November 6

Ah… Kamu!

Dekat denganmu, itulah yang selalu aku mau

Meski ketika sudah berhadapan, aku hanya bisa berdiri kaku

Tak mampu mengucap sepatah pun kata

Tubuh sedikit bergetar seperti saat ada di kutub utara

Tapi tetap saja aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk dekat denganmu

 

Selalu melihatmu di setiap waktu, itu juga inginku

Tidak peduli kamu memang benar ada atau hanya ada dalam anganku

Karena tanpa hadirmu pun tetap saja mataku melihatmu

Seperti bayangan yang terasa nyata

Seperti angan karena aku sudah terlalu… cinta?

 

Dan kini…

Pilihan sedang ada dihadapkan padaku

Memilih untuk mendapatkan kesempatan dekat dan selalu melihatmu

Atau…

Sedikit menjauh hanya untuk kebaikan hatiku

 

Ah… kamu!

Ternyata masih terlalu hebat dalam mempengaruhi hidupku

June 21

Know Your Limits

Gue setuju dengan ide untuk selalu melampaui batas ketika ingin melakukan sesuatu.

Karena hal itu sama dengan menantang diri sendiri untuk memberikan yang lebih dari sekadar baik,

memacu diri sendiri untuk lebih berkembang, bahkan bisa membuat kita sadar sebaik apa hasil yang akan didapatkan kita jika mau lebih berusaha.

 

Tapi ada kalanya keinginan itu membutakan diri kita sendiri.

Membuat kita lupa jika tidak semua hal harus selalu berjalan sempurna atau lebih baik dari rencana.

Membuat kita tidak bisa begitu saja menerima ketika semua tidak seperti yang pernah diharapkan.

Membuat kita lebih memilih untuk mengabaikan banyak hal dibanding menganggap “kesalahan” itu  adalah sesuatu yang bisa dijadikan sebagai pelajaran supaya ke depannya tidak lagi terulang.

Cari tahu sebaik apa kemampuanmu dengan selalu sepenuh hati ketika melakukan sesuatu.

Tanpa melupakan jika ada batasan yang tidak harus selalu kamu coba untuk tembus atau langgar hanya untuk menyenangkan diri sendiri.

 

Know your limits. Without decrease your spirit.

June 11

Jangan Terlalu Sok Akrab Saat Ada Panggilan Interview Kerja

Ketika ada tawaran dari orang yang gue kenal untuk mengisi salah satu lowongan kerja yang kebetulan ada di tempat mereka, gue enggak bisa begitu aja semena-mena dan sok akrab karena merasa sudah mengenal si pemberi kerja.
Gue pasti memilih untuk tetap melamar kerja formal seperti ketika gue enggak mengenal siapa-siapa dari perusahaan yang gue kirimkan lamaran pekerjaan.

Apa yang akan gue lakukan ketika gue tahu kontak si pemberi kerja, tapi tidak mengenal yang bersangkutan?
Gue akan menggunakan kalimat formal ketika bertanya mengenai apa pun seputar lamaran pekerjaan itu.
Sekalipun gue bisa whatsapp yang bersangkutan, gue enggak akan ngajak chat seperti ketika gue ngobrol sama teman, gebetan, atau bahkan pacar. Gue pasti menghindari panggilan kayak “Kakak” atau “Saudara”.
Entah ini cuma terjadi dalam pikiran gue atau enggak, gue gak bisa memastikan, tapi hal itu bisa membuat gue berpikir, “Jadi yang ngelamar kerja ini Adik atau saudara gue ya?”

Okay. Itu masih sopan. Tapi ketika sudah melingkupi soal pekerjaan, kita enggak kenal, gak usah pakai kata itu untuk memanggil orang yang mau interview kamu. Akan jauh lebih baik kalau kamu memanggil yang mau interview kamu itu Bapak atau Ibu, jauh lebih formal dalam lingkup pekerjaan. Pengecualian berlaku ketika mereka dengan sengaja meminta untuk menggunakan nama panggilan yang lain karena merasa terlalu muda atau seumuran. Karena itu sah dan norma ketika kita memanggil orang lain yang lebih muda dengan panggilan Bapak atau Ibu di lingkungan kerja, terlebih jika kamu tahu posisi mereka di perusahaan atau tempat itu berbeda levelnya dengan kamu.
Dan jangan salah ya, bahkan ada yang jabatannya sebagai Bos, tapi tetap memanggil karyawan yang level jabatannya ada di bawahnya, yang jauh lebih muda juga, dengan panggilan Bapak atau Ibu.

