February 19

Beberapa Alasan Gue Suka Naik Uber…

Awalnya, gue gak terlalu peduli dengan orang-orang ketika mereka protes dengan larangan Uber beredar di Jakarta. Alasannya sederhana, gue bisa pakai itu aja enggak, kenapa harus ikut berisik? Ditambah lagi, dulu Uber itu wajib mendaftarkan CC (Credit Card), sementara gue isi tabungan aja sering kosong. #Sad
Belum lama ini, Uber memberikan kemudahan untuk mereka yang tidak memiliki kartu kredit jika ingin menggunakan layanannya, dengan menambahkan opsi pembayaran menggunakan Debit Mandiri, dan cash.

Gue akan bahas penggunaan Uber dengan Debit Mandiri aja, karena belum pernah bayar cash ketika menggunakan Uber.

Satu hal yang pasti, kalau mau menggunakan Uber, kamu harus download aplikasinya dulu di handphone-mu. Bisa cari di App Store atau Playstore.
Setelah itu, kamu cukup registrasi, isi aja datamu lengkap dulu. Saat udah di bagian pembayaran, untuk kamu yang punya kartu Debit Mandiri, cukup masukin aja 16 digit nomornya yang ada di kartu. Nanti ada verifikasi dengan saldo di rekening Mandiri-mu dipotong 15rb, lalu akan dikembalikan lagi beberapa saat kemudian. Verifikasinya GRATIS!

Yang asik dari Uber ini, kamu bisa cobain dulu sekali jalan dengan mereka, GRATIS!
Caranya? Untuk yang baru daftar Uber, nanti saat sudah berhasil register, langsung buka aplikasinya aja, terus nanti ada fitur “promotions” atau promosi, kamu bisa masukin kode HERROMMYDUE, nanti otomatis dapat credits 75rb yang bisa kamu gunakan untuk perjalanan pertama kamu.
Btw, 75rb itu cukup untuk perjalanan lumayan jauh, bisa lah untuk perjalanan dari Jakarta (Selatan) menuju Depok. Soalnya, tarif Uber ini rata-rata lebih murah daripada taksi, bahkan ketika macet.
Apa sih enaknya menggunakan Uber dibanding kendaraan umum lainnya?
Banyak sih.
1. Kita seperti naik mobil sendiri, lalu diantar supir pribadi.
2. Dalam sehari, kita bisa ganti mobil beberapa kali, tanpa orang harus tahu kalau itu bukan mobil milik kita sendiri.
3. Tarif hampir pasti lebih hemat dibanding naik taksi, karena kamu bisa lihat dari awal seandainya tarif berubah jadi hampir 2x dari tarif biasa. Pastikan kamu cek fare estimate atau perkiraan biaya yang ada setelah kamu isi data di mana kamu akan dijemput dan ke mana kamu akan diantar, sebelum kamu klik request Uber.
4. Kalau kamu memang mau jalan-jalan tanpa tahu tujuannya ke mana, naik Uber juga bisa lho begitu. Kemarin gue dijelasin sama supir Uber, katanya kalau memang belum yakin ke mana, bisa request Uber tanpa harus isi alamat tujuan, nanti setelah mobil datang, puas jalan-jalan, barulah isi alamat tujuan ke mana kamu ingin diturunkan. “Argo” Uber ini dimulai ketika kamu sudah masuk ke dalam mobil, beberapa supir akan bilang, “Saya mulai ya” ketika kita sudah masuk ke dalam mobil.
5. Kita bisa dapat saldo 75rb untuk perjalanan pertama dengan syarat memasukkan kode voucher HERROMMYDUE di promotions.

 

Untuk kamu yang enggak punya kartu debit mandiri dan enggak punya kartu kredit, sekarang juga bisa pakai voucher HERROMMYDUE dan dapat trip gratis pertama kali.

Syaratnya sama, download aja aplikasi uber, lalu nanti register, kamu bisa pilih yang cash dan memasukkan HERROMMYDUE di bagian coupon untuk trip gratis pertama kali senilai 75rb.
Sekian dulu cerita soal Uber-nya.
Next time kalau ada cerita menarik, gue akan share lagi pengalaman gue soal Uber.
Jangan lupa pakai HERROMMYDUE kalau kamu baru daftar Uber ya, lumayan lho bisa uji coba menggunakan Uber gratis saat pertama kali.

February 4

Mau Tahu Info Seputar BNI? #AskBNI aja

Malu bertanya sesat di jalan. Kebanyakan nanya berarti kurang kerjaan. #eh

Suka enggak suka, ada banyak orang yang memilih untuk berasumsi dan mengarang bebas untuk sesuatu yang bisa dicari tahu informasi sebenarnya bagaimana. Tidak peduli itu hanya mengantarkan mereka pada pikiran buruk atau negatif (kebanyakan), tetap saja mereka memilih untuk berdiam diri daripada bertanya dan mencari kebenarannya. Ketika ditanya kenapa enggak bertanya sebelum ngomong aneh apa-apa, jawabannya singkat, “Malu”, “Males”, “Karena aku lebih suka kita berteman kayak gini aja, aku udah anggap kamu kayak saudara aku.”

