April 24

Hati-Hati dengan Panggilan Telepon Berawalan +375

Kemarin gue dapat panggilan dari +37526250592. Enggak gue angkat sih karena gue juga baru sadar beberapa jam kemudian kalau ada panggilan itu. WKWKWKWKK.

Kalau masih nomor lokal, biasanya gue langsung SMS dulu sebelum telepon balik dan cari tahu itu dari siapa, dan ada keperluan apa sampai telepon gue. Meskipun enggak jarang hal itu berakhir dengan gue mengetahui itu adalah nomor sales telemarketing yang menawarkan pinjaman tanpa bunga (katanya sih), atau sales telemarketing asuransi, atau nomor handphone abang ojek online yang kemarin abis antar gue ke mana gitu, bahkan pernah juga ketika gue kontak ternyata itu adalah nomor mantan gue (this is serious).

Awalnya, gue coba cek nomor berawalan +37 itu dari Negara mana. Dan ternyata itu adalah Germany (Jerman). Mengingat gue enggak pernah ada hubungan dengan orang sana, atau mungkin juga pernah tapi gue lupa (ini bisa terjadi), gue coba ganti keyword pencarian menjadi +375.

Di bagian atas hasil pencarian Google, ada penjelasan kalau +375 ini adalah nomor dari Belarus. Sebelum gue semakin bingung siapakah itu dari Belarus yang nelepon gue, gue coba search terus. Sampai akhirnya gue menemukan beberapa berita kalau nomor berawalan +375 ini adalah nomor yang berbahaya. Nomor yang kalau kita telepon balik (katanya), bisa nyedot pulsa banyak, bahkan bisa juga untuk mengambil data pribadi kita, sampai membobol isi rekening kita (KATANYA LHO YA!).

Nomor +375 ini sendiri dikenal sebagai nomor yang digunakan para hacker. Gue sendiri belum tahu, bahkan enggak yakin, kalau bermodalkan nomor handphone saja (dalam hal ini kartu SIM-nya) sudah cukup untuk melakukan banyak hal kepada kita.

Tapi enggak ada salah yang salah dengan waspada ya.

 

Yang pasti, sekarang kalau ada panggilan tidak terjawab dari nomor yang tidak dikenal, gue akan membiasakan diri untuk menghindari langsung menelepon balik nomor yang bersangkutan, tapi cari informasi dulu di Google kali-kali aja nomor itu termasuk nomor berbahaya atau nomor yang biasa digunakan untuk penipuan.

 

So, buat kamu yang dapat panggilan telepon dengan awalan +375, berhati-hatilah! Kalau kamu yakin gak ada saudara atau kerabat atau kenalanmu yang tinggal di sana, atau sedang berlibur ke sana, mungkin memang lebih baik kamu abaikan saja panggilan itu.

April 23

Berpetualang Mencari Pokemon di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid

Setelah sekian lama main Pokemon Go hanya di sekitaran Jakarta, Bogor, dan Depok, kemarin terlintas di pikiran gue kira-kira Pokemon macam apa aja ya yang banyak tersebar di luar negeri?

Gue lumayan bosan gitu dengan terlalu banyaknya Pidgey, Rattata, Spinarak, Krabby, Evee, Psyduck, dan pokemon sejenisnya yang gue dapatkan. Tapi karena terlalu banyak Pokeball dan tidak ada pilihan lain untuk menambah stardust selain menangkap pokemon-pokemon itu, ya mau enggak mau akhirnya gue tetap tangkap pokemon sejuta umat itu.

 

Sampai akhirnya, gue memutuskan untuk mencoba mencari Pokemon di luar Indonesia. Penasaran aja gitu kira-kira bakal ada Pokemon jenis apa aja di sana. WKWKWKK.

 

Tempat pertama yang gue putuskan untuk kunjungi adalah Estadio Santiago Bernabeu, Madrid. Gue mau tahu apakah mungkin di sana bakal ada Pokemon yang jago main bola kayak Cristiano Ronaldo, atau justru bakal ada pokemon yang ngasih gue stardust sekaligus banyak karena mereka di sana terlalu kaya.

