November 6

Ah… Kamu!

Dekat denganmu, itulah yang selalu aku mau

Meski ketika sudah berhadapan, aku hanya bisa berdiri kaku

Tak mampu mengucap sepatah pun kata

Tubuh sedikit bergetar seperti saat ada di kutub utara

Tapi tetap saja aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk dekat denganmu

 

Selalu melihatmu di setiap waktu, itu juga inginku

Tidak peduli kamu memang benar ada atau hanya ada dalam anganku

Karena tanpa hadirmu pun tetap saja mataku melihatmu

Seperti bayangan yang terasa nyata

Seperti angan karena aku sudah terlalu… cinta?

 

Dan kini…

Pilihan sedang ada dihadapkan padaku

Memilih untuk mendapatkan kesempatan dekat dan selalu melihatmu

Atau…

Sedikit menjauh hanya untuk kebaikan hatiku

 

Ah… kamu!

Ternyata masih terlalu hebat dalam mempengaruhi hidupku

March 18

Review Film Indonesia: LONDON LOVE STORY 2 (2017)

Sebelumnya, gue gak ada niat untuk nonton film ini di bioskop. Alasannya sederhana, bukan karena gue gak mau lihat Dimas Anggara, tapi lebih karena gue udah tahu akan seperti apa ceritanya nanti.

Ya. Gue tadinya mau aja gitu sabar nunggu di layanan streaming film (kayak iFlix, Mox, atau Hooq) baru nonton, tapi ternyata karena ada ajakan yang enggak bisa gue tolak, akhirnya malam Minggu itu gue nonton film London Love Story 2 di Margo Platinum (sekarang udah jadi Margo Platinum XXI), Margo City.

 

Film London Love Story 2 ini sendiri sebenarnya kelanjutan dari London Love Story. Udah tahu ya? Ya udah kali aja belum makanya gue kasih tahu.

Ceritanya masih antara Dave dan Caramel. Pemainnya pun masih Dimas Anggara sama Michelle Ziu. Udah tahu? Oke gapapa.

Di film London Love Story 2 ini ada karakter baru, Gilang. Diperankan sama Rizky Nazar. Jadi ini kayak kombinasi film Magic Hour gitu, Dimas Anggara, Rizky Nazar, sama Michelle Ziu. Udah tahu juga? Ya Allah terus gue harus ngasih tahu apaan kalau udah tahu semua?

Seperti yang sudah beredar di trailer filmnya, (videonya ada di instagram.com/herrommy lho, coba deh cek), di film ini, Dave sama Caramel akhirnya berantem. Alasannya, karena Dave punya cowok lain.

Eh bohong ding.

Alasannya, karena Dave tahu rahasia yang disembunyikan sama Caramel. Dave merasa sudah dikhianati oleh Caramel karena hal itu. Padahal Caramel udah mau ngasih tahu rahasia itu, cuma karena ini film, jadi ya harus ada berantem dulu gitu biar durasi lebih panjang dan kelihatan seru. *ditabok Dimas*

 

Ketika di postingan review film London Love Story gue bilang gini,

One more thing about Dave.

I think he’s almost be the bravest man on the earth cause he’s almost blame the girl when she left him.

ALMOST.”

Di film London love Story 2 ini, Dave benar-benar berani menyalahkan Caramel. NOW HE’S THE BRAVEST MAN ON THE EARTH. For a while.

 

By the way, sekalipun judulnya tetap London Love Story 2, kebanyakan set di film ini tuh ada di Swiss. Tapi gapapa lah. Gak usah dibahas kenapa filmnya enggak ganti judul jadi Swiss Love Story ya.

 

Cerita di London Love Story 2 ini sebenarnya sangat sederhana. Penyelesaian konfliknya pun buat gue terlalu singkat. Kalau dibandingkan sama penyampaian cerita London Love Story sebelumnya, gue lebih suka yang dulu dibanding yang ini.

 

Yang menolong banget di film ini, selain dari set-nya yang keren, buat gue sih, akting Dimas Anggara.

Terlepas dari gue suka banget sama dia, baru di film ini gue harus mengakui kalau ketika Dimas (Dave) nakal dan genit itu keren banget. Dimas benar-benar jadi cowok yang sangat-sangat menggemaskan di film ini.

There I admit it, Dimas.

 

Gue enggak mau bilang film ini bagus atau jelek banget, gue cuma bisa bilang film ini masih bisa dinikmati meski enggak terlalu memorable.