Oke maafkan.

Buat beberapa orang, bertanya itu mudah.

Mulai dari pertanyaan, “Kamu masih kuliah atau udah kerja?”, “Kamu sudah punya pacar belum?”, “Kamu mau enggak jadi pacar aku?”, sampai dengan pertanyaan, “Kamu mau enggak kita dekat tapi cuma sebagai adik kakak?” itu mudah untuk ditanyakan secara langsung oleh beberapa orang.

Beberapa lainnya bukan hanya tidak berani bertanya seperti itu hingga harus meminta bantuan temannya atau orang lain yang mengenalnya, tapi kadang mereka memilih untuk menyimpan semua pertanyaan itu hingga mereka terbebani oleh pikiran dan rasa penasaran yang menghantui karena ingin tahu tapi malu, ingin tahu tapi malu, ingin tah….

Oke stop.

 

Bertanya itu bukan kesalahan. Bahkan itu jauh lebih baik daripada kita membuat jawaban tidak jelas karena pikiran kita dihantui oleh rasa penasaran namun takut untuk mengutarakan. Selain itu, bertanya juga bisa membuat kita lega karena, paling tidak, kita tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Mau bertanya berarti enggak akan sesat di jalan, enggak akan kebanyakan pikiran karena terlalu penasaran juga.

 

 

Anyway, saat ini kan banyak banget yang mainan social media. Ada yang tujuannya untuk menambah teman, menambah koleksi mantan, ada juga yang untuk menambah relasi dan mencari informasi-informasi terbaru. Setiap orang menggunakannya untuk keperluan dan kepentingan berbeda. Kalau kamu yang mana?

 

Jadi, Twitter BNI 46 ( http://www.twitter.com/BNI46 ) memanfaatkan fitur baru Twitter #Hashtag untuk mempermudah memberikan informasi seputar BNI. (btw, fitur ini dijawab oleh sistem, jadi semua jawaban seperti menggunakan template saja)

Namanya #AskBNI. Fitur ini bisa dimanfaatkan oleh para (calon) nasabah BNI untuk bertanya mengenai banyak hal mulai dari informasi seputar perbankan yang meliputi cara pembukaan rekening baru, informasi kartu hilang, untuk blokir kartu hilang, sampai dengan promo-promo yang sedang berlaku di BNI.

Cukup follow akun Twitter @BNI46 saja, nanti kamu akan dapat “Pesan Selamat Datang” serta informasi bagaimana cara menggunakan #AskBNI.

Untuk beberapa hal seperti mencari informasi dasar, #AskBNI ini membantu. Sangat membantu. Yang disayangkan adalah, ketika kita ingin bertanya sesuatu kepada Customer Service BNI 46 di Twitter itu melalui DM (Direct Message), sering kali pesan itu tidak mendapatkan jawaban apa-apa. Entah karena terlalu banyak yang bertanya melalui DM, atau karena fitur #Hashtag Twitter itu membuat pesan kita “tidak terbaca” atau terlewat oleh Customer Service (karena jawaban sudah lebih dulu dikirim oleh template otomatis), atau memang admin Twitter BNI46 itu harus dimention langsung dulu baru tahu kalau ada DM yang harus dia balas. Gue kurang tahu deh kalau masalah teknisnya dari mereka bagaimana.

 

 

Untuk saat ini, #AskBNI sudah bisa memberikan informasi untuk #Promo mulai dari #Entertainment, #Fashion, #Health, #Hotel, #Travel, #eCommerce, #Groceries, #RBT, #DebitOnline, #Watches, #Installment, #Education, #CGVBlitz, #Resto, #7Eleven, #Overseas, #Pancious, #ToysKingdom, #BelanjaOnline, #BNIJavaJazz, #Pertamina, #LotteMart, #GarudaIndonesia, #KPR, #Imlek, dan #TrioLestari.

