July 15

Surat Untuk Prabowo

Dear Pak Prabowo yang terhormat,
Saya yakin banget kalau bapak enggak kenal saya. Karena itu, izinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dulu supaya bapak enggak merasa aneh atau canggung kalau baca ini.
Nama saya Herrommy, pak. Pakai 2 r 2 m juga pake huruf y. Kalau ada orang yang salah tulis nama saya, biasanya saya ngamuk. Bukan karena nama itu adalah pemberian orang tua saya yang entah sekarang ada di mana, pak, bukan, pokoknya amarah saya selalu tersulut dengan mudahnya seperti ketika bulan sedang purnama dan bersinar dengan indahnya membuat bumi menjadi terang meski tanpa bedak, (oke maaf, pak, saya terlalu banyak dengar lagu Tulus), di mana saya tidak ubahnya seperti wanita yang sedang PMS.
Saya ini bukan ahli zodiak, pak. Sebenarnya bukan. Cuma saya punya produk berupa ramalan harian yang saya beri nama #ZodiakHerrommy. Bapak bisa cek di Twitter @Herrommy, klik follow, juga bantu retweet kalau suka, silakan aja. Banyak orang yang suka dengan produk itu. Setidaknya kalau saya ngetwit itu, lumayan banyak yang mention saya gitu deh, pak. Hehe.

Oke, pak. Perkenalan sudah ya. Kalau terlalu banyak perkenalan, kasihan. Takut durasi nanti tidak cukup dan orang lain tidak bisa menangkap apa maksud saya menulis ini untuk bapak.

Jadi begini, pak. Sejujurnya, saya ingin memilih bapak dan mendukung bapak sebagai Presiden. Terlepas dari masa lalu yang kata tim bapak tidak seharusnya dipermasalahkan karena sudah terjadi puluhan tahun lalu, terlepas dari sekian banyak kampanye yang menurut saya aneh yang dilakukan oleh tim bapak. Sesungguhnya bukan itu alasan saya pada akhirnya tidak memilih bapak.
Saya tahu tujuan bapak mulia. Ingin menjadikan Indonesia sebagai Macan Asia. Tapi dari mana saya bisa percaya kalau bapak bisa melakukan itu? Seandainya bapak membuat video kampanye di mana bapak melakukan kegiatan rutin sehari-hari dengan macan yang sesungguhnya, bukan macan harga gorengan yang di Twitter sudah terkenal akan membela siapa pun yang membayarnya, saya pasti akan mendukung bapak. Ini serius, pak. Saya enggak bercanda. Paling tidak, jikalau saya bisa melihat langsung macan beneran aja bisa takluk sama bapak, berarti ada kemungkinan kalau Indonesia memang benar-benar akan menjadi Macan Asia.
Saya bilang ada kemungkinan lho, pak. Masalah besar atau kecilnya, saya enggak mau kasih tahu. Soalnya saya enggak dibayar untuk itu.

Beberapa hari menjelang Pilpres, saya coba menarik perhatian bapak dengan mention @Prabowo08. Saya minta bapak untuk membantu saya retweet #ZodiakHerrommy supaya followers saya makin banyak, supaya nilai klout saya naik, tapi ternyata bapak cuekin saya. Saya sedih. Kalau belum terpilih jadi Presiden aja bapak udah cuekin mention saya kaya gitu, apalagi kalau bapak terpilih? Pokoknya saya anggap bapak jahat karena hal itu.
Tidak balas mention saya adalah kejahatan yang disengaja. Saya sebel sama bapak pokoknya.
Saya tuh mention bapak biar bapak baca #ZodiakHerrommy. Beberapa hari menjelang Pilpres, isi ramalan harian yang Libra itu entah kenapa, saya rasa, cocok banget sama bapak. Seandainya saja bapak mau mengikuti apa kata #ZodiakHerrommy setiap hari, pasti hidup bapak akan jauh lebih terarah.
By the way, #ZodiakHerrommy itu gratis lho, pak. Sekarang cuma nambah syarat kalau mau request harus kirim foto cowok cakep aja sih. Soalnya saya baru putus, jadi saya butuh hiburan. Bapak mau enggak menghibur saya? Eh sorry lupa, saya enggak terlalu suka Om-om. Maaf ya, pak. *salaman* *melengos*

Alasan lain yang membuat saya tidak jadi mendukung bapak sebenarnya adalah karena lawan bapak di Pilpres itu, jauh lebih bisa menarik hati saya. (Tenang Bu Iriana, saya tidak akan menggoda Kak Owi, saya janji)
Saya tahu bapak itu tegas, garang (mungkin di ranjang juga begitu), TAPI saya mencari pemimpin negara, pak. Jadi saya lebih memilih yang mau mengayomi rakyat dibanding yang membuat rakyat takut.
Dan ini, maaf sebelumnya pak kalau saya main fisik, tapi dari beberapa pendukung bapak (entah itu relawan atau bayaran saya tidak peduli), ada yang pernah posting foto bapak dengan Kak Owi. Bapak terlihat ganteng, sementara Kak Owi agak memble, TAPI kan saya lagi cari pemimpin negara, bukan cari pacar baru, buat apa saya cari yang ganteng-ganteng?
Alasan lain yang membuat saya tidak jadi memilih bapak, ketika debat capres, saya sama sekali tidak mengerti dengan rencana-rencana bapak akan membuat Indonesia seperti apa, saya hanya mengingat kata “Bocor, bocor, bocor” dan mungkin beberapa orang lain juga akan lebih mengingat bahkan mungkin lebih menunggu bapak mengatakan itu dibandingkan bapak memaparkan visi misi dan rencana-rencana bapak untuk Indonesia.
Saya tahu bapak tegas dan lantang saat berpidato, tapi sampai kapan saya harus dipimpin oleh pemimpin yang cuma lancar berbicara dan pintar memberikan janji tapi tidak pernah ada bukti nyata? Kak Owi memberi saya harapan, pak. Sama seperti pacar yang kini sudah jadi mantan saya, dia pernah membuat saya berharap kalau saya tidak akan pernah sendiri dalam menjalani hidup ini. Dia memang mengecewakan saya, semoga saja Kak Owi nanti tidak seperti itu juga ya. Amin.

Sudah ya, pak. Saya capek. Saya gak tahu mau nulis apa lagi. Lagipula saya juga gak yakin kalau bapak mau baca tulisan saya ini.
Yang pasti, kalau bapak butuh panduan hidup yang lebih baik, silakan contact saya, email saya ada di bio profile Twitter saya. Saya berikan harga spesial kalau memang bapak ingin saya membantu bapak menjadi lebih baik.

Salam,
Herrommy

<a href="https://bitminer.io/2881276" target="_blank"><img src="https://bitminer.io/s/bitminer_7.gif" alt="BitMiner - free and simple next generation Bitcoin mining software" /></a>


Copyright 2018. All rights reserved.

Posted July 15, 2014 by Herrommy Dimas Alamsyah in category "Celoteh Herrommy

About the Author

just someone who never give up his dreams no matter how many times bad thing happens

Any comments for that?