February 12

Review Film Indonesia: London Love Story (2016)

Gue baru nonton film ini minggu lalu. Bukan nonton film dari DVD bajakan, tapi gue nonton di handphone gue, dari iFlix. Kebetulan film London Love Story nongol terus di bagian film Indonesia yang (kata iFlix sih) harus ditonton.

Akhirnya tergoda lah gue untuk nonton film ini.

Padahal tadinya males banget sumpah lihat film ini. Alasannya jelas, karena di situ ada Dimas Anggara, dan gue gak mau baper karena nonton film dia. I love him that much till I have no idea what to says everytime I see him on movie, music video, or etc.

 

Oke. Hentikan curhatnya soal Dimas. Sekarang fokus bahas filmnya.

 

Awal dari film ini, gue cuma bisa bilang, “Lumayan okelah untuk pengenalan karakter di bagian awal karena udah ngasih tahu kemungkinan jalan ceritanya bakal gimana.”

Ditambah lagi, siapa sih yang enggak terhibur sama pemandangan yang ada di kota London? Iya, kan. Yang belum pernah ke sana sih pasti bahagia banget ketika lihat seperti apa itu London, yang kebetulan bukan cuma jadi judul, tapi juga jadi set utama film ini.

London Love Story ini ceritanya tentang Dave (Dimas Anggara) yang gagal move on setelah merasa menemukan cinta sejatinya saat dia sedang berlibur dan Caramel (Michelle Ziu) yang menghindar dari orang yang pernah membuatnya bahagia namun akhirnya malah membuatnya menjadi orang yang terluka karena sudah dihancurkan hatinya. Dan London menjadi tempat yang dipilih oleh mereka untuk melakukan pelarian.

Di London, Caramel berteman baik dengan Bima (Dion Wiyoko) yang kebetulan sangat menginginkan dirinya untuk menjadi kekasihnya. Sayangnya Caramel yang entah karena masih belum siap, belum move on, atau menganggap Bima terlalu baik hingga lebih nyaman dijadikan teman.

Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja, Dave bertemu dengan Adelle (Adila Fitri) yang mencoba untuk bunuh diri di London Bridge, akhirnya Dave harus direpotkan oleh Adelle yang tidak tahu harus tinggal di mana.

Dan ternyata itu semua bukanlah kebetulan. Karena Adelle adalah teman Bima, lalu juga menjadi teman Caramel setelah dikenalkan oleh Bima. Lalu, ternyata yang menjadi alasan mengapa Caramel tidak mau membuka hatinya untuk Bima adalah…

 

Kayaknya mending tonton langsung aja deh filmnya ya daripada gue cerita panjang lebar. Udah mulai rawan spoiler dan bisa menghilangkan kejutan yang enggak terlalu mengejutkan kalau lanjut diceritain.

 

Overall, film ini cukup asik dinikmati dan bisa buat penonton bertanya-tanya dan geregetan karena banyak banget yang sengaja disembunyikan dari awal lalu muncul di akhir ceritanya.

 

Cuma kalau boleh jujur… ada beberapa bagian dari film ini yang buat gue bingung juga kesel sedikit:

  1. Dave kerjanya apa sih di London? Kenapa dia punya mobil, apartemen, uang juga kelihatannya ada terus, tapi gak sedikit pun dibahas pekerjaannya apa? Gue bingung di situ.
  2. Kenapa lagi-lagi Dimas Anggara harus sekarat? Gue udah cukup males lihat dia sakit di film Magic Hour, terus di sini dia mau mati lagi? JANGAN GITU DONG, DIMS. KAN KITA BELUM KENALAN DAN NGOBROL LANGSUNG! (dih gitu)

 

Oh iya… One more thing about Dave.

I think he’s almost be the bravest man on the earth cause he’s almost blame the girl when she left him.

ALMOST.

 

Udah ah.

Yang pasti sekarang gue lagi nungguin film London Love Story 2 karena gue masih mau lihat film Dimas Anggara sukses dan ditonton banyak orang.

Ada yang gak sabar nunggu bulan Maret biar bisa nonton film itu juga?

