August 27

Bali Itu CUMA Kota Wisata, Jadi Gak Boleh Ada Demo Karena Itu Mengganggu!

Gue sempat meradang ketika ada yang menganggap Bali hanya sebatas itu.
Bahkan gue dianggap gak punya otak ketika membandingkan Bali dengan Jakarta yang sama-sama sering demo.
Oke. Gue memang gak punya otak, goblok, dan apalah bebas kok mau ngomong apa aja tentang gue. Pokoknya kalian yang ngomong itu paling pintar sedunia deh.

Sekarang gue cuma mau nulis beberapa pendapat gue dan mungkin memberikan beberapa pertanyaan yang bisa orang-orang yang menganggap demo itu mengganggu pariwisata di Bali.

Kenapa gue menganggap sama antara Bali dan Jakarta? Karena itu sama-sama bagian dari Indonesia. Udah. Itu aja dulu.
Silakan kalau kalian mau berpendapat seperti ini, “Beda lah! Bali itu Kota Wisata, sedangkan Jakarta itu Ibukota, Kota Bisnis! BEDA JAUH!”
Oke. Sekarang gue tanya, benarkah semua yang datang ke Bali memang hanya untuk wisata? Ataukah memang semua yang datang ke Jakarta itu semuanya hanya untuk berbisnis?
Pertanyaan selanjutnya, apakah Jakarta memang tidak bisa dijadikan sebagai tujuan wisata?
Oh, gue paham. Bali dianggap kota wisata itu karena yang datang ke sana kebanyakan turis asing, dan kalian ingin menghormati mereka! Iya?
Sekarang gue tanya lagi, apakah enggak ada penduduk setempat yang tinggal di sana? Kalian lebih menghormati turis (yang hanya singgah sementara) dibandingkan mereka yang tinggal di sana, sejak lahir ada di sana? Oke. I got your point.

Kalian malas datang ke Bali karena belakangan ini banyak demo? Kalian tahu apa yang mereka perjuangkan? Mereka hanya ingin menyelamatkan tempat tinggal mereka dari kemungkinan bencana demi bencana yang akan terjadi jika tetap dipaksakan ada reklamasi. Itu salah? Itu mengganggu pariwisata setempat?
“Kan bisa tanpa demo untuk menyelesaikan masalah reklamasi itu! Banyak kok masalah yang selesai tanpa harus demo begitu!”
Oke. Gue semakin akui kepintaran kalian. Gue bahkan enggak terpikir sama sekali kalau mereka ujug-ujug langsung melakukan demo begitu saja.
Iya kan? Kalian mikirnya demo itu terjadi langsung? Tanpa ada niat baik dari warga Bali untuk membicarakan semuanya dengan tenang?
Iya. Kayanya memang begitu. Warga Bali kan enggak usah dianggap ya. Kota mereka kan cuma Kota Wisata aja ya buat kalian ya. Oke.

SEANDAINYA, reklamasi di Bali itu tetap dilakukan, kota itu hancur, kalian akan tetap anggap itu sebagai Kota Wisata juga?
Jawab dong! Yang konsisten. Yang nanya orang goblok dan gak punya otak lho. Masa gak bisa jawab?

Kalau lo takut pariwisata di Bali terganggu karena demo, tanpa sadar lo udah menganggap Bali hanya sebatas Kota Wisata, gak peduli dengan yang tinggal dan menetap di sana.
Oh, kalian memang gak peduli dengan hal itu ya? Kan tahunya Bali itu cuma buat wisata aja ya? Oke sorry. Gue yang salah. Tapi gapapa dong, namanya gak punya otak sama sekali, jadi wajar aja kalau gak ada benarnya.

Gue enggak tinggal di Bali. Tapi banyak teman gue yang tinggal di sana. Tapi gak perlu tinggal di sana untuk bisa mengerti apa yang terjadi di Bali kan?
Bebas kok kalau kalian gak suka ada demo di Bali, yang pasti, gue enggak ada masalah kalau mereka melakukan itu. Gue yakin mereka enggak akan selamanya melakukan itu. Gue yakin mereka melakukan itu karena mereka memperjuangkan sesuatu yang tidak didengar ketika mencoba mendiskusikannya dengan baik-baik.

Jangan mendadak setuju sama gue lho. Kalian tetap aja enggak suka di Bali ada demo seperti sebelumnya. Kalau kalian mendadak berubah karena tulisan ini, malu ah, kan gue ini cuma orang goblok dan gak punya otak.

Satu kalimat terakhir dari gue,
Semoga Bali selamat!
Amin.



Copyright 2017. All rights reserved.

Posted August 27, 2014 by Herrommy Dimas Alamsyah in category "Uncategorized

About the Author

just someone who never give up his dreams no matter how many times bad thing happens

Any comments for that?