December 24

Mengucapkan Selamat Natal itu HARAM(?)

Gitu ya?

Gue sendiri enggak terlalu peduli dengan haram atau halal, sih. Jadi kalau memang mau mengucapkan Selamat Natal, ya gue mengucapkan aja. Bukan masalah untuk gue sekalipun beda agama, atau dilarang oleh “para petinggi agama” juga. Karena buat gue, dosa atau enggak ketika melakukan itu, semuanya sudah ada catatannya sendiri, semua akan ada pertanggungjawabannya sendiri. Jadilah karena gue percaya Tuhan, dan gue percaya kalau agama itu hubungannya langsung sama Tuhan, maka gue hanya memilih “nurut” sama peraturan buatan manusia yang “asik” aja.

Gue enggak mau menjadi orang yang fanatik terhadap agama gue hingga menganggap agama gue adalah yang terbaik dan terbenar.

Gue enggak mau menjadi mereka yang berpikir jika berbeda agama berarti berbeda Tuhan dan itu berarti boleh jika enggak saling menghargai satu sama lain.

Gue enggak mau menjadi bagian dari “orang bodoh” yang terlalu menjunjung tinggi dan membuat masalah hanya karena perbedaan persepsi dari apa yang ada di kitab suci.

Gue mau hidup gue bahagia, menjalani perbedaan yang ada tanpa menganggap itu sebagai salah satu masalah yang membuat gue lupa kalau gue saat ini tinggal di lingkungan manusia (yang katanya derajatnya paling tinggi di antara mahluk ciptaan Tuhan lainnya).

 

Iya, gue enggak tahu kegiatan dalam perayaan hari Natal itu apa saja.

Iya, gue enggak pernah merasakan kehangatan ketika Natal itu bagaimana.

Iya, gue enggak pernah pakai aksesoris Natal apa-apa karena memang enggak ada yang beliin itu buat gue.

Tapi itu bukan berarti gue merasa wajib melarang atau mengharamkan diri sendiri jika mengucapkan Selamat Natal ke mereka yang merayakan, sih.

Gue bahkan masih belum mengerti di bagian mana dari mengucapkan “Selamat Natal” atau memakai aksesoris untuk merayakan Natal menjadi masalah hingga diharamkan oleh beberapa orang. Gue tahu agama gue apa, dan gue juga tahu kalau mengucapkan “Selamat Natal” atau memakai aksesoris Natal-an itu enggak akan membuat gue otomatis kafir atau berpindah agama. Jadi masalahnya di mana?

Gue pernah pacaran beda jenis kelamin, beda agama juga, tapi itu enggak membuat gue sampai pindah agama, tuh? Bahkan sampai ciuman bibir dan lain-lain juga enggak sampai buat gue merasa berdosa, apalagi sampai pindah agama. Gue malah tahunya itu enak aja. #ehmaaf

 

Ya sudahlah ya.

Buat gue, mau mengucapkan Selamat Natal atau enggak, itu semua terserah kita, semua kembali ke kita percaya sama yang mana. Dan karena gue percaya sama Tuhan, dan gue tahu belum dengar langsung larangan dari Dia kalau hal itu haram dan tidak harus dilakukan, buat gue mengucapkan “Selamat Natal” itu enggak haram sama sekali.

 

Kalau menurut kamu, gimana?

 

Anyway, Selamat Hari Natal untuk kamu yang merayakan.

 

Salam,

– Herrommy –


Tags: , ,
Copyright 2017. All rights reserved.

Posted December 24, 2015 by Herrommy Dimas Alamsyah in category "Celoteh Herrommy

About the Author

just someone who never give up his dreams no matter how many times bad thing happens

2 COMMENTS :

  1. By Sarlita Tamara on

    Aku besar di keluarga multiagama, jadi ga pernah permasalahin hal remeh gitu. Lebaran, natal, tahun baru, idul adha, paskah, semua dirayain bareng. Dan yaaa, kadang yang buat agama jadi malesin dan ribet itu karena manusia (dan aturan yang dibuat) oleh pemeluknya sendiri. Aku selalu suka natal, hangat rasanya. Apalagi pernak pernik rusa dan santa itu lucu banget❤. Mereka yang fanatik terlalu nyaman hidup dalam kotak dan menutup mata pada kenyataan bahwa keragaman itu indah.

    Reply
    1. By Herrommy Dimas Alamsyah (Post author) on

      Iya banget.
      Gue sendiri sekarang udah memilih untuk enggak terlalu peduli dan mengaitkan banyak hal yang mau gue lakukan dengan agama. kalau masih begitu, mungkin gue enggak akan bisa menjadi orang yang terbuka dan menerima perbedaan seperti sekarang.

      Reply

Any comments for that?