Dugaan gue ternyata benar.

Di sekitaran Stadion Santiago Bernabeu, ada banyak banget Pokemon liar yang lumayan jarang gue temui di Jakarta/Depok/Bogor.

Berikut beberapa Pokemon yang lumayan banyak gue temui di Madrid:

  • HOUNDOUR

Pokemon berbentuk anjing. Tipe dark and fire. Salah satu pokemon yang paling ganteng dan memiliki profesi sampingan sebagai Sheriff di serial TV Teenwolf.

Iya. Kalau di Teenwolf, namanya Hellhound.

Pokemon yang bertubuh agak gelap dan berasal dari neraka. Mungkin itulah kenapa dia memiliki tipe “dark”, and “fire”.

ya Allah maafkan gue kok jadi rasis gitu ya. (._.)

  • SNUBBULL

Pokemon tipe fairy yang satu ini belum pernah gue temui ketika masih di Indonesia. Pokemon yang lucunya mengingatkan gue akan bentuk muka seseorang ketika foto mukanya tersebar di social media.

Mulai dari mulutnya yang sama-sama besar, padahal kalau sengaja ngelawan pasti dia bakal mudah dikalahkan. Persis banget lah pokoknya.

  • Mankey


Pokemon berbentuk monyet yang kalau udah evolusi dan besar jadi makin suka ninju.

Nah, persis nih kayak dia juga. Karena udah merasa besar, jadi suka dan merasa berhak ngehajar siapa aja yang dia suka. #eh

 

Sebenarnya masih ada banyak pokemon lain yang lumayan susah ditemui di Indonesia, tapi mudah didapatkan di Madrid. Cuma karena gue belum terlalu lama menjelajah, gue belum bisa ngasih informasi terlalu banyak lagi.

 

Ditambah lagi, gue udah ketahuan sama server Pokemon kalau gue pakai fake GPS. WKWKWKKWKKK.

 

Seperti apa sih ciri-ciri kalau kita udah ketahuan pakai Fake GPS sama server Pokemon Go?

  1. Kalau kita udah dekat Poke Stop, lalu kita coba spin, tapi enggak keluar item apa-apa, berarti kita udah ketahuan.
  2. Kalau kita lagi mau dapetin Pokemon baru yang Combat Power (CP)-nya kecil, lalu kita udah kasihin Pinap Berry dan coba tangkap pakai Ultra Ball, tapi selalu gagal. Lalu Pokemon selalu kabur, setelah kita gagal di lemparan pertama. Nah berarti itu juga karena kita udah “ditandai” sama server Pokemon Go.

 

Sejauh ini sih gue baru tahu itu doang tanda-tanda kita udah ketahuan pakai fake GPS, kalau mau menambahkan, silakan isi aja di tab comment ya.

Terus kalau udah ketahuan gitu, daripada coba maksain diri mainan Pokemon Go lagi di posisi asli kita berada, mending tunggu sekian jam kemudian baru main lagi. Ya, sama kayak kalau kita lagi berantem sama pacar aja lah. Biarin dulu aja servernya sampai dia gak ngambek lagi karena abis kita “tipu”. Biasanya cukup beberapa jam, nanti dia udah balik lagi nerima kita dan ngebiarin kita mainan lagi kok. WKWKKWKKK.

 

Dan untuk kamu yang penasaran harus pakai aplikasi apa biar bisa mainan Pokemon Go dan jalan ke mana-mana padahal aslinya kamu lagi gegoleran manja di kasur aja, kamu cari tahu sendiri aja. Soalnya gue gak mau ngasih tahu. WKWKWKKK.

Yang pasti, aplikasi Fake GPS yang gue pakai itu gratis, dan ada di Google Playstore. Dari sekian banyak aplikasi Fake GPS yang gue pakai, baru yang satu ini soalnya yang “tembus” dan belum diblokir sama server Pokemon Go, kalau yang lainnya kebanyakan udah diblokir semua. HAHAHAHA.

 

Ya udah.