Biasakan aja lah menempatkan diri dan tahu diri dengan siapa kamu saat ini.
Kamu sedang membutuhkan pekerjaan, ada panggilan dari perusahaan yang mungkin akan memberikanmu pekerjaan, maka bersikaplah profesional. Kalau memang nantinya perusahaan kamu memang berjalan dengan casual, dan para bos atau orang yang jabatannya lebih tinggi dari kamu gak mau dipanggil bapak atau ibu, barulah kamu menyesuaikan dengan panggilan yang mereka mau.
Tapi ingat, selalu tahu diri dengan apa posisimu.

Gue sendiri memutuskan untuk menulis ini karena kemarin pernah dengan sengaja mencantumkan kontak pribadi ketika ingin memanggil calon karyawan, dan kurang lebih seperti itulah yang mereka lakukan.

Jadilah gue merasa harus memberikan tips yang mungkin akan memperbesar peluang mereka mendapatkan pekerjaan yang mereka harapkan. Sekalipun enggak semua perusahaan mencari karyawan seperti kriteria yang gue tetapkan, tapi sepertinya itu masih bisa disesuaikan untuk mereka yang bingung harus melakukan apa ketika ada panggilan interview kerja.
If you want to have a better jobs, at least show them that you’re capable to do it. You can start it from how you should act and know how you should call them.

June 5

Bayar Kartu Kredit via Transfer Bank?

Gue udah terbiasa untuk melakukan pembayaran tagihan kartu kredit melalui menu “pembayaran”, meskipun gue tahu kalau gue pakai bank yang berbeda.

Karena gue cuma tahu itu adalah satu-satunya cara untuk bayar kartu kredit.
Ternyata gue salah.

Kemarin gue tanya ke Call Center CIMB Niaga 14041, kenapa pembayaran gue belum masuk juga?
Ternyata, kalau kita bayar tagihan melalui menu pembayaran untuk bank berbeda itu nanti jadinya kliring, jadi pembayaran baru masuk sekitar 3 hari setelah kita bayarkan.
Lama ya?
Memang.

Tapi ada cara lebih cepat kalau kamu mau bayar tagihan kartu kredit, dan dalam waktu satu hari bisa langsung diproses.
Gimana caranya?
Dengan membayarkan tagihan melalui menu “Transfer ke Bank Lain”, lalu masukkan kode bank, lalu masukkan nomor tagihan dan jumlah yang ingin kita bayarkan.
Kata Call Centernya, itu bisa langsung diproses dalam waktu satu hari.

Gue enggak tahu ya kalau itu berlaku juga untuk bank lain atau enggak, soalnya belum pernah coba juga.

Kalau ada yang ingin share pengalaman bayar tagihan kartu kredit dari bank yang berbeda, silakan di tab comment aja ya.

May 10

kejutan

enggak terlalu banyak yang ingin gue tulis kali ini.

Gue cuma mau bilang,
“Siapa pun kamu, selalulah percaya kepada kebaikan, jangan pernah berhenti berjuang keras untuk sebuah harapan, karena jika sudah waktunya, kamu pasti akan menemukan jalan.”

mungkin hal itu terasa seperti motivasi yang klise, atau bahkan remeh.
tapi tidak semua orang berkesempatan untuk selalu mendapatkan hal besar dengan usaha seadanya. bisa jadi kamu adalah salah satu orang yang harus berjuang lebih keras dari yang lainnya, tidak terlalu cepat mengalami perubahan baik seperti yang lainnya, atau bahkan harus berulang kali jatuh dan terinjak ketika memperjuangkannya…
tapi itu tidak berarti jika kamu tidak layak mendapatkan kebaikan seperti yang kamu harapkan.

selalulah ingat jika kebaikan tidak pernah datang di waktu yang salah. karena mungkin saja yang kita anggap baik untuk kita, yang kita inginkan namun tidak bisa kita dapatkan, memang bukan hal yang baik untuk kita. karena, kadang, hanya waktu yang bisa menyadarkan dan membuat kita ingin menertawakan apa yang pernah kita lakukan.

