghancurkan musuhnya.

Di film ini, pemikiran gue yang seperti itu dihilangkan.

5 Anggota Power Rangers (2017)

Gue menikmati pengenalan setiap karakter, gue menikmati perjuangan yang harus mereka lakukan untuk menjadi Power Rangers, dan gue merasa baru kali ini gue merasa Power Rangers sangat berbeda dan menyenangkan.

Ya Allah itu rambutnya buat pengin acak-acak aja. <3




Ah iya!

Kalau sebelumnya kita cuma tahu kalau Zordon itu sebentuk kepala dalam tabung yang dihormati oleh Power Rangers, di film baru ini ada cerita tentang siapa itu Zordon.

Begitu juga dengan Rita Repulsa yang sebelumnya kita tahu selalu memakai topi dengan dua ujung lancip dan terlihat seperti nenek sihir jahat, yang suka menciptakan monster tanpa ada tujuan untuk apa selain untuk dihancurkan oleh Power Rangers berulang kali. Kali ini pun ada cerita tentang siapa itu Rita Repulsa.

 

Terlepas dari banyak hal yang mungkin untuk beberapa orang menjengkelkan, gue merasa Power Rangers (2017) ini adalah film yang sangat-sangat gue nikmati. Bukan hanya untuk mengenang masa kecil gue, tapi juga menyegarkan ingatan gue tentang Power Rangers.

 

Zack lucu.

Kimberly cantik.

Jason rambutnya ngegemesin (dan badannya bagus).

Trini dan Billy adalah karakter yang berbeda dari gambaran di Power Rangers sebelumnya. Dan itu lumayan menarik gue ketika melihat sisi lain Trini dan Billy.

 

Kalau ada yang mau bayarin gue nonton Power Rangers lagi, gue pasti gak akan mikir dua kali untuk bilang iya.