Intinya cuma mau cerita soal itu aja.

Next time gue lanjut lagi soal petualangan gue cari Pokemon di…

 

Ya udahlah pokoknya tunggu aja tulisan gue berikutnya!

April 20

Gara-Gara Menolak Ajakan Selfie, Netizen BANGSAT Kompak Menjadikan Dian Sastro Bahan Bully

foto ini sepertinya dari salah satu scene film GANGSTER (?)

 

Sepertinya, masih banyak orang yang beranggapan kalau artis itu harus memenuhi semua ekspektasi fans/penggemar. Jadilah ketika ada hal yang tidak diharapkan penggemar dilakukan oleh artis idolanya, mereka akan memutuskan untuk berhenti mengidolakan, dan mulai rajin mencibir setiap hal yang dilakukannya.

Seperti yang terjadi kepada Dian Sastrowardoyo. Keputusannya untuk menolak ajakan selfie dengan menepis tangan penggemar, membuatnya menerima banyak hujatan dan kritikan, bahkan tidak sedikit dari mereka mengancam tidak akan menonton film Kartini yang sedang tayang di bioskop saat ini, yang kebetulan diperankan oleh dirinya.
Hanung Bramantyo berinisiatif untuk meminta maaf atas nama Dian Sastro yang berperan dalam filmnya, tapi netijen bangsat masih menganggap hal itu kurang karena bukan Dian Sastro sendiri yang melakukan.
Gue menyayangkan sikap Hanung untuk meminta maaf seperti itu. Karena buat gue, hal itu hanya memunculkan perasaan “menang” di hati para netijen bodoh itu, jika yang mereka lakukan itu memang benar, bahkan sama sekali tidak menyalahi aturan.
Meskipun memang tidak ada pilihan lain yang lebih baik untuk dilakukan, mengingat Hanung (tentu saja) harus menyelamatkan filmnya dari ancaman sepi penonton karena ada banyak yang menganggap Dian Sastro in real life, tidak seperti sosok Kartini yang dia perankan, (dan katanya sih) yang selama ini netijen-netijen idolakan.
Yang gue bingung, apa iya ketika seorang aktor mendapatkan peran krusial (yang menggambarkan karakter seseorang) itu berarti dia harus selalu seperti itu juga di kehidupan nyata? Lalu bagaimana cara seorang aktor yang sudah memainkan banyak sekali peran untuk menerapkan kehidupan berbagai karakter itu dalam kehidupan nyata?

Kebodohan netijen berlanjut ketika Dian Sastro memberikan klarifikasi terhadap apa yang isinya:
“Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang . Tiada mendendam, itulah bahagia.” – R.A. Kartini.
Ini adalah kutipan dari Raden Ajeng Kartini yang sangat menginspirasi saya saat ini.
Penggemar.
Adalah elemen penting bagi karir saya, karena merekalah yang ikut menghidupkan industri film. Tanpa penonton, tanpa penggemar, saya dan kami semua dalam dunia film tak akan ada artinya.
Berfoto bersama.
Dian Sastro adalah sama seperti perempuan-perempuan lainnya.
Saya berusaha membagi waktu antara bekerja dan menjalani peran saya sebagai pribadi, istri, dan ibu anak-anak saya. Saat bekerja, saya mencoba total sebagai figur public, termasuk melayani permintaan foto. Sedangkan saat menjalani kehidupan pribadi, terutama saat bersama anak dan suami, saya pun mencoba mencurahkan perhatian saya sepenuhnya untuk mereka.
Saya pun melihat situasi, kalau memang saya sedang santai dan ada waktu, saya akan melayani permintaan foto.
Terkadang bila ada penggemar yang karena begitu bersemangat, sehingga lupa membedakan saya sedang bekerja atau sedang mengasuh anak-anak saya, dan minta foto ketika saya sedang bersama keluarga saya, maaf bila terpaksa saya tolak dengan sopan.
Saya paham itu risiko sebagai pekerja seni, tetapi saya juga mencoba sebisa saya mempunyai kehidupan pribadi, berkomitmen pada peran saya sebagai ibu dan seorang istri.
Mengenai insiden tempo hari, sejujurnya itu hal yang tidak disengaja. Ada seseorang dari belakang saya yang tiba-tiba memagang badan saya, dan karena saya kaget serta reflex, saya menepis dan menghindar. Saya tidak bermaksud tidak ramah atau tidak sopan. Memang video tersebut kemudian saya hapus agar tidak menimbulkan kesan yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya terjadi.
Saya dapat memahami semua respon dan bahwa di dunia social media ini benar adanya bahwa kita tidak bisa mengontrol apa yang orang pikirkan atas apa yang terjadi. Apa yang bisa kita buat hanyalah bagaimana meresponnya di waktu yang tepat dan dengan cara yang baik.
Terima kasih buat semuanya.
Saya menerima semua kritik & dukungan dengan lapang dada.

