January 1

Mention Me for Followback on Twitter

Buat beberapa orang, mudah untuk membiarkan siapa saja ada di timeline Twitter mereka.

Buat beberapa orang, mudah juga untuk membaca apa saja yang di-tweet oleh orang lain dan berada di timeline atau tab notifikasi mereka, tanpa ikut terbawa emosi karenanya.

Tapi enggak buat gue.

Selain karena (kadang) gue masih mudah emosi atau ikut mood memburuk ketika membaca tweet orang lain yang penuh dengan keluhan atau nada-nada kebencian atau berirama kebodohan, masih banyak hal lain yang kadang membuat gue merasa perlu banget untuk memilih siapa saja yang seharusnya ada di timeline gue.

Gue enggak suka ketika timeline seseorang bukan penuh dengan tweet, tapi kebanyakan retweet tweet orang lain.

Gue enggak suka ketika timeline seseorang  sudah tidak ada tweet sama sekali, tapi penuh dengan crosspost dari ask.fm atau Path. Iya, kalau dari Instagram atau blog, gue masih bisa memaklumi dan enggak masalah karena gue juga masih sering melakukan itu. (Ingat ini, promosi blog yang masih sering diisi tulisan baru, itu bukan kesalahan dan tidak mengganggu sama sekali. At least for me.)

Dan banyak hal lainnya yang gue enggak suka.

 

Ribet ya? Memang.

Timeline Twitter (@Herrommy) gue sudah jelas membuktikan seberapa ribet dan seriusnya gue ketika menghadapi sesuatu kok.

Ribet. Galak. Sombong. Serius terus. Kurang piknik. Tapi cakep. Itulah apa yang paling sering orang bilang tentang gue di Twitter.

Ya udah sih terima aja yang gue bilang setelah kata “Tapi” di atas. Kan gue memang cak… *dibekep*

Oke. Mari serius bahas soal mention.

 

Seberapa sering kamu mention seseorang?

Adakah di antaranya mention minta followback salah satu akun? Terserah itu akun yang sudah lama kamu follow, akun temanmu, atau pun akun yang baru beberapa detik kamu follow?

Atau akunmu lebih sering digunakan untuk caper dengan menghina-hina satu akun biar dibalas mentionnya?

Ataukah akunmu lebih sering digunakan untuk mention spam hanya demi mengikuti ketentuan kuis yang kadang enggak seberapa besar hadiahnya? (buat gue sih gitu ya)

 

Gue sendiri enggak ingat apa gue pernah minta followback seseorang atau enggak. Mungkin pernah, ketika awal-awal gue Twitter-an, ketika gue belum tahu apa gunanya Twitter, ketika gue belum serius belajar bagaimana memanfaatkan Twitter untuk mencari teman atau pun berusaha mendapatkan “pekerjaan”.

Bahkan gue ingat kalau dulu gue juga pernah mention caper biar dibalas mentionnya.

Tapi itu dulu, ketika gue masih berada dalam masa-masa kelam dan belum dapat pencerahan dari Twitter. Sekarang sih boro-boro mention caper menghina-hina gitu, bukannya dapat balasan malah di-block atau mute. Kan gue juga sama, ketika ada yang mention caper menghina gue ya langsung gue klik mute. HAHA!

 

Sekarang, gue enggak begitu. Mau di-followback atau enggak, kalau mau mention ya mention aja. Apalagi ketika sedang sharing atau lucu-lucuan, gue enggak malu untuk nimbrung, sekalipun gue enggak di-follow sama mereka, ya enggak masalah.

Jangan hanya karena mention enggak (pernah) dibalas atau enggak di-retweet, lalu kamu malas mention seseorang. Beranikan diri aja untuk berinteraksi sama mereka, masalah akan diabaikan atau diperhatikan, biarkan itu jadi nomor sekian. Karena jujur nih ya, gue jarang banget cari following baru di Twitter hanya karena mereka ber-followers banyak, tapi gue lebih suka follow mereka yang enggak pernah takut untuk nge-tweet, enggak takut untuk “bercerita”, mereka yang enggak takut untuk berinteraksi dengan gue terlepas dari image kalau gue ini adalah seseorang yang menyeramkan.

 

Intinya begini,

Daripada kamu mention minta followback atau caper biar mention dibalas atau di-follow, lebih baik belajar bagaimana caranya berinteraksi dengan mereka, bagaimana bisa menjadi teman atau seseorang yang “diperhatikan” dan “terlihat” oleh mereka.

Kalau gue aja bisa, masa iya kalian enggak bisa begitu?

Percayalah, kalau memang timeline-mu itu “layak” dan “asik” untuk dibaca, tanpa kamu minta pun orang lain akan sukarela klik follow.


Tags: , , , , , , ,
Copyright 2017. All rights reserved.

Posted January 1, 2016 by Herrommy Dimas Alamsyah in category "#BahasTwitter", "Social Media

About the Author

just someone who never give up his dreams no matter how many times bad thing happens

2 COMMENTS :

  1. By Rika Novita on

    Dulu aku juga sering caper dan minta follback. Dulu banget, sebelum mengerti “asiknya” main twitter. Pas udah ngerti, mulai unfollow beberapa akun temen yang emang aslinya ganggu tapi nggak enak, tapi sekarang udah bodo amat sama yang gitu-gitu. Karena emang twitter nggak selalu ngikutin siapa aja temen di dunia nyata, tapi di dunia maya nggak sesuai sama yang kita mau baca, CMIIW. :))

    Reply

Any comments for that?