Selain itu, #AskBNI juga bisa digunakan untuk mencari tahu informasi seputar #KartuHilang, #KartuTertelan, #BukuHilang, #DebitOnline, #Taplus, #TarifATM, #Passport, #BlokirATM, #TaplusMuda, #ChelseaFC, #TaplusBisnis, #PINKartuKredit, #DebitCard, #Simpel, #BayarKKBankLain, #ApplyCreditCard, #BNISingapore, #BNINewYork, #BNILondon, #BNITokyo, #BNIHongkong, #BNIPusat, #TokenPLN, #WeekendBankingJKT, #WeekendBankingBDG, #WeekendBankingCRB, #WeekendBankingMDN, #WeekendBankingPDG, #WeekendBankingPLG, #WeekendBankingSMG, #WeekendBankingSBY, #WeekendBanking YGY, #WeekendBankingMKS, #WeekendBankingBALI, #WeekendBankingBJM, #WeekendBankingPAPUA, #InternetBanking, #DaftarSMSBanking, #TarifSMSBanking, #IsiTapCash, #KirimSaldoTapcash, #UpdateSaldoTapCash, #PINKartuATMTerblokir, #GantiKartuATM, #DaftarRekeningTujuan, #Emerald, #eBranch, #Blogging #Tabunganku, dan #KUR.

Informasi yang ada lumayan membantu, memudahkan, dan mempercepat dibandingkan kita browsing sendiri informasinya sih. Cuma ya gitu, kalau kita lagi ada perlu mendadak banget untuk langsung “ngobrol” sama Customer Service, fitur #AskBNI ini masih kurang membantu, bahkan bisa membuat pertanyaan-pertanyaan kita hanya dijawab oleh “mesin penjawab otomatis”, bukan jawaban yang kita butuhkan.

Kalau BNI bisa mengimbangi antara fitur otomatis dari Twitter dan juga bantuan langsung dari Customer Service (yang bukan “robot”) untuk menjawab pertanyaan yang ada via DM, mungkin akan jauh lebih baik lagi.

January 31

Testimoni Gue Soal Lenovo Livo S90

Gue ingat banget kalau dulu, sebelum gue akhirnya beli Lenovo Livo S90, gue bingung mau beli hape apa. Rencananya cuma beli hape 1-2jutaan aja, buat kerjaan karena iPhone 4 gue udah sering gak bisa diajak “kerjasama” lagi ketika sedang sangat dibutuhkan.

Sampai di tokonya, gue kembali tergoda oleh iPhone 6 dan iPhone 6+. Tapi karena budget gue masih belum sesuai untuk beli itu, gue batalkan rencana untuk ambil iPhone baru. Gak lucu, kan, kalau rencana beli hape 1-2 juta berubah menjadi iPhone 6 series yang paling enggak kita harus keluar uang hampir 10 juta?

 

“Kalau mau yang ini aja, mas. Baru masuk banget di toko kita,” kata salesnya ketika menawarkan Lenovo S90.

Body mirip iPhone 6. Persis. Cuma harganya lebih murah setengahnya.

 

Gue coba pegang-pegang hapenya.

Hapenya enggak nolak meski tahu gue sama dia bukan muhrim, mungkin karena gue cakep, atau mungkin karena hape itu sadar di sana lagi gak ada FPI dkk.

Karena udah capek berkali-kali datang ke sekian toko tapi gak dapat-dapat juga yang gue mau, akhirnya gue memutuskan untuk beli Lenovo s90 itu.

 

Gue enggak berharap banyak sih.

Jangankan sama performanya nanti gimana, ngecek kamera depan belakangnya berapa MP aja gue enggak.

 

Hampir sebulan pakai Lenovo S90, gue masih jarang banget pakai kameranya, selain untuk selfie yang ternyata buat gue jadi cakep banget. Subhanallah banget hasilnya. Hahaha. (foto bisa dicek di Twitter @Herrommy atau instagram.com/zodiakherrommy)

Gue enggak yakin awalnya kalau hasil foto Lenovo S90 itu bagus. Karena di layar hapenya, itu kadang enggak terlihat jelas.

Ternyata gue salah. Hasil foto Lenovo S90 itu ternyata jauh lebih bagus dari iPhone 4 gue. Bukan cuma lebih tajam, tapi juga lebih enak dilihat hasilnya dibanding ketika belum klik foto atau masih di layar.

Gak nyangka.

Gue suka sama hasil fotonya. Bahkan sampai sekarang gue masih kagum dengan semua hasil foto dari Lenovo S90 itu.

Mau bilang kalau foto itu bukan tergantung sama kameranya, tapi tergantung sama orang di belakangnya, tapi nanti gue disangka sok jago foto. Hahaha.

Tapi serius deh, ternyata jauh lebih enak kalau foto sesuatu saat kita sudah punya “cerita” atau bayangan sendiri sebelumnya.

Bukan cuma asik saat diposting di social media kayak instagram atau Twitter, tapi saat kita melihat lagi foto itu.

 

Saran gue, kalau memang mau cari hape budget 3jutaan, yang kamera dan hasil fotonya bagus, coba deh lirik-lirik dan colek Lenovo S90 itu.

Selama hampir setahun gue pakai, untuk pemakaian normal aja (seperti social media dan foto-foto), hape ini gue rekomendasiin banget.