 

Sudah memberikan klarifikasi tentang seberapa Dian Sastro hanya mencoba untuk membatasi kehidupan pribadi di mana dia tidak sedang bekerja pun, masih ada saja netijen tolol yang memberikan komentar seolah Dian Sastro memang melakukan kesalahan besar hingga perlu melakukan klarifikasi serta meminta maaf.

 

Beberapa komentar yang sempat gue baca di http://instagram.com/therealdisastr :
“Padahal gue ngefans banget sama doi. Paket lengkap dy, udah cantik, pinter, kaya, sukses, apalagi yaa. Kirain juga ramah. Jadi ilfeel lah liat nya. Iya padahal itu lg kerja kan, bkn ngasuh anak, hahaha”
“minta maaf aja susah, minta maaf dong dian, jgn so gengsiiiii, mas hanung aja mnta maaf sbgai sutradara, nah ini anak buah nya ko gede gengsi.”
“jadi males nonton kartini artisny jijikan.”
“dian katro.”
“KECEWA!! Saya pikir dian sastro itu figure wanita Indonesia yg anggun baik cantik menghargai orng lain. Tapi tidak, ternyata khidupan aslinya kelihatan begitu angkuhnya dan sangat berbeda apa yg ditampilkan d publik slama ini. Sprit sangat jijik mlhat orang yg pdahal sngt mencinttainya. Apapun aasannya, wlupun tdk lg bekerja tpi attitude itu no.1.”
“Sama ky raisa, masih mending inces klo.ktmu.”
“Kok ga ada kata maaf nya yah?namanya artis resiko donk klo ada fans, di foto khan ga nyampe 5 menit mba,klo lg sm klrga gam au diganggu fans ksh pengumuman aja biar fans dan org2 pd ngerti.”

Itu adalah beberapa komentar yang masuk di comment post IG Dian Sastro saat dia memberikan klarifikasi. Intinya, ada terlalu banyak dari mereka yang ingin Dian Sastro meminta maaf karena menganggap itu tidak mencerminkan apa yang seharusnya ditunjukkan publik figur. (?)
Gue enggak tahu, ada berapa orang dari mereka yang memang mengerti seperti apa rasanya ketika yang namanya privasi sudah terlalu diusik. Bahkan, gue lebih yakin mereka memang tidak mengerti sama sekali kalau ada artis yang bukan hanya totalitas ketika sedang “bekerja”, tapi berusaha sebisa mungkin juga untuk tetap memiliki kehidupan pribadi yang tidak semua orang bisa masuki.
Gue tahu itu adalah risiko sebagai publik figur jika dia dikenal oleh banyak orang, atau bahkan dikagumi oleh banyak orang. Tapi gue enggak bisa membenarkan mereka yang menganggap sebagai artis, dia harus menuruti keinginan fans yang ingin mengabadikan momen bersamanya. Gue bahkan enggak akan bisa menerima sekalipun alasan penggemar itu karena dia ingin pamer karena pernah foto dengan artis, jika itu sampai harus melanggar yang namanya privasi atau batasan yang udah dibuat si artis.
Gue mencoba paham kalau enggak ada di antara mereka yang memang mengerti rasanya menjadi publik figur, atau pernah dekat dengan publik figur. Karena mereka lebih suka menganggap apa yang mereka inginkan dari idolanya adalah salah satu kewajiban yang tidak boleh diabaikan.
WHO THE HELL THEY THINK THEY ARE?
Damn it.

