March 18

Review Film Indonesia: LONDON LOVE STORY 2 (2017)

Sebelumnya, gue gak ada niat untuk nonton film ini di bioskop. Alasannya sederhana, bukan karena gue gak mau lihat Dimas Anggara, tapi lebih karena gue udah tahu akan seperti apa ceritanya nanti.

Ya. Gue tadinya mau aja gitu sabar nunggu di layanan streaming film (kayak iFlix, Mox, atau Hooq) baru nonton, tapi ternyata karena ada ajakan yang enggak bisa gue tolak, akhirnya malam Minggu itu gue nonton film London Love Story 2 di Margo Platinum (sekarang udah jadi Margo Platinum XXI), Margo City.

 

Film London Love Story 2 ini sendiri sebenarnya kelanjutan dari London Love Story. Udah tahu ya? Ya udah kali aja belum makanya gue kasih tahu.

Ceritanya masih antara Dave dan Caramel. Pemainnya pun masih Dimas Anggara sama Michelle Ziu. Udah tahu? Oke gapapa.

Di film London Love Story 2 ini ada karakter baru, Gilang. Diperankan sama Rizky Nazar. Jadi ini kayak kombinasi film Magic Hour gitu, Dimas Anggara, Rizky Nazar, sama Michelle Ziu. Udah tahu juga? Ya Allah terus gue harus ngasih tahu apaan kalau udah tahu semua?

Seperti yang sudah beredar di trailer filmnya, (videonya ada di instagram.com/herrommy lho, coba deh cek), di film ini, Dave sama Caramel akhirnya berantem. Alasannya, karena Dave punya cowok lain.

Eh bohong ding.

Alasannya, karena Dave tahu rahasia yang disembunyikan sama Caramel. Dave merasa sudah dikhianati oleh Caramel karena hal itu. Padahal Caramel udah mau ngasih tahu rahasia itu, cuma karena ini film, jadi ya harus ada berantem dulu gitu biar durasi lebih panjang dan kelihatan seru. *ditabok Dimas*

 

Ketika di postingan review film London Love Story gue bilang gini,

One more thing about Dave.

I think he’s almost be the bravest man on the earth cause he’s almost blame the girl when she left him.

ALMOST.”

Di film London love Story 2 ini, Dave benar-benar berani menyalahkan Caramel. NOW HE’S THE BRAVEST MAN ON THE EARTH. For a while.

 

By the way, sekalipun judulnya tetap London Love Story 2, kebanyakan set di film ini tuh ada di Swiss. Tapi gapapa lah. Gak usah dibahas kenapa filmnya enggak ganti judul jadi Swiss Love Story ya.

 

Cerita di London Love Story 2 ini sebenarnya sangat sederhana. Penyelesaian konfliknya pun buat gue terlalu singkat. Kalau dibandingkan sama penyampaian cerita London Love Story sebelumnya, gue lebih suka yang dulu dibanding yang ini.

 

Yang menolong banget di film ini, selain dari set-nya yang keren, buat gue sih, akting Dimas Anggara.

Terlepas dari gue suka banget sama dia, baru di film ini gue harus mengakui kalau ketika Dimas (Dave) nakal dan genit itu keren banget. Dimas benar-benar jadi cowok yang sangat-sangat menggemaskan di film ini.

There I admit it, Dimas.

 

Gue enggak mau bilang film ini bagus atau jelek banget, gue cuma bisa bilang film ini masih bisa dinikmati meski enggak terlalu memorable.

February 12

Review Film Indonesia: London Love Story (2016)

Gue baru nonton film ini minggu lalu. Bukan nonton film dari DVD bajakan, tapi gue nonton di handphone gue, dari iFlix. Kebetulan film London Love Story nongol terus di bagian film Indonesia yang (kata iFlix sih) harus ditonton.

Akhirnya tergoda lah gue untuk nonton film ini.

Padahal tadinya males banget sumpah lihat film ini. Alasannya jelas, karena di situ ada Dimas Anggara, dan gue gak mau baper karena nonton film dia. I love him that much till I have no idea what to says everytime I see him on movie, music video, or etc.

 

Oke. Hentikan curhatnya soal Dimas. Sekarang fokus bahas filmnya.

 

Awal dari film ini, gue cuma bisa bilang, “Lumayan okelah untuk pengenalan karakter di bagian awal karena udah ngasih tahu kemungkinan jalan ceritanya bakal gimana.”

Ditambah lagi, siapa sih yang enggak terhibur sama pemandangan yang ada di kota London? Iya, kan. Yang belum pernah ke sana sih pasti bahagia banget ketika lihat seperti apa itu London, yang kebetulan bukan cuma jadi judul, tapi juga jadi set utama film ini.

London Love Story ini ceritanya tentang Dave (Dimas Anggara) yang gagal move on setelah merasa menemukan cinta sejatinya saat dia sedang berlibur dan Caramel (Michelle Ziu) yang menghindar dari orang yang pernah membuatnya bahagia namun akhirnya malah membuatnya menjadi orang yang terluka karena sudah dihancurkan hatinya. Dan London menjadi tempat yang dipilih oleh mereka untuk melakukan pelarian.

Di London, Caramel berteman baik dengan Bima (Dion Wiyoko) yang kebetulan sangat menginginkan dirinya untuk menjadi kekasihnya. Sayangnya Caramel yang entah karena masih belum siap, belum move on, atau menganggap Bima terlalu baik hingga lebih nyaman dijadikan teman.

Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja, Dave bertemu dengan Adelle (Adila Fitri) yang mencoba untuk bunuh diri di London Bridge, akhirnya Dave harus direpotkan oleh Adelle yang tidak tahu harus tinggal di mana.

Dan ternyata itu semua bukanlah kebetulan. Karena Adelle adalah teman Bima, lalu juga menjadi teman Caramel setelah dikenalkan oleh Bima. Lalu, ternyata yang menjadi alasan mengapa Caramel tidak mau membuka hatinya untuk Bima adalah…

 

Kayaknya mending tonton langsung aja deh filmnya ya daripada gue cerita panjang lebar. Udah mulai rawan spoiler dan bisa menghilangkan kejutan yang enggak terlalu mengejutkan kalau lanjut diceritain.

 

Overall, film ini cukup asik dinikmati dan bisa buat penonton bertanya-tanya dan geregetan karena banyak banget yang sengaja disembunyikan dari awal lalu muncul di akhir ceritanya.

 

Cuma kalau boleh jujur… ada beberapa bagian dari film ini yang buat gue bingung juga kesel sedikit:

  1. Dave kerjanya apa sih di London? Kenapa dia punya mobil, apartemen, uang juga kelihatannya ada terus, tapi gak sedikit pun dibahas pekerjaannya apa? Gue bingung di situ.
  2. Kenapa lagi-lagi Dimas Anggara harus sekarat? Gue udah cukup males lihat dia sakit di film Magic Hour, terus di sini dia mau mati lagi? JANGAN GITU DONG, DIMS. KAN KITA BELUM KENALAN DAN NGOBROL LANGSUNG! (dih gitu)

 

Oh iya… One more thing about Dave.

I think he’s almost be the bravest man on the earth cause he’s almost blame the girl when she left him.

ALMOST.

 

Udah ah.

Yang pasti sekarang gue lagi nungguin film London Love Story 2 karena gue masih mau lihat film Dimas Anggara sukses dan ditonton banyak orang.

Ada yang gak sabar nunggu bulan Maret biar bisa nonton film itu juga?