 

Untuk foto dan spesifikasi lengkap Lenovo S90 ini, silakan cek gsmarena dkk aja ya.

 

Btw, ini bukan endorse atau buzz ya. Cuma testimoni pribadi dari pengguna aja.

January 11

Karena Bersyukur itu Perlu

Banyak orang lupa untuk bersyukur dengan apa yang sudah mereka miliki dan dapatkan selama ini. Kebanyakan dari mereka lebih fokus untuk mengeluhkan apa yang mereka tahu dan anggap sebagai kekurangan, tanpa peduli lagi kalau ada banyak hal lain yang bisa mereka anggap sebagai kelebihan.

Mengeluh adalah salah satu hal paling mudah yang dilakukan oleh semua orang. Mengeluhkan uang yang mereka miliki, mengeluhkan penghasilan yang mereka dapatkan, mengeluhkan tentang banyaknya pekerjaan yang harus mereka selesaikan, mengeluhkan tidak memiliki pasangan, mengeluhkan tidak memiliki keluarga atau orang yang menyayangi mereka, dan masih banyak lagi yang bisa dan biasa dikeluhkan. Suka tidak suka, sadar tidak sadar, masih banyak dari kita yang melakukannya bukan hanya hampir setiap hari, tapi juga hampir setiap waktu, seolah semua tidak ada satu pun kebaikan yang kita dapatkan saat ini. Apa iya?

 

Gue enggak percaya kalau seseorang akan selalu mendapatkan kesulitan demi kesulitan dalam kehidupannya.

Gue enggak percaya kalau penderitaan seseorang tidak akan pernah berakhir sepanjang hidupnya.

Gue enggak percaya kalau seseorang memiliki masalah yang sangat pelik hingga tidak akan pernah ada solusinya.

Tapi gue percaya kalau kesulitan tidak akan pernah berakhir selama kita hanya mengeluhkan keadaannya saja.

Tapi gue percaya kalau seseorang bisa merasa sangat menderita, apalagi jika dia terus mengeluh dan hanya mau tahu bagaimana cara membuat dramanya dipercaya oleh banyak orang hingga dia dikasihani.

Tapi gue percaya kalau memilih untuk mempersulit keadaan dengan menambah apa yang sebelumnya tidak ada menjadi seolah ada, atau menambah masalah baru karena tidak mau mencari satu per satu solusinya adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi.

 

Mau tahu cara gue bersyukur dengan keadaan yang ada saat ini bagaimana?

Mudah.

Gue cukup membandingkan diri gue yang saat ini dengan diri gue yang kemarin. Kalau ada perbaikan (meski tidak terlalu signifikan), itu artinya gue tidak memiliki alasan untuk tidak bersyukur. Kalau tidak ada perbaikan, atau malah mengalami penurunan, itu bukan berarti gue harus mengeluhkan keadaan, tapi itu artinya gue harus mencari cara supaya hal itu tidak lagi terulang di waktu-waktu yang akan datang.

Kenapa gue memilih membandingkan diri gue saat ini dengan gue yang kemarin?

Karena membandingkan dengan orang lain yang lebih “tinggi” dan lebih “baik” tidak selalu memotivasi, tapi juga bisa menumbuhkan rasa sirik di hati.

Karena membandingkan dengan orang lain yang tidak lebih dari kita, kurang beruntung dari kita, tidak selalu membuat kita sadar kalau kita harus bersyukur dengan keadaan, tapi juga bisa membuat kita tergoda untuk (selalu) merendahkan.

Itu memang tidak selalu berlaku untuk banyak orang, tapi itu paling berhasil untuk gue. Membuat gue selalu ingin menampar diri sendiri ketika tanpa sadar mengeluhkan sesuatu yang seharusnya tidak gue keluhkan.

 

Mari jadikan mengeluh sebagai salah satu khilaf, yang tidak terlalu sering dilakukan, apalagi dengan unsur kesengajaan. Mungkin itu akan membuat hidup kita sedikit lebih tenang dan tidak terlalu memiliki beban.

Mari terus bersyukur dengan apa yang kita punya atau dapatkan setiap harinya, karena itu adalah satu-satunya cara untuk membuat kita semakin disayang dan diperhatikan Tuhan.

January 9

Manfaat Selalu Sedia Tisu di Samping Tempat Tidur

Entah kenapa gue merasa menyediakan tisu di samping tempat tidur itu perlu.

Sama halnya seperti menyediakan di ruang makan, ruang tamu, dan banyak tempat lainnya di sekitar rumah.

Sumpah ini bukan karena gue enggak peduli sama go green, tapi memang gue enggak terlalu nyaman aja bawa sapu tangan atau memakai lap yang sengaja digantung di area-area strategis di sekitar rumah sekalipun. Don’t judge me for that, please?