Sejak kapan fans punya kuasa penuh untuk menentukan hidup artis idolanya?
Sejak kapan fans memiliki hak untuk mengatur idolanya sesuka hati melakukan apa saja yang mereka mau?
Siapa yang membudayakan kebiasaan fans menjadi sebangsat dan sebajingan itu sampai merasa sah jika harus melanggar privasi orang lain (sekalipun dia berprofesi sebagai artis)?

Terlepas dari semuanya, terlepas dari apa penilaian kalian mengenai Dian Sastro, gue cuma mau bilang kalau apa yang dia lakukan saat ini, buat gue sendiri, sama sekali enggak salah. Jadi memang Dian Sastro gak perlu minta maaf sama sekali.

Dan mengenai film Kartini, kalau kalian semua enggak mau nonton karena merasa Dian Sastro in real life enggak seperti Kartini yang sedang dia perankan dan enggak memenuhi harapan kalian akan Dian Sastro, it’s all your choice. One thing for sure, it’s your loss too if you don’t watch the movie because of that. At least I knew what kind of people you are.

 

 

(*note: postingan klarifikasi Dian Sastro dan komentar yang gue rangkum di sini kata-katanya insya Allah sesuai dengan yang ada di aslinya. Gue gak edit sama sekali. Alasan kenapa gue gak mau menyertakan username yang memberi komentar semata karena gue enggak mau memberikan panggung kepada mereka yang dengan sengaja dan dengan bangga menyebarkan kebodohan.)

Sekian.

April 18

Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua, Gue Pilih Anies – Sandi.


Iya.

Gue mau menegaskan kalau yang akan jadi pilihan gue di Pilkada DKI Putaran 2 tanggal 19 April 2017 ini adalah Anies – Sandi.

 

 

Mungkin gue akan lantang buat ngomong kayak gitu kalau gue dapat brief di mana ada keharusan gue mendukung salah satu pasangan calon, tapi sayangnya gue belum mau dibayar untuk masalah politik (gak ada yang mau bayar juga tepatnya wkwkwkwkk). Tapi gue bersyukur, karena hal itu bisa membuat gue bebas berpendapat mengenai siapa yang harus jadi pilihan gue, tanpa harus repot memberikan penjelasan panjang lebar atau menghilang dari peredaran social media karena ada bully dan tekanan dari pendukung fanatik salah satu pasangan calon.

Seandainya satu-satunya pilihan yang ada di Pilkada DKI Jakarta Putaran 2 tahun 2017 ini adalah Anies – Sandi, mungkin gue akan memilih mereka. Sumpah. Karena gak ada pilihan lain, apa lagi coba yang harus dipilih? Mau golput, rugi. Nanti gak dapat jajan diskon pas mampir ke mall. WKWKWKWKKWKK.

Tapi sayangnya, ada pilihan selain mereka, masih ada Ahok – Djarot yang bisa untuk dijadikan sebagai pilihan utama. Kenapa gue sebut pilihan utama? Gampang aja lah. Selama sekian tahun tinggal di Jakarta, gue baru merasakan perubahan yang sangat berarti ketika masa (Jokowi dan) Ahok ini. Sebelumnya ya mau siapa aja yang jadi Gubernur, tetap aja DKI Jakarta cuma bisa pasrah ketika ada banjir dan sekian banyak masalah lainnya.

Jujur aja ya. Gue lumayan sirik lho sama orang yang berKTP DKI Jakarta. Mereka berkesempatan untuk memiliki Gubernur seperti Ahok, yang selalu berusaha untuk mencari solusi secepat mungkin apa pun itu masalahnya tanpa peduli dengan banyak hal lain. Gue punya Gubernur dengan nama panggilan “AH” juga, tapi kalau ada masalah lebih suka menyalahkan warga dan meminta warga untuk pasrah berdoa kepada Allah. Iya, gubernur gue, AH yang bukan Ahok, lebih suka menyerahkan semua hal seolah itu memang sudah harus terjadi, tanpa ada sedikit pun mencoba untuk mencari solusi dari setiap masalahnya. Padahal sama-sama Gubernur. SAD BINGGOW YESS!