May 1

Review TV Series Drama Korea: Oh My Ghostess

Dari ketidaksengajaan karena melihat ada foto Oppa cakep di timeline Twitter, akhirnya gue tahu itu dari serial apa.
Oh My Ghostess.
Setelah mencoba meluangkan waktu, akhirnya gue memaksakan diri untuk menikmati serial drama korea yang satu ini (setelah sebelumnya sudah nonton Goblin).

Episode pilot dari serial ini, entah kenapa, udah lebih dari cukup untuk membuat gue yakin harus banget gue nonton serial ini sampai selesai.
Memang banyak pertanyaan yang belum terjawab di beberapa episode awal, dan itu lebih dari cukup untuk buat penasaran.
Kenapa si hantu (Shin Soon Ae) meninggal? Sebenarnya dia itu siapa?
Lalu kenapa Na Bong Sun ngeselinnya separah itu?
Terus kenapa Chef Kang Sun Woo itu ngegemesin banget, charming banget, bahkan dia diam aja tanpa perlu ngomong apa-apa, termasuk tanpa buka baju, udah cukup nunjukin seberapa seksinya dia?
Hal lain yang buat gue suka adalah karakternya enggak nunjukin perubahan yang drastis begitu aja, setiap prosesnya ditunjukin, bahkan, sebelum serial TV ini berakhir, beberapa latar belakang karakter utamanya dijelaskan satu per satu.
Terlepas dari cakepnya Kang Sun Woo, gue juga suka karakternya dia yang selalu mencoba untuk menutupi kekurangan dengan membanggakan dirinya sendiri. Tapi jatuhnya tuh bukan narsis bikin najis, tapi malah bikin gemes setengah mati.
Lalu perubahan Na Bong Sun dari yang selalu minder, menutup diri, bahkan rajin banget minta maaf, sampai akhirnya punya kepercayaan diri sebegitu tinggi, prosesnya itu kelihatan dan bisa dipercaya. It’s possible to happens in real life.
AH! Shin Soon Ae, si hantu juga lucu. Berawal dari keyakinannya jika alasan dia belum bisa meninggalkan dunia karena dia masih perawan, hingga dia harus menemukan “man of vitality” untuk membuatnya tidak perawan lagi, bahkan ngejar-ngejar dan terus menggoda cowok itu… semuanya itu menggemaskan, dan ngeselin.
YA SIAPA COBA YANG GAK KESEL KALAU CHEF LUCU KANG SUN WOO DIPELUK-PELUK DAN DIGREPE-GREPE MULU KAYAK GITU?!

Salah satu pesan yang gue dapat dari serial ini:
“Gak peduli seberapa berat hidup yang kamu alami di masa lalu, itu tidak berarti hal itu tidak akan terlewati. Karena yang akan terjadi di masa depan itu kamu sendiri yang menentukan.”
April 26

Movie Review: Max Steel (2016)

Sepertinya gue pernah nonton trailernya, dan pernah berpikir (juga berkomentar) kalau film ini pasti bakalan mirip sama Tron Legacy. Mengingat “kostum”nya, gue memang langsung teringat dengan Tron. Terlebih dengan lampu yang ada di kostum itu, putih dan merah. Persis seperti yang ada di  film Tron Legacy.

Gue juga pernah berpikir ini akan jadi film sejenis Power Ranger, di mana nanti karakter utamanya berubah lalu mendadak berkostum.Tapi karena dia sendirian aja, mungkin namanya Power Ranger Alone  atau Alone Power Ranger? Ranger Dengan Tenaga Kesendirian. Ranger Jomblo. Pas juga sih. Soalnya karakter utama di film ini memang jomblo yang sudah terbiasa dengan kesendirian, karena cuma punya ibu, dan mereka terlalu sering pindah dari satu kota ke kota lain.


 

Kalau biasanya ketika nonton film sejenis ini, di mana ada yang berkostum keren kayak Power Rangers, Tron Legacy, atau The Avengers dkk kayak gitu gue pasti melek terus sepanjang film karena terlalu bahagia menanti seperti apa si jagoan akan beraksi, ketika nonton Max Steel ini, gue lumayan ngantuk.

