August 29

Dewanggara Aditama

Aditama.

Gue lupa alasan kenapa gue suka nama itu.

Yang gue ingat betul, nama itu sudah 2x gue pakai untuk hal yang menurut gue penting.

Pertama, ketika gue buat CV untuk mendaftarkan perusahaan gue.

Kedua, ketika gue memutuskan nama itu menjadi nama belakang karakter utama gue yang ada di naskah pertama (yang berkali-kali ditolak oleh penerbit hingga sekarang gue memutuskan untuk kembali menulis ulang ceritanya.)

 

Ketika ada teman yang bertanya soal nama anak untuk anak pertamanya pun gue kembali memilih nama itu sebagai rekomendasi utama.

Aditama sendiri (kalau versi gue) berarti orang pertama yang akan menjadi besar.

Adi: Besar. Tama: diambil dari kata Pertama.

 

Jadilah gue akan tetap pada pendirian gue akan memberi nama Aditama untuk sekian orang yang meminta rekomendasi nama untuk anaknya. Karena gue percaya, bukan cuma perusahaan gue (nanti) dan tokoh utama di novel fiksi gue (yang juga mungkin akan terbit nanti-nanti) yang akan besar, tapi juga anak-anak yang gue percayakan dengan “titipan nama” itu. Insya Allah.

 

Gue sendiri enggak akan pakai nama Aditama kalau Tuhan memberikan kesempatan untuk gue menjadi seorang ayah. Alasannya sederhana, bukan karena gue enggak suka nama itu atau gue enggak mau anak gue jadi orang besar, tapi karena gue mau anak gue menyandang nama Alamsyah sebagai nama akhirnya, sama seperti gue. Gue yakin nama akhir gue masih cocok untuk mereka dan akan membuat mereka menjadi seseorang yang jauh lebih baik dalam segala hal dibanding gue.

 

Sekian dulu deh ceritanya.

Terima kasih untuk kalian yang sudah mau meluangkan waktu membaca tulisan iseng gue yang satu ini.

 

btw, salam kenal dari karakter utama dari cerita fiksi yang sedang gue garap saat ini, Dewanggara Aditama.

Semoga akan segera tiba waktunya buat gue mengenalkan dia dan kisahnya sama kalian.

 

See you!


Tags: , , , ,
Copyright 2017. All rights reserved.

Posted August 29, 2016 by Herrommy Dimas Alamsyah in category "Catatan Kecil

About the Author

just someone who never give up his dreams no matter how many times bad thing happens

Any comments for that?