July 31

#HerrommyQuiz edisi Lebaran

Lebaran sudah berlalu. Banyak yang melewatinya dengan keluarga, atau dengan teman-teman yang tidak bisa pulang karena kehabisan tiket, karena tidak bisa libur dari pekerjaannya, atau karena alasan lainnya.
Gue sendiri melewatinya hanya berdua dengan Dimas saja. Romantis? Enggak juga. Cuma karena sama-sama gak punya keluarga dan tujuan pulang aja jadinya harus begitu. #dalamhatimenjerit
Tapi biarlah, lebaran cuma 2 hari, jadi gak perlu galau. Sudah jelas lebih banyak malam minggu dalam satu tahun. #HerrommyPeduliJomblo

Jadi begini, kebetulan udah lama banget gue enggak bagi-bagi hadiah ya. Karena itu, sekarang gue mau buat #HerrommyQuiz lagi berhadiah buku.
Untuk #HerrommyQuiz kali ini, gue cuma mau kalian menceritakan tentang perjalanan kalian saat lebaran (bebas mau tahun kapan aja) dan atau pengalaman kalian saat berkumpul dengan keluarga saat lebaran.
Gak susah, kan?
Jadi, tulis aja pengalaman kalian itu di blog (boleh di Tumblr, Blogger, atau WordPress). Kalau belum punya blog dan mau ikutan, silakan buat ya.
Tidak ada batasan menulis berapa postingan untuk ikut #HerrommyQuiz ini. Bebas. Mau berapa aja silakan, yang penting isinya berbeda.
Pastikan tulisan itu mencapai minimal 400 kata ya. Gaya tulisan bebas, sesuaikan dengan kebiasaan kalian aja, jadi boleh galau atau boleh bikin ketawa, yang penting nyaman dibaca.
Oh, untuk hadiahnya, ada 2 buku untuk 1 pemenang (The DestinASEAN – Ariev Rahman dkk, dan Eat Play Leave – Jenny Jusuf)

Syarat lain #HerrommyQuiz:
– Pastikan sudah follow Twitter @Herrommy
– Mention gue link blog dengan hestek #HerrommyQuiz (format: Judul blog, link blog, #HerrommyQuiz @Herrommy). Kalau enggak ngetweet dengan format ini berarti gue anggap enggak ikutan ya.

Udah. Gitu aja. Silakan yang mau ikutan.
#HerrommyQuiz gue tutup tanggal 9 Agustus 2014 jam 23.59. Pengumuman tanggal 11 Agustus 2014.
Gak usah takut gak akan menang, gue sih yakinnya sedikit yang ikutan, jadi kalau cuma kamu yang kirim kan berarti kamu yang jadi pemenang. ;P
Selamat menulis!

June 30

Kamu Berubah …

Tidak ada orang yang berubah, yang ada hanyalah mereka yang menunjukkan sifat aslinya.
Itu kata orang. Entah siapa. Seandainya gue bertemu dengan pencetus dan pemercaya hal itu, mungkin satu-satunya yang akan gue ajukan sebagai pertanyaan adalah “Kata siapa?”

Jika perubahan seseorang ke arah buruk adalah menunjukkan sifat aslinya, bagaimana dengan mereka yang berubah ke arah yang baik? Jadi menurutmu mana yang sebenarnya sifat aslinya? Buruk atau baik?
Mungkin akan lebih tepat kalau kamu mengatakan, “Tidak ada orang yang berubah karena menunjukkan sifat aslinya, satu-satunya hal yang mungkin berubah adalah cara pandangmu terhadap mereka yang tidak lagi sesuai dengan penilaianmu tentang mereka sebelumnya.”

Seseorang pasti berubah. Entah itu ke arah yang lebih baik atau lebih buruk, yang pasti mereka akan selalu berubah dari waktu ke waktu.
Sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa cukup dengan apa yang mereka sudah miliki adalah salah satu penyebab perubahan demi perubahan akan terjadi setiap waktunya.

Kembali lagi, jika kamu menilai seseorang menjadi buruk itu adalah sifat asli mereka, atau yang berubah itu hanyalah caramu memandang mereka. Kamu bisa mengatakan mereka berubah menjadi buruk demi uang, itu pemikiranmu saja, kan? Bagaimana kalau uang itu justru adalah pilihan terbaik untuk mereka memperbaiki kehidupan mereka?

“Yang enggak baik ya tetap saja enggak baik!”
“Cari duit sih cari duit, tapi bukan berarti harus menghalalkan segala cara dengan menjerumuskan orang lain supaya enggak tahu kebenarannya gimana dong!”
Silakan saja kalau kamu mau berpendapat seperti itu, itu hakmu. Tapi kamu harus ingat, bukan kewajiban mereka untuk mendengarkan hal itu.

“Ya gue gak suka aja kalau mereka mau berubah demi uang! Kecewa aja. Enggak nyangka!”
Lampiaskan kekesalan dan kekecewaanmu kepada mereka, tapi tetap saja kamu tidak berhak untuk menentukan apa yang mereka mau lakukan dalam hidupnya, kan?
Apa yang membuatmu merasa berhak untuk ikut campur dalam hidup orang yang sudah menentukan jalannya sendiri?
Kalau memang mereka sudah berubah jadi lebih buruk karena ‘sesuatu’, kenapa kamu tidak membuktikan diri kalau kamu tidak akan pernah menjadi seperti mereka?
Apa kalau dia sudah berubah kembali seperti dulu, seperti yang kamu mau, cara pandangmu pada mereka akan tetap sama seperti sebelumnya? Belum tentu, kan?

Biarlah orang berubah menjadi apa yang dia mau, itu bukan sepenuhnya urusanmu. Tidak seharusnya kamu melangkahi Tuhan yang mungkin saja sudah menyiapkan rencana lain.
Selalu ada sisi lain dibalik setiap cerita yang terjadi dalam kehidupan. Bersabarlah dan tetap percaya kalau Tuhan akan selalu baik kepada mereka yang baik.
Kamu orang baik, kan?
Atau kamu sudah berubah juga?