Entah karena gue belum tidur, atau gue udah terlalu lama enggak ditidurin, yang pasti gue enggak terlalu bersemangat seperti biasanya. Mungkin juga itu karena karakter utamanya, Max, enggak seperti mereka yang biasa buat gue betah ngelihat dan maksain diri buat melek terus. Bisa jadi.

 

Max Steel ini bercerita tentang cowok yang balik lagi ke tempat kelahirannya setelah sekian belas tahun pindah-pindah enggak menentu. Tempat di mana ayah Max meninggal karena kecelakaan di salah satu laboratorium yang dikelola olehnya.

Kembalinya Max ke kota itu memicu bangunnya Steel, salah satu robot alien yang berisiknya minta ampun. Ketika Max masih belum tahu mengenai apa yang sebenarnya dia mampu lakukan, Max menganggap berbagai kejadian hanyalah sebuah keanehan. Sampai akhirnya, dia bertemu dengan Steel, yang sedikit demi sedikit memberitahukan apa saja yang mungkin dilakukan Max dengan kekuatannya itu.

Kenapa Steel memberikan informasi soal kekuatan Max sedikit demi sedikit? Jelas aja supaya durasi lebih panjang. #eh

Steel ngasih tahu informasi secara terbatas karena memang ingatan dia juga belum sepenuhnya pulih. Jadi Steel cuma bisa mengandalkan cuplikan demi cuplikan memori yang datang seiring waktu. Karena semakin lama dia dekat dengan Max, semakin dia sadar jika ada benih-benih asmara tumbuh di antara keduanya. #astaga #kokgini

 

Terlepas dari jalan cerita yang sepertinya terlalu dipaksakan untuk menjadi misteri dan kejutan, padahal ya udah hampir bisa ditebak kalau memperhatikan cerita baik-baik dari awal, film ini masih lumayan bisa diterima meskipun endingnya hanya seperti itu saja, dan cerita puncaknya juga cuma kayak gitu doang.

April 24

Hati-Hati dengan Panggilan Telepon Berawalan +375

Kemarin gue dapat panggilan dari +37526250592. Enggak gue angkat sih karena gue juga baru sadar beberapa jam kemudian kalau ada panggilan itu. WKWKWKWKK.

Kalau masih nomor lokal, biasanya gue langsung SMS dulu sebelum telepon balik dan cari tahu itu dari siapa, dan ada keperluan apa sampai telepon gue. Meskipun enggak jarang hal itu berakhir dengan gue mengetahui itu adalah nomor sales telemarketing yang menawarkan pinjaman tanpa bunga (katanya sih), atau sales telemarketing asuransi, atau nomor handphone abang ojek online yang kemarin abis antar gue ke mana gitu, bahkan pernah juga ketika gue kontak ternyata itu adalah nomor mantan gue (this is serious).

Awalnya, gue coba cek nomor berawalan +37 itu dari Negara mana. Dan ternyata itu adalah Germany (Jerman). Mengingat gue enggak pernah ada hubungan dengan orang sana, atau mungkin juga pernah tapi gue lupa (ini bisa terjadi), gue coba ganti keyword pencarian menjadi +375.

Di bagian atas hasil pencarian Google, ada penjelasan kalau +375 ini adalah nomor dari Belarus. Sebelum gue semakin bingung siapakah itu dari Belarus yang nelepon gue, gue coba search terus. Sampai akhirnya gue menemukan beberapa berita kalau nomor berawalan +375 ini adalah nomor yang berbahaya. Nomor yang kalau kita telepon balik (katanya), bisa nyedot pulsa banyak, bahkan bisa juga untuk mengambil data pribadi kita, sampai membobol isi rekening kita (KATANYA LHO YA!).

Nomor +375 ini sendiri dikenal sebagai nomor yang digunakan para hacker. Gue sendiri belum tahu, bahkan enggak yakin, kalau bermodalkan nomor handphone saja (dalam hal ini kartu SIM-nya) sudah cukup untuk melakukan banyak hal kepada kita.

Tapi enggak ada salah yang salah dengan waspada ya.

