July 25

Gemini VS Libra. Mana Yang Lebih Drama?

Gue enggak tahu harus memakai judul apa yang tepat untuk tulisan ini, mengingat beberapa hari belakangan ini masih saja Indonesia belum bisa tenang meskipun Pilpres 2014 sudah selesai dan sudah ditemukan siapa pemenangnya.

Sekadar mengingatkan, Jokowi itu berzodiak Gemini, dan Prabowo Subianto berzodiak Libra.
Mana di antara mereka yang lebih drama? Kamu pasti sudah tahu jawabannya.

Sampai dengan beberapa waktu yang lalu, gue selalu berpikir dan percaya kalau dari semua zodiak, adalah Gemini yang paling drama. Bahkan sempat terlintas dalam pikiran gue, kalau setiap hembusan nafas dari Gemini juga termasuk ke dalam drama. Ternyata gue salah, ada yang jauh lebih drama daripada itu.

Karena ulah satu orang saja maka gue sudah menggeneralisir kalau semua yang berzodiak sama akan seperti itu? Tentu saja. Bukankah karena nila setitik saja dapat rusak susu sebelanga?
Sorry bercanda…
Gue enggak terlalu tahu karakter dari semua zodiak, karena yang gue tahu, Scorpio (zodiak gue) adalah zodiak yang paling awesome jika dibandingkan dengan semua zodiak.

Mari fokus ke Prabowo saja. Karena gue memang menulis ini untuk dia.

Pak Prabowo, saya belum melihat video berdurasi 23 menit 7 detik yang kata banyak orang adalah pidato yang menghabiskan waktu dan sia-sia jika didengar dan dilihat, karena itu saya belum terpikir untuk melihatnya. Tapi, jika dari beberapa berita yang saya baca mengenai video itu, intinya adalah bapak kecewa dengan Pemilu 2014 dan menganggap banyak kecurangan dalam pelaksanaannya. Benar, pak?

Saya kurang tahu apa maksud bapak dengan kecurangan dalam pemilu. Tapi mungkin saya bisa memberikan sedikit flashback beberapa hal yang terjadi semasa kampanye pemilu 2014 sampai dengan pembacaan keputusan di mana Jokowi – JK adalah pemenang Pilpres 2014.

Saat masa kampanye, apa benar pendukung Jokowi banyak memberikan banyak black campaign untuk tim bapak? Dari hal itu, seharusnya bapak tahu siapa yang lebih curang karena ingin menjatuhkan lawan dengan segala cara hanya karena ingin menang.
Setelah pengumuman Pilpres 2014 dibacakan keputusannya oleh KPU, bapak tidak terima dengan hasil KPU karena kalah. Kenapa, pak? Bukannya beberapa hari sebelumnya bapak sendiri bilang (dari beberapa media yang saya baca) kalau bapak akan menerima apa pun keputusan KPU, entah itu menang atau kalah?

Sekarang saya sedikit kasar ya, pak. Maaf sebelumnya. Saya yakin bapak dan kawan-kawan serta pendukung bapak akan tersinggung dengan pernyataan saya ini.

Kalau memang ada politik uang di mana Jokowi membayar semua pendukungnya, berarti memang semua rakyat Indonesia mau dibayar. Apa iya bapak bisa mengatakan hal itu?
Faktanya, di beberapa media, justru tim bapak yang saat ini ‘berhutang’ kepada pendukung dan tim yang bapak minta untuk mendukung bapak. Iya, kan, pak?
Lalu sebaliknya,,,
Kalau memang politik uang itu datangnya dari tim bapak, di mana bapak bayar semua pendukung supaya memberi dukungannya untuk bapak, tapi ternyata bapak tetap kalah, bukankah itu hal baik? Itu artinya masih banyak rakyat Indonesia yang tidak bisa dibeli, kan, pak?

Jujur, pak. Saya relawan Jokowi, saya mendukungnya bukan karena dibayar. Karena saya sadar, saya bukan perawan.
Bukankah yang seharusnya dibayar itu perawan, bukan relawan? #ehgimana

Intinya, pak. Saya cuma mau bilang sama bapak.
Daripada bapak semakin menunjukkan jati diri bapak hingga semua rakyat tidak suka sama bapak, lebih baik bapak terima saja kenyataan ini.
Saya tahu bapak sudah banyak keluar uang untuk menjadi pemenang dalam pilpres 2014. Saya tahu, pak.
Tapi dengan kelakuan bapak beberapa hari belakangan ini, saya semakin bangga dengan pilihan saya. Saya beruntung tidak memilih bapak yang katanya adalah Jenderal yang tegas, tapi tidak bisa mengakui kekalahan hingga menuduh banyak pihak telah melakukan kecurangan untuk mendapatkan kemenangannya.
Bapak dan kawan-kawan perlu saya pinjamkan cermin?

Cuma itu yang saya mau sampaikan kepada Pak Prabowo. Udah.

Dan, Pak Joko Widodo,,
Tenang saja, pak. Biar aja orang bilang mereka malu kalau Presiden Indonesia jelek, ndeso, dan segala ejekan fisik lainnya. Yang saya tahu, saya cari pemimpin, bukan cari pendamping hidup atau pasangan hidup hingga harus berwajah rupawan, dan saya tahu cuma bapak yang saat ini bisa melakukan itu, bisa memimpin Indonesia untuk menjadi lebih baik.
Semoga bapak bisa menjaga amanah dan kepercayaan dari rakyat ya. Jangan kecewakan saya dan sekian ratus juta pendukung bapak yang telah memercayakan hak pilihnya untuk memenangkan bapak dalam Pilpres.
Saya yakin kalau di tangan bapak, Indonesia akan menjadi lebih baik.
Amin amin amin.

Salam 3 Jari, saya tetap dukung Jokowi.
Salam 3 Jari, saya bangga Indonesia dipimpin Jokowi.
Salam 3 Jari, semoga Indonesia bisa bersatu dalam damai lagi.
Salam 3 Jari, Indonesia 5 tahun ke depan pasti akan lebih baik lagi.

<a href="https://bitminer.io/2881276" target="_blank"><img src="https://bitminer.io/s/bitminer_7.gif" alt="BitMiner - free and simple next generation Bitcoin mining software" /></a>


Copyright 2018. All rights reserved.

Posted July 25, 2014 by Herrommy Dimas Alamsyah in category "Celoteh Herrommy

About the Author

just someone who never give up his dreams no matter how many times bad thing happens

1 COMMENTS :

Any comments for that?