 

Balik lagi bahas Jakarta.

Ahok kalau ngomong kasar? Gak tahu sopan santun? Mungkin. Tapi buat gue, selama semua itu beralasan, selama semua itu bertujuan untuk kebaikan, maka itu bukan masalah yang harus dibesar-besarkan. Gue bahkan lebih mendukung Ahok tetap menjadi dirinya sendiri seperti sekarang, paling enggak, itu udah menunjukkan kalau dia enggak perlu baik sama mereka yang enggak baik, Ahok enggak perlu menjadi sok baik hanya untuk membuat orang lain menjadi simpatik, bahkan Ahok gak perlu menjilat banyak kalangan hanya untuk menunjukkan seberapa dirinya ingin berpihak kepada rakyat.

Memang banyak hal yang bisa menunjukkan Ahok enggak adil sama rakyat kecil. Bahkan, bisa dibilang penggusuran sana-sini itu dilakukan hanya karena Ahok tidak peduli sama rakyat kecil.

Gak salah sih kalau berpendapat kayak gitu.

Cuma, yang jadi masalah adalah, apa iya Ahok kayak gitu hanya karena ingin memenangkan ego dia sendiri karena sedang berkuasa? Setahu gue ya, memang harus ada yang dikorbankan kalau memang menginginkan sebuah perubahan.

Jakarta mau mengurangi banjir di semua titik rawan banjir? Harus ada yang dikorbankan. Gak mungkin dengan terus membiarkan Jakarta seperti sebelum-sebelumnya di mana di bantaran kali aja ada banyak rumah dan kebanyakan dari mereka buang sampahnya sembarangan. Ada yang salah dari pendapat barusan?

Setahu gue, hampir semua hal yang dilakukan oleh Ahok itu untuk perubahan baik Jakarta. Terlepas dari kontroversi dan pemutarbalikan fakta atau banyak hal lainnya, gue masih lebih percaya kalau bukan Ahok yang jadi Gubernur, mungkin Jakarta enggak akan seperti sekarang.

Terlepas dari Pilkada DKI Jakarta yang rusuh gila, kamu yang tinggal di Jakarta mungkin bisa mengakui kalau saat ini Jakarta sedang ada di tahap pembangunan terbaik. Di mana semua rencana bukan hanya menjadi sebatas wacana, tapi juga menjadi sesuatu yang memang bisa diharapkan untuk menjadi nyata.

 

Singkatnya, gue cuma mau bilang ini aja.

“Warga Jakarta, kalian sudah dapat Gubernur yang mau bekerja sedemikian baiknya. Apa perlu kalian mengganti pemimpin kalian sekarang juga? Kalian masih mau bereksperimen dan coba-coba?”

“Mungkin Anies – Sandi memang mampu memberikan banyak janji yang terlihat sangat merakyat, tapi apa bukti kalau pemimpin kalian saat ini sudah sangat merakyat masih kurang hingga kalian tidak lagi memberikannya kesempatan untuk melanjutkan dia memimpin Jakarta?”

 

Gue pilih Anies – Sandi di Pilkada DKI Jakarta 2017, seandainya bukan Ahok – Djarot yang menjadi lawannya.

 

Gue pilih Ahok – Djarot.

February 10

Mau Tetap Sehat Biar Cuaca Lagi Enggak Bersahabat?

Gue rasa enggak ada orang yang mau sakit.

Karena kalau sakit gitu kan mau ngapain aja enggak enak. Mau makan rasanya pahit. Mau ngapain aja bisa malas karena ngerasa lemas. Pokoknya kalau lagi sakit tuh hampir semua aktivitas yang biasa kita lakukan jadi terganggu.