Tisu di samping tempat tidur gue

 

Beberapa alasan kenapa menurut gue tisu itu wajib ada di samping tempat tidur:

  1. Kita tidak tahu kapan kita berkeringat.

Kamu pernah kan berkeringat ketika tidur? Pasti pernah lah ya.

Bukan. Ini bukan bahas kamu pasti pernah dengan sengaja membuat diri berkeringat (dengan orang lain seperti pasanganmu) di tempat tidur, sama sekali bukan bahas itu.

Tapi , kamu tahu kan kalau berkeringat saat itu bisa buat kita risih, bisa buat kita memilih untuk kipas-kipas sampai kering, dan tentunya, dengan menggunakan tisu supaya enggak basah-basah amat.

Itu salah satu fungsi tisu.

  1. Kita tidak pernah tahu kapan ranjang (kasur) kita akan ternoda.

Iya. Beberapa orang memang tahu kapan dia akan ternoda atau memberi noda pada kasur, tapi ini bukan bahas itu.

Suka enggak suka, kita harus menerima kenyataan kalau ketika tidur, ada sebagian dari kita yang mampu memproduksi iler di atas batas wajar.

Nah, lagi-lagi tisu di samping tempat tidur bisa menjadi penyelamatnya.

  1. Kita tidak tahu kapan kita akan lap sesuatu.

Beberapa dari kita mungkin tahu, karena sebelumnya dengan sengaja ingin mengotori diri mereka dengan sesuatu. Entah itu membasahi perut dengan “cairan agak kental”, atau membuat muka “basah” dengan “cairan berprotein” (ini bahas soal maskeran pakai putih telur, ya).

Di situlah tisu kembali berguna.

 

 

Oke.

Sepertinya itu aja beberapa alasan kenapa menurut gue tisu itu perlu banget ditaruh di samping tempat tidur.

Kalau kamu punya alasan lain mengapa tisu wajib ada di samping tempat tidur, silakan tambahkan di tab comment ya.

December 24

Mengucapkan Selamat Natal itu HARAM(?)

Gitu ya?

Gue sendiri enggak terlalu peduli dengan haram atau halal, sih. Jadi kalau memang mau mengucapkan Selamat Natal, ya gue mengucapkan aja. Bukan masalah untuk gue sekalipun beda agama, atau dilarang oleh “para petinggi agama” juga. Karena buat gue, dosa atau enggak ketika melakukan itu, semuanya sudah ada catatannya sendiri, semua akan ada pertanggungjawabannya sendiri. Jadilah karena gue percaya Tuhan, dan gue percaya kalau agama itu hubungannya langsung sama Tuhan, maka gue hanya memilih “nurut” sama peraturan buatan manusia yang “asik” aja.

Gue enggak mau menjadi orang yang fanatik terhadap agama gue hingga menganggap agama gue adalah yang terbaik dan terbenar.

Gue enggak mau menjadi mereka yang berpikir jika berbeda agama berarti berbeda Tuhan dan itu berarti boleh jika enggak saling menghargai satu sama lain.

Gue enggak mau menjadi bagian dari “orang bodoh” yang terlalu menjunjung tinggi dan membuat masalah hanya karena perbedaan persepsi dari apa yang ada di kitab suci.

Gue mau hidup gue bahagia, menjalani perbedaan yang ada tanpa menganggap itu sebagai salah satu masalah yang membuat gue lupa kalau gue saat ini tinggal di lingkungan manusia (yang katanya derajatnya paling tinggi di antara mahluk ciptaan Tuhan lainnya).

 

Iya, gue enggak tahu kegiatan dalam perayaan hari Natal itu apa saja.

Iya, gue enggak pernah merasakan kehangatan ketika Natal itu bagaimana.

Iya, gue enggak pernah pakai aksesoris Natal apa-apa karena memang enggak ada yang beliin itu buat gue.

Tapi itu bukan berarti gue merasa wajib melarang atau mengharamkan diri sendiri jika mengucapkan Selamat Natal ke mereka yang merayakan, sih.

Gue bahkan masih belum mengerti di bagian mana dari mengucapkan “Selamat Natal” atau memakai aksesoris untuk merayakan Natal menjadi masalah hingga diharamkan oleh beberapa orang. Gue tahu agama gue apa, dan gue juga tahu kalau mengucapkan “Selamat Natal” atau memakai aksesoris Natal-an itu enggak akan membuat gue otomatis kafir atau berpindah agama. Jadi masalahnya di mana?

Gue pernah pacaran beda jenis kelamin, beda agama juga, tapi itu enggak membuat gue sampai pindah agama, tuh? Bahkan sampai ciuman bibir dan lain-lain juga enggak sampai buat gue merasa berdosa, apalagi sampai pindah agama. Gue malah tahunya itu enak aja. #ehmaaf

 

Ya sudahlah ya.