 

Yang pasti, sekarang kalau ada panggilan tidak terjawab dari nomor yang tidak dikenal, gue akan membiasakan diri untuk menghindari langsung menelepon balik nomor yang bersangkutan, tapi cari informasi dulu di Google kali-kali aja nomor itu termasuk nomor berbahaya atau nomor yang biasa digunakan untuk penipuan.

 

So, buat kamu yang dapat panggilan telepon dengan awalan +375, berhati-hatilah! Kalau kamu yakin gak ada saudara atau kerabat atau kenalanmu yang tinggal di sana, atau sedang berlibur ke sana, mungkin memang lebih baik kamu abaikan saja panggilan itu.

April 23

Berpetualang Mencari Pokemon di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid

Setelah sekian lama main Pokemon Go hanya di sekitaran Jakarta, Bogor, dan Depok, kemarin terlintas di pikiran gue kira-kira Pokemon macam apa aja ya yang banyak tersebar di luar negeri?

Gue lumayan bosan gitu dengan terlalu banyaknya Pidgey, Rattata, Spinarak, Krabby, Evee, Psyduck, dan pokemon sejenisnya yang gue dapatkan. Tapi karena terlalu banyak Pokeball dan tidak ada pilihan lain untuk menambah stardust selain menangkap pokemon-pokemon itu, ya mau enggak mau akhirnya gue tetap tangkap pokemon sejuta umat itu.

 

Sampai akhirnya, gue memutuskan untuk mencoba mencari Pokemon di luar Indonesia. Penasaran aja gitu kira-kira bakal ada Pokemon jenis apa aja di sana. WKWKWKK.

 

Tempat pertama yang gue putuskan untuk kunjungi adalah Estadio Santiago Bernabeu, Madrid. Gue mau tahu apakah mungkin di sana bakal ada Pokemon yang jago main bola kayak Cristiano Ronaldo, atau justru bakal ada pokemon yang ngasih gue stardust sekaligus banyak karena mereka di sana terlalu kaya.

Dugaan gue ternyata benar.

Di sekitaran Stadion Santiago Bernabeu, ada banyak banget Pokemon liar yang lumayan jarang gue temui di Jakarta/Depok/Bogor.

Berikut beberapa Pokemon yang lumayan banyak gue temui di Madrid:

  • HOUNDOUR

Pokemon berbentuk anjing. Tipe dark and fire. Salah satu pokemon yang paling ganteng dan memiliki profesi sampingan sebagai Sheriff di serial TV Teenwolf.

Iya. Kalau di Teenwolf, namanya Hellhound.

Pokemon yang bertubuh agak gelap dan berasal dari neraka. Mungkin itulah kenapa dia memiliki tipe “dark”, and “fire”.

ya Allah maafkan gue kok jadi rasis gitu ya. (._.)

  • SNUBBULL

Pokemon tipe fairy yang satu ini belum pernah gue temui ketika masih di Indonesia. Pokemon yang lucunya mengingatkan gue akan bentuk muka seseorang ketika foto mukanya tersebar di social media.

Mulai dari mulutnya yang sama-sama besar, padahal kalau sengaja ngelawan pasti dia bakal mudah dikalahkan. Persis banget lah pokoknya.

  • Mankey


Pokemon berbentuk monyet yang kalau udah evolusi dan besar jadi makin suka ninju.

Nah, persis nih kayak dia juga. Karena udah merasa besar, jadi suka dan merasa berhak ngehajar siapa aja yang dia suka. #eh

 

Sebenarnya masih ada banyak pokemon lain yang lumayan susah ditemui di Indonesia, tapi mudah didapatkan di Madrid. Cuma karena gue belum terlalu lama menjelajah, gue belum bisa ngasih informasi terlalu banyak lagi.

 

Ditambah lagi, gue udah ketahuan sama server Pokemon kalau gue pakai fake GPS. WKWKWKKWKKK.

 

Seperti apa sih ciri-ciri kalau kita udah ketahuan pakai Fake GPS sama server Pokemon Go?

  1. Kalau kita udah dekat Poke Stop, lalu kita coba spin, tapi enggak keluar item apa-apa, berarti kita udah ketahuan.
  2. Kalau kita lagi mau dapetin Pokemon baru yang Combat Power (CP)-nya kecil, lalu kita udah kasihin Pinap Berry dan coba tangkap pakai Ultra Ball, tapi selalu gagal. Lalu Pokemon selalu kabur, setelah kita gagal di lemparan pertama. Nah berarti itu juga karena kita udah “ditandai” sama server Pokemon Go.

