April 26

Movie Review: Max Steel (2016)

Sepertinya gue pernah nonton trailernya, dan pernah berpikir (juga berkomentar) kalau film ini pasti bakalan mirip sama Tron Legacy. Mengingat “kostum”nya, gue memang langsung teringat dengan Tron. Terlebih dengan lampu yang ada di kostum itu, putih dan merah. Persis seperti yang ada di  film Tron Legacy.

Gue juga pernah berpikir ini akan jadi film sejenis Power Ranger, di mana nanti karakter utamanya berubah lalu mendadak berkostum.Tapi karena dia sendirian aja, mungkin namanya Power Ranger Alone  atau Alone Power Ranger? Ranger Dengan Tenaga Kesendirian. Ranger Jomblo. Pas juga sih. Soalnya karakter utama di film ini memang jomblo yang sudah terbiasa dengan kesendirian, karena cuma punya ibu, dan mereka terlalu sering pindah dari satu kota ke kota lain.


 

Kalau biasanya ketika nonton film sejenis ini, di mana ada yang berkostum keren kayak Power Rangers, Tron Legacy, atau The Avengers dkk kayak gitu gue pasti melek terus sepanjang film karena terlalu bahagia menanti seperti apa si jagoan akan beraksi, ketika nonton Max Steel ini, gue lumayan ngantuk.

Entah karena gue belum tidur, atau gue udah terlalu lama enggak ditidurin, yang pasti gue enggak terlalu bersemangat seperti biasanya. Mungkin juga itu karena karakter utamanya, Max, enggak seperti mereka yang biasa buat gue betah ngelihat dan maksain diri buat melek terus. Bisa jadi.

 

Max Steel ini bercerita tentang cowok yang balik lagi ke tempat kelahirannya setelah sekian belas tahun pindah-pindah enggak menentu. Tempat di mana ayah Max meninggal karena kecelakaan di salah satu laboratorium yang dikelola olehnya.

Kembalinya Max ke kota itu memicu bangunnya Steel, salah satu robot alien yang berisiknya minta ampun. Ketika Max masih belum tahu mengenai apa yang sebenarnya dia mampu lakukan, Max menganggap berbagai kejadian hanyalah sebuah keanehan. Sampai akhirnya, dia bertemu dengan Steel, yang sedikit demi sedikit memberitahukan apa saja yang mungkin dilakukan Max dengan kekuatannya itu.

Kenapa Steel memberikan informasi soal kekuatan Max sedikit demi sedikit? Jelas aja supaya durasi lebih panjang. #eh

Steel ngasih tahu informasi secara terbatas karena memang ingatan dia juga belum sepenuhnya pulih. Jadi Steel cuma bisa mengandalkan cuplikan demi cuplikan memori yang datang seiring waktu. Karena semakin lama dia dekat dengan Max, semakin dia sadar jika ada benih-benih asmara tumbuh di antara keduanya. #astaga #kokgini

 

Terlepas dari jalan cerita yang sepertinya terlalu dipaksakan untuk menjadi misteri dan kejutan, padahal ya udah hampir bisa ditebak kalau memperhatikan cerita baik-baik dari awal, film ini masih lumayan bisa diterima meskipun endingnya hanya seperti itu saja, dan cerita puncaknya juga cuma kayak gitu doang.