October 2

Memories of You

It looks like a small thing

That’s what I’m ever thinking

Until I realize it’s everything

 

Your smile…

Your laugh…

It’s all I’m trying to remember

When I miss you

But can do nothing to meet you

 

Our talks…

Our texts…

It’s something that I don’t care

When I’m still with you

When I think I’m never gonna lose you

 

And now…

We can’t together anymore

 

So many thing ever happens between us

And I wasn’t appreciate it at all

Until you’re only part of my memories

And you become something I really miss

September 20

A Letter for B

Ingin rasanya mempertanyakan tentang semua

Tapi apa daya kamu masih ingin membuat semuanya berselimutkan rahasia

Seolah aku bukanlah orang yang pantas untuk kamu percaya

Seolah aku hanya akan membuatmu terluka jika harus mengetahuinya

 

Memaksamu bercerita? Aku tak bisa

Itu sama dengan menciptakan masalah baru

Mengingat emosimu tak pernah bisa diduga kapan datangnya

Mengingat mungkin memang ada alasan yang saat ini belum harus kuketahui itu apa

 

Inginku sederhana

Kamu katakan semua apa adanya

Bercerita jika memang ada apa-apa

Entah aku bisa membantu atau tidak

Setidaknya aku tahu, dan bisa memastikan

Kalau memang aku ingin selalu ada

Kalau memang aku belum memiliki alasan untuk pergi meninggalkanmu begitu saja

Kalau memang aku akan bertahan dan menerima seburuk apa pun masa lalu yang kamu sendiri tidak bisa terima

 

B…

Aku akan memanggilmu seperti itu

Mulai saat ini dan seterusnya

 

B…

Aku sudah jatuh cinta

Mulailah bercerita tentang siapa kamu sebenarnya

 

September 10

Mungkinkah Kamu…?

Aku tahu siapa yang kumau

Untuk ada dalam hidupku

Untuk selalu di sampingku

Untuk menghabiskan waktu bersamaku

Sedari dulu…

 

Pertemuan denganmu menggoyahkanku

Semua yang pernah kuinginkan…

Semua yang selalu kuharapkan…

Dari seorang yang lama aku tahu…

Ada di kamu…

 

Pelengkap yang bisa mengisi hidup…

Penyempurna yang bisa membuatku cukup…

Semuanya ada di kamu.

 

Dulu, hampir semuaku adalah dia…

Sekarang, semua berubah setelah hadirmu…

Mungkinkah kamu…?

September 7

Mempertanyakan Kita

Aku lupa apa yang mengawali kita bersama

Tapi aku ingat sejak awal aku sudah ada rasa

Yang membuatku ingin selalu dekat kamu

Meski sadar takkan ada kesempatan kita bersama

Meski tahu memaksakan kita sama dengan mempersiapkan diri untuk terluka

 

Kemungkinan untuk terjadinya sesuatu memang selalu ada

Tapi itu tidak akan berlaku untuk kita

Karena bukan hanya kecil peluang untuk kita berdua

Tapi memang itu sudah tidak lagi ada

 

 

Kita dekat

Kita sama-sama ada rasa

Tapi tak ada hubungan istimewa

 

Aku…

Mempertanyakan kita

July 23

Teruntuk Kamu yang Membuatku Jatuh Hati

aku menulis ini, ketika aku memikirkanmu”

Terlalu banyak yang kita lakukan berdua

Membuatku tak mudah begitu saja lupa

Karena yang kulakukan denganmu adalah bahagia.

 

Meski sering kutampik perasaan itu ketika kita bersama

Tapi harus kuakui, bahagia ketika denganmu selalu ada.

 

Saat kita jauh seperti ini, aku semakin menyadarinya

Jika bukan hanya aku dan waktuku yang berharga

Tapi waktumu yang mau selalu ada

Untuk kebersamaan kita juga.

 

Terimakasih sudah mau tetap ada

Terimakasih sudah mau bertahan

ketika hampir semua hal yang kumiliki menghilang

Terima kasih sudah membuatku berharga

ketika aku tak tahu lagi hidup ini apa gunanya.

 

Aku tak pernah ingin kehilangan kamu

Aku sayang kamu

Hatiku sudah menjatuhkan pilihanya padamu

Selamanya..

Kamu.

 

by: @Herrommy

June 17

Selamanya Kamu…

Dear Kamu,

Terpisah oleh jarak itu memang menyakitkan

Aku tahu.

Karena aku juga sama merasakan

Ketika rindu tanpa kepastian kapan bisa bertemu menjadi penghalang di antara aku dan kamu yang tidak ingin berjauhan…

 

Dear Kamu,

Berkomunikasi seadanya karena keadaan itu memang menyebalkan

Aku tahu.

Tapi itu harus kita lewati karena sedang dipaksa oleh kenyataan

Yang menginginkan waktu kita berdua bersama untuk berbagi cerita memiliki keterbatasan…

 

Yang kuinginkan selamanya menemani…

Yang kuharapkan selamanya kusayangi…

Yang tidak akan pernah tergantikan di hati…

Itu kamu.

