June 11

Jangan Terlalu Sok Akrab Saat Ada Panggilan Interview Kerja

Ketika ada tawaran dari orang yang gue kenal untuk mengisi salah satu lowongan kerja yang kebetulan ada di tempat mereka, gue enggak bisa begitu aja semena-mena dan sok akrab karena merasa sudah mengenal si pemberi kerja.
Gue pasti memilih untuk tetap melamar kerja formal seperti ketika gue enggak mengenal siapa-siapa dari perusahaan yang gue kirimkan lamaran pekerjaan.

Apa yang akan gue lakukan ketika gue tahu kontak si pemberi kerja, tapi tidak mengenal yang bersangkutan?
Gue akan menggunakan kalimat formal ketika bertanya mengenai apa pun seputar lamaran pekerjaan itu.
Sekalipun gue bisa whatsapp yang bersangkutan, gue enggak akan ngajak chat seperti ketika gue ngobrol sama teman, gebetan, atau bahkan pacar. Gue pasti menghindari panggilan kayak “Kakak” atau “Saudara”.
Entah ini cuma terjadi dalam pikiran gue atau enggak, gue gak bisa memastikan, tapi hal itu bisa membuat gue berpikir, “Jadi yang ngelamar kerja ini Adik atau saudara gue ya?”

Okay. Itu masih sopan. Tapi ketika sudah melingkupi soal pekerjaan, kita enggak kenal, gak usah pakai kata itu untuk memanggil orang yang mau interview kamu. Akan jauh lebih baik kalau kamu memanggil yang mau interview kamu itu Bapak atau Ibu, jauh lebih formal dalam lingkup pekerjaan. Pengecualian berlaku ketika mereka dengan sengaja meminta untuk menggunakan nama panggilan yang lain karena merasa terlalu muda atau seumuran. Karena itu sah dan norma ketika kita memanggil orang lain yang lebih muda dengan panggilan Bapak atau Ibu di lingkungan kerja, terlebih jika kamu tahu posisi mereka di perusahaan atau tempat itu berbeda levelnya dengan kamu.
Dan jangan salah ya, bahkan ada yang jabatannya sebagai Bos, tapi tetap memanggil karyawan yang level jabatannya ada di bawahnya, yang jauh lebih muda juga, dengan panggilan Bapak atau Ibu.

Biasakan aja lah menempatkan diri dan tahu diri dengan siapa kamu saat ini.
Kamu sedang membutuhkan pekerjaan, ada panggilan dari perusahaan yang mungkin akan memberikanmu pekerjaan, maka bersikaplah profesional. Kalau memang nantinya perusahaan kamu memang berjalan dengan casual, dan para bos atau orang yang jabatannya lebih tinggi dari kamu gak mau dipanggil bapak atau ibu, barulah kamu menyesuaikan dengan panggilan yang mereka mau.
Tapi ingat, selalu tahu diri dengan apa posisimu.

Gue sendiri memutuskan untuk menulis ini karena kemarin pernah dengan sengaja mencantumkan kontak pribadi ketika ingin memanggil calon karyawan, dan kurang lebih seperti itulah yang mereka lakukan.

Jadilah gue merasa harus memberikan tips yang mungkin akan memperbesar peluang mereka mendapatkan pekerjaan yang mereka harapkan. Sekalipun enggak semua perusahaan mencari karyawan seperti kriteria yang gue tetapkan, tapi sepertinya itu masih bisa disesuaikan untuk mereka yang bingung harus melakukan apa ketika ada panggilan interview kerja.
If you want to have a better jobs, at least show them that you’re capable to do it. You can start it from how you should act and know how you should call them.



Copyright 2017. All rights reserved.

Posted June 11, 2017 by Herrommy Dimas Alamsyah in category "Catatan Kecil

About the Author

just someone who never give up his dreams no matter how many times bad thing happens

Any comments for that?