April 18

Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua, Gue Pilih Anies – Sandi.


Iya.

Gue mau menegaskan kalau yang akan jadi pilihan gue di Pilkada DKI Putaran 2 tanggal 19 April 2017 ini adalah Anies – Sandi.

 

 

Mungkin gue akan lantang buat ngomong kayak gitu kalau gue dapat brief di mana ada keharusan gue mendukung salah satu pasangan calon, tapi sayangnya gue belum mau dibayar untuk masalah politik (gak ada yang mau bayar juga tepatnya wkwkwkwkk). Tapi gue bersyukur, karena hal itu bisa membuat gue bebas berpendapat mengenai siapa yang harus jadi pilihan gue, tanpa harus repot memberikan penjelasan panjang lebar atau menghilang dari peredaran social media karena ada bully dan tekanan dari pendukung fanatik salah satu pasangan calon.

Seandainya satu-satunya pilihan yang ada di Pilkada DKI Jakarta Putaran 2 tahun 2017 ini adalah Anies – Sandi, mungkin gue akan memilih mereka. Sumpah. Karena gak ada pilihan lain, apa lagi coba yang harus dipilih? Mau golput, rugi. Nanti gak dapat jajan diskon pas mampir ke mall. WKWKWKWKKWKK.

Tapi sayangnya, ada pilihan selain mereka, masih ada Ahok – Djarot yang bisa untuk dijadikan sebagai pilihan utama. Kenapa gue sebut pilihan utama? Gampang aja lah. Selama sekian tahun tinggal di Jakarta, gue baru merasakan perubahan yang sangat berarti ketika masa (Jokowi dan) Ahok ini. Sebelumnya ya mau siapa aja yang jadi Gubernur, tetap aja DKI Jakarta cuma bisa pasrah ketika ada banjir dan sekian banyak masalah lainnya.

Jujur aja ya. Gue lumayan sirik lho sama orang yang berKTP DKI Jakarta. Mereka berkesempatan untuk memiliki Gubernur seperti Ahok, yang selalu berusaha untuk mencari solusi secepat mungkin apa pun itu masalahnya tanpa peduli dengan banyak hal lain. Gue punya Gubernur dengan nama panggilan “AH” juga, tapi kalau ada masalah lebih suka menyalahkan warga dan meminta warga untuk pasrah berdoa kepada Allah. Iya, gubernur gue, AH yang bukan Ahok, lebih suka menyerahkan semua hal seolah itu memang sudah harus terjadi, tanpa ada sedikit pun mencoba untuk mencari solusi dari setiap masalahnya. Padahal sama-sama Gubernur. SAD BINGGOW YESS!

 

Balik lagi bahas Jakarta.

Ahok kalau ngomong kasar? Gak tahu sopan santun? Mungkin. Tapi buat gue, selama semua itu beralasan, selama semua itu bertujuan untuk kebaikan, maka itu bukan masalah yang harus dibesar-besarkan. Gue bahkan lebih mendukung Ahok tetap menjadi dirinya sendiri seperti sekarang, paling enggak, itu udah menunjukkan kalau dia enggak perlu baik sama mereka yang enggak baik, Ahok enggak perlu menjadi sok baik hanya untuk membuat orang lain menjadi simpatik, bahkan Ahok gak perlu menjilat banyak kalangan hanya untuk menunjukkan seberapa dirinya ingin berpihak kepada rakyat.

Memang banyak hal yang bisa menunjukkan Ahok enggak adil sama rakyat kecil. Bahkan, bisa dibilang penggusuran sana-sini itu dilakukan hanya karena Ahok tidak peduli sama rakyat kecil.

Gak salah sih kalau berpendapat kayak gitu.

Cuma, yang jadi masalah adalah, apa iya Ahok kayak gitu hanya karena ingin memenangkan ego dia sendiri karena sedang berkuasa? Setahu gue ya, memang harus ada yang dikorbankan kalau memang menginginkan sebuah perubahan.

Jakarta mau mengurangi banjir di semua titik rawan banjir? Harus ada yang dikorbankan. Gak mungkin dengan terus membiarkan Jakarta seperti sebelum-sebelumnya di mana di bantaran kali aja ada banyak rumah dan kebanyakan dari mereka buang sampahnya sembarangan. Ada yang salah dari pendapat barusan?

Setahu gue, hampir semua hal yang dilakukan oleh Ahok itu untuk perubahan baik Jakarta. Terlepas dari kontroversi dan pemutarbalikan fakta atau banyak hal lainnya, gue masih lebih percaya kalau bukan Ahok yang jadi Gubernur, mungkin Jakarta enggak akan seperti sekarang.

Terlepas dari Pilkada DKI Jakarta yang rusuh gila, kamu yang tinggal di Jakarta mungkin bisa mengakui kalau saat ini Jakarta sedang ada di tahap pembangunan terbaik. Di mana semua rencana bukan hanya menjadi sebatas wacana, tapi juga menjadi sesuatu yang memang bisa diharapkan untuk menjadi nyata.

 

Singkatnya, gue cuma mau bilang ini aja.

“Warga Jakarta, kalian sudah dapat Gubernur yang mau bekerja sedemikian baiknya. Apa perlu kalian mengganti pemimpin kalian sekarang juga? Kalian masih mau bereksperimen dan coba-coba?”

“Mungkin Anies – Sandi memang mampu memberikan banyak janji yang terlihat sangat merakyat, tapi apa bukti kalau pemimpin kalian saat ini sudah sangat merakyat masih kurang hingga kalian tidak lagi memberikannya kesempatan untuk melanjutkan dia memimpin Jakarta?”

 

Gue pilih Anies – Sandi di Pilkada DKI Jakarta 2017, seandainya bukan Ahok – Djarot yang menjadi lawannya.

 

Gue pilih Ahok – Djarot.


Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
Copyright 2017. All rights reserved.

Posted April 18, 2017 by Herrommy Dimas Alamsyah in category "Celoteh Herrommy

About the Author

just someone who never give up his dreams no matter how many times bad thing happens

Any comments for that?