Selamanya, kamu.

February 29

Kartu Kredit itu Ada Setannya…

Kata orang, kartu kredit itu ada setannya. Godaan untuk belanja atau beli ini-itu, selalu ada aja.

Gue yang sebelumnya enggak pernah punya atau pakai kartu kredit, awalnya gak percaya sama omongan orang itu.

Ya gimana, gue lebih percaya kalau seseorang mampu menahan hasrat dan nafsu sesatnya untuk belanja atau membeli yang tidak terlalu berguna, kartu kredit tidak akan mungkin terpakai sampai sebegitunya.

Hal lain yang mendasari hal itu adalah, gue selalu diajarkan untuk membeli sesuatu (seperti gadget) dengan bayar cash, langsung lunas, sama orangtua. Jadi enggak terpikir sama sekali di otak gue kalau kartu kredit itu memang ada setannya hanya karena akan memudahkan untuk cicil barang ini-itu yang kita perlukan.

 

Ternyata gue salah.

Kartu kredit memang ada setannya.

 

Gue cerita sedikit ya…

 

Akhir November atau Desember 2015 lalu, gue ditelepon oleh sales salah satu bank di Indonesia yang menawarkan kartu kredit.

Awalnya gue curiga kalau itu cuma iseng, atau penipuan saja.

Sampai akhirnya gue tanya, “Mbak yakin nih? Tabungan saya di bank mbak itu jarang banget diisi lho. Kok saya bisa jadi nasabah prioritas?”

Dia jawab, “Iya, pak. Kalau bapak gak percaya, bapak boleh deh cek isi hati saya. Sekarang isinya cuma hati bapak aja lho.”

Oke gue ngaku kalimat balasan sales itu cuma bercandaan aja.

 

Intinya, gue ditawarkan kartu kredit Mastercard, bebas biaya tahunan seumur hidup. SEUMUR HIDUP.

Entah berapa kali gue tanya hal itu sama si mbak karena gak percaya. Soalnya, kan ada sales yang bilang gratis seumur hidup, ternyata cuma gratis di tahun pertama, lalu tahun selanjutnya harus bayar sekian, atau baru bisa gratis setelah pembelanjaan di tahun sebelumnya mencapai angka sekian.

 

Kartu kredit. Gratis biaya tahunan seumur hidup. Langsung dapat kartunya 2 (1 bank konvensional, 1 bank syariah).

Siapa coba yang enggak tergoda?

Gue bahkan sampai membatin, “YA ALLAH, MBAK. KAMU KOK NGASIH GODAANNYA SAMA HEBATNYA KAYAK SENYUMAN DIMAS ANGGARA, SIH?”

Akhirnya gue mengiyakan apa kata mbak salesnya dan memberi data sesuai yang dia butuhkan.

 

1-2 bulan kemudian, gue dapat SMS kalau kartu kredit gue sudah dicoba dikirim ke rumah, tapi gagal, karena di rumah gak ada orang. Gue diminta menghubungi call center dan minta pengiriman ulang kartu. Sekitar 14 hari kerja katanya.

Dikirim ke rumah (di Bogor), butuh 14 hari kerja.

Kelamaan.

Akhirnya ada teman menyarankan kalau kartu kredit itu diambil di bank terdekat aja.

Gue telepon ke call center lagi, tanya harus bagaimana biar kartu bisa diambil di bank yang lebih dekat sama tempat tinggal gue sekarang di Depok. Lalu gue disarankan untuk datang ke bank, dan mengisi formulir pernyataan kalau gue akan mengambil kartu kredit gue di bank itu. Kurang dari seminggu, kartu kredit gue sudah sampai dan bisa diambil.

 

Sekarang sudah memasuki bulan kedua gue punya kartu kredit sendiri. Untunglah gue enggak tergoda jajan ini-itu terus. Meski kadang jadi lebih sering mikir, ih murah juga ya beli ini-itu, kan bayarnya bulan depan. *lalu setan kartu kredit ketawa*

 

Kartu kredit itu ada setannya mungkin benar. Tapi kalau mau, kamu bisa mengalahkan setan itu dengan bijak dan berpikir baik-baik sebelum menggunakannya.

Masa sih kamu mau membiarkan dirimu tergoda sama setan begitu aja? Yakin?

 

Sekian cerita soal kartu kredit pertama gue.

Next time mungkin ada cerita lainnya.