Buat gue, mau mengucapkan Selamat Natal atau enggak, itu semua terserah kita, semua kembali ke kita percaya sama yang mana. Dan karena gue percaya sama Tuhan, dan gue tahu belum dengar langsung larangan dari Dia kalau hal itu haram dan tidak harus dilakukan, buat gue mengucapkan “Selamat Natal” itu enggak haram sama sekali.

 

Kalau menurut kamu, gimana?

 

Anyway, Selamat Hari Natal untuk kamu yang merayakan.

 

Salam,

– Herrommy –

December 21

Di Singapura, Jalan Kaki Aja Bangga

Iya. Itu yang gue rasakan setiap kali sedang berada di Singapura. Asik aja gitu jalan kaki ke mana-mana juga kalau kaki enggak bengkak atau sakit.

Di Singapura, pejalan kaki enggak perlu merasa kesusahan ketika mau menyeberang jalan saat lampu merah, karena hampir enggak ada kendaraan, entah itu mobil atau motor, yang berhenti di zebra cross.



Di Singapura, pejalan kaki enggak perlu takut untuk ditabrak dari pengendara motor yang naik ke trotoar yang nyaman untuk jalan kaki sambil rangkul-rangkulan atau bergandengan tangan dengan kesayangan (meski ini tidak disarankan karena sering kali mengganggu pengguna jalan yang lain. Bayangkan jika mereka sedang terburu-buru tapi tidak bisa lewat karena kita, atau bayangkan jika mereka tidak memiliki pasangan).

Ketakutan-ketakutan seperti akan ditabrak ketika menyeberang lampu merah karena mereka yang menggunakan kendaraan sedang dikejar-kejar oleh malaikat pencabut nyawa hingga tidak mau menunggu sekian menit sampai lampu hijau juga enggak ada.

Pengguna kendaraan dan pejalan kaki di Singapura sepertinya tahu bagaimana caranya “bekerjasama”, membuat satu sama lainnya tetap merasa nyaman dengan pilihan menuju ke satu tempat dengan cara masing-masing. Entah itu jalan kaki, menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, mereka sepertinya tahu kalau mengambil hak orang lain dan menggunakan jalan yang tidak disediakan untuknya adalah kesalahan.

Itu yang gue rasakan di sana. Itu yang membuat gue sering kali merasa menjadi seseorang yang baru setiap kali berada di Singapura. Karena harus gue akui, jalan kaki di beberapa kota besar Indonesia seperti Jakarta atau Depok, masih belum bisa menjadi pilihan utama yang nyaman untuk gue.

Iya, Jakarta dan Depok memang sudah lumayan lebih baik saat ini.

Trotoar di Jakarta (di beberapa tempat) sudah lebih nyaman untuk digunakan untuk jalan kaki, meski kadang masih banyak pengendara motor bodoh dan tidak bertanggung jawab yang memaksakan diri merebut hal itu.

Depok pun di akhir tahun 2015 ini sudah mulai membaik. Pada akhirnya, setelah 3 tahun lebih tinggal di sini, akhirnya Margonda Raya (jalan utama di Depok) memiliki trotoar yang gue perkirakan akan sulit untuk dinaiki pengendara motor. Meski sampai saat tulisan ini dibuat, trotoar itu masih belum sepenuhnya selesai, dan gue masih belum yakin kapan trotoar itu akan selesai.

Bukan tidak mungkin jika trotoar di Indonesia akan sepenuhnya hanya untuk mereka yang berjalan kaki. Semua masih mungkin, meski akan membutuhkan waktu yang lama untuk membuat sekian banyak pengendara (motor) sadar dan tidak terus naik trotoar hanya untuk mempercepat laju mereka ketika sedang berada dalam kemacetan.

 

Kalau trotoar di kotamu, bagaimana? Nyamankah untuk pejalan kaki?

Silakan cerita di tab comment kalau punya cerita tentang jalan kaki yang nyaman untukmu itu bagaimana dan baru kamu rasakan ketika ada di mana.

 

 

Salam,

Herrommy Dimas Alamsyah

December 10

Mau Voucher Diskon 50rb Yang Berlaku Selama Harbolnas, Enggak?

Jadi gini, kalau kamu pakai kode voucher “HERROMMYxMM” di MatahariMall.com selama Harbolnas 12 Desember 2015 gitu, kamu bakal dapat potongan 50rb. Coba aja pakai langsung kalau enggak percaya. Eh, tapi vouchernya udah bisa dipakai untuk belanja dari tanggal 10 Desember sih, karena dari tanggal itu udah banyak promo diskon gila-gilaan sampai 99%. IYA. ENGGAK SALAH TULIS. 99%. HEHEHE.