Dan perubahan cuaca yang drastis belakangan ini tuh sangat mendukung buat kita jadi gampang sakit. Kadang panas aja, kadang panas banget, lalu tiba-tiba hujan, lalu ditinggalin tanpa alasan padahal masih sayang. Itu tuh enggak terlalu baik buat beberapa orang yang sistem imun tubuhnya kurang mampu beradaptasi dengan cepat. Itu juga yang buat orang banyak yang mendadak flu, meriang, atau jadi jomblo karena enggak punya pacar.

Gue sampai bertekad, pokoknya gue gak boleh sakit. Apa pun keadaannya, gue harus tetap sehat supaya aktivitas gue tetap bisa berjalan normal dan gue bisa melakukan banyak hal yang gue mau.

Saking gue gak mau banget sakit, akhirnya gue memutuskan untuk cari tahu, apa sih yang bisa gue lakuin supaya daya tahan tubuh gue tetap kuat meskipun perubahan cuaca sedang seperti sekarang ini?

Setelah browsing dan baca artikel sana-sini, akhirnya gue nemu artikel ini. Artikel yang buat gue tahu kalau salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh biar tubuh tetap kuat saat menghadapi perubahan cuaca yang drastis seperti sekarang ini ya harus mulai menjalani gaya hidup sehat.

Iya juga sih.

Mau enggak mau kita memang harus mulai rutin olahraga, makan makanan yang sehat, juga istirahat yang cukup (terutama di malam hari). Yang begitu emang susah sih untuk jadi kebiasaan, karena kadang ada aja alasan buat kita menunda tidur cepat di malam hari meskipun sebenarnya udah gak ada lagi hal penting yang harus dan wajib kita kerjakan. Tapi susah untuk dilakukan bukan berarti tidak bisa dilakukan sama sekali, kan? Kayaknya kalau memang kita sedikit memaksakan diri dan memang bertekad untuk hidup lebih sehat, hal itu bukan enggak mungkin berhasil menjadi salah satu kebiasaan kita.

Oh iya, satu hal lagi. Dibanding harus milih minum banyak vitamin supaya sistem daya tahan tubuh kuat sama perubahan cuaca, akhirnya gue lebih milih untuk minum Stimuno Forte aja setiap hari untuk menjaga sistem imun tubuh. Kenapa? Soalnya Stimuno Forte ini udah teruji klinis mampu merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak antibodi dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh supaya daya tahan tubuh kita tuh selalu optimal.



Cerita apalagi ya?
Udah deh gitu aja. Intinya gue cuma mau ngasih tahu aja kalau lebih baik menjaga kesehatan dari sekarang daripada mengobati pas udah sakit beneran. Bukan cuma karena biaya berobat itu sering kali mahal, tapi seringnya sakit itu memang mengganggu aktivitas yang biasanya sering kita lakukan.

Sekian.

August 23

And Now… I’m Falling in Love…

What you gonna do if you have a chance to hate someone you really love?

What you gonna do if you have a chance to forget someone you know really well if they won’t easy to disappear from your mind?

What you gonna do if you found a reason to leave someone you know won’t just let you go?

Will you take it?

Or you still deny it and make an excuses, so you do nothing except trying to make them looks always right?

 

Usually, we’re all on denial when it comes to love.

We make them looks like a perfect person for us, even we know they are not.

We make them really fit with us, make us think if they are everything, and don’t want to care if they have nothing…

 

 

Love…

Something we know more than a feel to make us happy, it’s also something than can destroy us, make us really stupid without knowing which side our stupidity is..

 

And now…

I’m falling in love…

with you…

July 23

Teruntuk Kamu yang Membuatku Jatuh Hati

aku menulis ini, ketika aku memikirkanmu”

Terlalu banyak yang kita lakukan berdua

Membuatku tak mudah begitu saja lupa

Karena yang kulakukan denganmu adalah bahagia.

 

Meski sering kutampik perasaan itu ketika kita bersama

Tapi harus kuakui, bahagia ketika denganmu selalu ada.