 

Bisa dipakai buat beli apa aja vouchernya? Emm. Kasih tahu gak yaaaaa~

Hahaha. Vouchernya bisa banget kamu pakai beli buat banyak hal kecuali untuk kategori “groceries” dan “gift voucher”. TUH! Kamu tinggal pilih langsung mau beli apa, lalu pakai voucher HERROMMYxMM tadi. IHIY!

 

Kok bisa sih ada diskon 99% gitu? Bohongan nih pasti! Akal-akalan aja nih pasti!

Enggak. Itu enggak bohongan. Enggak usah berpikir negatif karena kamu enggak pernah dapat ya, karena mendapatkan barang yang didiskon 99% itu memang butuh keberuntungan, siapa cepat dia dapat, selain jumlah terbatas, waktu promo kapan barang itu akan dikeluarkan juga enggak bisa dipastikan. Eh tapi info yang didiskon 99% ini nanti bakal ada di Twitter @MatahariMallCom sih, sering-sering cek timeline mereka aja, kali aja kamu yang beruntung dapat diskon 99% itu.

Kenapa enggak semua barang aja didiskon 99%?

Ya jelas lah, kakak. Kalau diskon 99% untuk semua barang ya bisa bangkrut lah. *salim satu-satu*

 

Eh hampir lupa bilang kalau vouchernya itu baru bisa dipakai kalau minimal total belanjanya 250rb.

 

Ya sudahlah itu aja yang mau gue sampaikan kali ini.

Semoga dapat barang yang diinginkan dengan harga murah ya, kamu. Jangan lupa, sering-sering buka MatahariMall.com karena bisa jadi kamu yang akan beruntung dapat diskon 99% itu.

 

Salam,

Herrommy Dimas Alamsyah

December 6

Jadi, Kapan Kamu Mau Belajar KBBI dan EYD yang Baik dan Benar?

Pertanyaan itu sering gue tanyakan sama diri gue sendiri. Kapan gue akan belajar? Mengingat hanya belajar dan membaca kamus saja akan mempersulit diri gue sendiri untuk mengerti semuanya, akhirnya gue memutuskan untuk menerapkannya dalam keseharian, membuat semua itu menjadi bagian dari kebiasaan ketika gue menulis di mana-mana. Mau di blog, di Twitter, atau di mana saja, bahkan saat gue sedang melakukan chat dengan kesayangan.

Iya. Mungkin untuk beberapa orang itu akan terasa membosankan atau membuang-buang karakter, tapi buat gue, itu adalah salah satu cara gue untuk membiasakan diri, sekaligus melepaskan diri dari kebiasaan menjadi salah satu dari mereka yang menggunakan kata-kata sandi sebagai bagian dari kewajaran ketika sedang berkirim pesan.

Maaf jika ada dari kalian yang tersindir atau tersinggung dengan beberapa kalimat yang gue tulis di atas. Tapi sungguh, gue hanya berusaha jujur dan menjadikan hal itu sebagai contoh supaya kalian bisa mengerti jika gue pernah berada dalam masa-masa gelap dan menjadikan kata-kata penuh sandi rahasia sebagai salah satu penunjang komunikasi dengan yang lainnya.

 

Ada beberapa alasan yang membuat gue memilih untuk menggunakan KBBI dan EYD sebagai keseharian, berikut beberapa di antaranya:

  1. Karena gue mau menjadi penulis dan memiliki (paling tidak) satu buku.

Tahun 2009 lalu, gue pernah menulis 1 naskah (novel) sekitar 150 halaman, ketika gue belum terlalu paham seperti apa itu KBBI dan EYD yang baik dan benar. Jadi, bisa dibilang kalau gue hanya menulis apa adanya saja. Hasilnya, naskah gue ditolak sekian penerbit, dan gue merasa malu sendiri ketika membaca ulang naskah itu.

Serius. Ini adalah kejadian nyata.

  1. Karena masih terlalu banyak orang yang tidak tahu dan tidak mau peduli apa itu KBBI dan EYD.

Gue sering merasa prihatin kepada mereka yang tidak tahu jika Indonesia memiliki huruf Z hingga mereka terus menerus menulis IJIN alih-alih menggunakan IZIN, dan tidak ada hentinya menggunakan kata JAMAN, bukannya ZAMAN.

Gue sering sedih ketika ada dari mereka yang masih menulis SEKEDAR, bukannya SEKADAR.

Dan masih banyak hal lainnya yang membuat gue sedih, hanya karena masih sedikit dari mereka yang mau menerapkan penulisan KBBI dan EYD dalam keseharian.

Kalau katanya ditinggalkan tanpa alasan pas lagi sayang-sayangnya itu menyedihkan, maka membayangkan jika Bahasa Indonesia punah karena tidak ada yang melestarikan atau tidak ada lagi yang mau belajar juga menggunakannya akan membuat gue sedih berkali-kali lipat.