 

Saat kita jauh seperti ini, aku semakin menyadarinya

Jika bukan hanya aku dan waktuku yang berharga

Tapi waktumu yang mau selalu ada

Untuk kebersamaan kita juga.

 

Terimakasih sudah mau tetap ada

Terimakasih sudah mau bertahan

ketika hampir semua hal yang kumiliki menghilang

Terima kasih sudah membuatku berharga

ketika aku tak tahu lagi hidup ini apa gunanya.

 

Aku tak pernah ingin kehilangan kamu

Aku sayang kamu

Hatiku sudah menjatuhkan pilihanya padamu

Selamanya..

Kamu.

 

by: @Herrommy

July 19

Bersyukurlah, karena Rezeki Untukmu Tidak (Pernah) Kurang

Uang bisa datang dari mana saja, dari siapa saja,

Kapan saja dan ketika kita berada di manapun.

 

Gue masih percaya hal itu sampai dengan saat ini.

Bukan karena gue udah banyak uang, tapi,

sejauh ini, meskipun entah ada berapa banyak uang yang tersebar (baca: dipinjam/dihutang orang lain lalu dia menghilang

atau merasa sudah bayar, atau memang enggak mau bayar),

gue enggak terlalu merasa kalau gue kurang atau berkurang sedikit pun.

Entah karena gue merasa semua gak akan pergi ke mana-mana

Kalau memang sudah rezeki atau harus (kembali) jadi milik kita,

atau karena gue selalu membiasakan diri untuk merasa cukup dengan apa yang sudah gue dapatkan atau miliki..

jadi, itu sama sekali bukan masalah besar yang harus selalu menjadi beban atau terus berada dalam pikiran.

 

Karena, mau sebanyak apapun uang yang kita miliki, kita bisa tetap merasa jika hal itu kurang,

dan satu-satunya hal yang bisa membuatmu cukup adalah bersyukur.

 

 

June 26

Kurangi Kebiasaan Meremehkan Banyak Hal-nya..

Kadang, tanpa sadar atau dengan disengaja, kita mengabaikan banyak hal yang seharusnya kita syukuri, karena nyatanya memang tidak semua mampu atau pernah merasakan dan mendapatkannya.

“Ah, begitu doang mah semua bisa”

“Ah, cuma segitu doang ya harganya?”

“Ah, makanan kayak gitu mah gak dimakan juga gapapa”

Pasti banyak dari kita yang dengan sengaja atau tidak, sering melakukan itu. Bahkan, kadang kita sampai lupa kalau bisa ada orang yang sakit hati hingga iri dengan kebiasaan meremehkan yang kita lakukan, meski tujuan kita pada awalnya hanyalah bercanda dan tidak ada serius-seriusnya.

Kamu tidak tahu kapan kamu akan kesulitan mencari uang, dan tidak mudah untuk mendapatkan makanan.

Kamu tidak tahu kapan kamu akan kesulitan melakukan hal yang biasanya mudah menurutmu, entah apa itu alasannya.

Perbanyak bersyukur, kurangi mengeluh dan meremehkan hal-hal kecil yang sangat bisa kamu sebut rezeki. Itu adalah salah satu hal terbaik yang bisa segera kamu mulai.

@herrommy

June 17

Selamanya Kamu…

Dear Kamu,

Terpisah oleh jarak itu memang menyakitkan

Aku tahu.

Karena aku juga sama merasakan

Ketika rindu tanpa kepastian kapan bisa bertemu menjadi penghalang di antara aku dan kamu yang tidak ingin berjauhan…

 

Dear Kamu,

Berkomunikasi seadanya karena keadaan itu memang menyebalkan

Aku tahu.

Tapi itu harus kita lewati karena sedang dipaksa oleh kenyataan

Yang menginginkan waktu kita berdua bersama untuk berbagi cerita memiliki keterbatasan…

 

Yang kuinginkan selamanya menemani…

Yang kuharapkan selamanya kusayangi…

Yang tidak akan pernah tergantikan di hati…

Itu kamu.

Selamanya, kamu.