Jadi, daripada ikut menjadi seperti mereka yang tidak mau tahu soal KBBI dan EYD, kenapa gue enggak menjadi salah satu yang peduli dan mau belajar saja?

  1. Karena gue enggak suka caper atau berharap akan dikoreksi oleh orang lain mengenai kesalahan penulisan kata ketika menulis sesuatu.

Akui saja. Ada beberapa orang yang sudah tahu seperti apa KBBI dan EYD yang baik dan benar, tapi memilih untuk salah-salah menulis karena kadang ada orang-orang seperti gue yang membantu mengoreksi kesalahan mereka. Gue cuma bisa mengingatkan, “Enggak selamanya orang mau mengoreksi kesalahanmu, apalagi kalau kamu jelas-jelas enggak menunjukkan keinginan untuk belajar melakukan perbaikan.

 

Mungkin itu dulu aja yang bisa gue tulis saat ini.

Mungkin nanti akan gue tuliskan kelanjutannya kalau gue ingat atau menemukan alasan baru kenapa gue mau terus belajar dan menerapkan KBBI juga EYD dalam keseharian.

Kalau kamu, mulai kapan mau belajar KBBI dan EYD yang baik dan benar?

 

– Herrommy –

6 Desember 2015

October 27

Balaslah Pamer Dengan Pamer Yang Lebih Keren. Kalau Mampu Sih Itu Juga~

Gue suka pamer.
Apalagi kalau lagi jalan-jalan.
Entah itu bayar sendiri dan cuma nginap di hostel, atau pas dibayarin semua termasuk tiket dan nginap di Marina Bay Sands Hotel, pasti gue pamer.
Kenapa harus dipamerkan? Norak? Kayak orang susah yang enggak pernah jalan-jalan atau dan lain sebagainya?
Duh, kalau memang mau peduli sama sampah-sampah jelata yang berkomentar seperti itu sih gak akan ada habisnya, lebih baik diabaikan aja mereka sih. Bukan cuma rugi waktu, tapi rugi energi juga. Mending waktu dan energinya dipakai untuk pamer biar yang sirik makin kesal, lagipula itu juga bisa membuat kamu semakin tahu mana yang memang menganggapmu teman dan mana yang bukan.
Logika sederhananya, “Mana ada seseorang yang menganggapmu teman tapi enggak senang ketika kamu sedang bersenang-senang?”
Asik ya bahasa gue.

 

Seandainya gue memang mau sirik sama seseorang, ketika dia pamer sesuatu, gue pasti akan balas dengan pamer yang lebih keren daripada dia. Lah buat apa juga komentar macam-macam hanya karena sirik doang? Itu jauh lebih memalukan sih kalau buat gue. Ibaratnya kita mau terlihat lebih, ingin menunjukkan sesuatu yang lebih, tapi ternyata kita lebih banyak kekurangan dan gak ada kelebihannya sama sekali. Kan sedih ya. 🙁

 

Beruntunglah gue, karena sirik-sirik ala jelata itu sudah lama menghilang dari gue. Jadi kalau ada teman pamer atau punya apa aja, ya gue biasa aja. Kalau gue mau seperti dia, ya gampang aja, gue tinggal berusaha sebaik-baiknya sampai bisa merasakan yang dia rasakan. Enggak perlu pakai sirik atau komentar-komentar yang semakin menjelaskan seberapa kita tidak mampu berada di posisi mereka, karena berjuang aja kita enggak.

 

Alasan gue pamer kalau lagi di Singapura seperti saat membuat tulisan ini tuh sederhana sih, karena gue bangga bisa sampai di sini lagi, untuk ke empat kalinya di tahun ini. Ini tuh hasil kerja gue. Hasil dari gue merelakan diri kurang tidur setiap harinya hanya untuk mendapatkan uang untuk liburan (yang disertai pamer) begini. Itu enggak boleh dibanggakan? Dih parah banget siriknya dih.

 

Jangan hanya karena seseorang bisa melakukan yang tidak bisa kamu lakukan, lalu kamu tidak bisa mengakui kalau memang dia memiliki sesuatu untuk dibanggakan, sesuatu untuk dipamerkan. Lebih kamu tanya lagi sama diri sendiri, selama ini, sejauh ini, kamu sudah melakukan perjuangan sekeras yang mereka lakukan belum? Kalau belum, atau sama sekali kamu enggak ada perjuangannya, mending perbanyak berkaca sampai cerminnya retak karena jijik lihat kamu, hingga akhirnya cermin itu memilih lari ke pantai lalu belok ke hutan, PRANG! PECAHKAN SAJA CERMINNYA BIAR RAMAI!

 

Intinya begini,
“If you want something, push yourself to do anything until you get it. It’s better than you say anything to people that you think get everything easily.”

 

Salam sayang dari yang suka pamer,
Herrommy Dimas Alamsyah