 

Sejauh ini sih gue baru tahu itu doang tanda-tanda kita udah ketahuan pakai fake GPS, kalau mau menambahkan, silakan isi aja di tab comment ya.

Terus kalau udah ketahuan gitu, daripada coba maksain diri mainan Pokemon Go lagi di posisi asli kita berada, mending tunggu sekian jam kemudian baru main lagi. Ya, sama kayak kalau kita lagi berantem sama pacar aja lah. Biarin dulu aja servernya sampai dia gak ngambek lagi karena abis kita “tipu”. Biasanya cukup beberapa jam, nanti dia udah balik lagi nerima kita dan ngebiarin kita mainan lagi kok. WKWKKWKKK.

 

Dan untuk kamu yang penasaran harus pakai aplikasi apa biar bisa mainan Pokemon Go dan jalan ke mana-mana padahal aslinya kamu lagi gegoleran manja di kasur aja, kamu cari tahu sendiri aja. Soalnya gue gak mau ngasih tahu. WKWKWKKK.

Yang pasti, aplikasi Fake GPS yang gue pakai itu gratis, dan ada di Google Playstore. Dari sekian banyak aplikasi Fake GPS yang gue pakai, baru yang satu ini soalnya yang “tembus” dan belum diblokir sama server Pokemon Go, kalau yang lainnya kebanyakan udah diblokir semua. HAHAHAHA.

 

Ya udah.

Intinya cuma mau cerita soal itu aja.

Next time gue lanjut lagi soal petualangan gue cari Pokemon di…

 

Ya udahlah pokoknya tunggu aja tulisan gue berikutnya!

April 21

Movie Review: I Fine… Thank You Love You (2014)

Poster I Fine..Thank You Love You (I Fai Thank You Love You)

Pendapat ini mungkin saja karena gue belum terlalu banyak menonton film Thailand, tapi gue tetap mau bilang kalau film I FINE THANK YOU I LOVE YOU adalah salah satu film komedi romantis yang keren banget.

Udah pada tahu ya? Ya udah gapapa. Gue baru nonton filmnya kemarin dan akan ngasih review seperti biasa di blog ini.


Film ini mengisahkan tentang Pleng, guru les bahasa inggris, yang dimintai tolong oleh Kaya, salah satu muridnya yang berasal dari Jepang, yang kebetulan diterima bekerja di Amerika setelah ikut les bahasa inggris. Dengan bayaran tas Luis Vuitton, Pleng menerima tawaran untuk membantu Kaya putus dari pacar Thailand-nya yang bernama Yim (atau Gym ya?).

Awalnya, tidak ada masalah apa-apa. Termasuk ketika Pleng mencoba untuk menjelaskan pesan terakhir Kaya kepada Gym, yang intinya ingin hubungannya berakhir.

Tidak terima diputusin begitu aja, Gym akhirnya mengancam Pleng untuk mengajarinya bahasa inggris supaya dia bisa pergi bekerja di Amerika dan menyusul Kaya. Karena berada di bawah tekanan, akhirnya Pleng mau tidak mau harus bersedia mengajarkan bahasa inggris kepada Gym secara private.

Dengan sisa waktu 2 bulan sebelum perusahaannya mengirimkan orang baru ke Amerika, Gym mencoba belajar serius supaya berhasil lulus tes dan berangkat ke Amerika, juga berhasil mendapatkan Kaya kembali. Padahal, Kaya sudah tidak terlalu peduli dengan Gym, bahkan berharap Gym tidak akan berhasil berangkat ke Amerika.

Di saat kedekatannya dengan Gym karena les private, ada satu murid Pleng yang menyukai Pleng. Cakep, lucu, kaya, bahkan sengaja mengikuti les hanya untuk bisa bertemu dan mengenal Pleng.

Awalnya, Pleng mengira jika yang dirinya inginkan adalah muridnya itu. Sampai akhirnya Pleng menyadari apa yang sebenarnya dia inginkan.

 

Terlepas dari beberapa adegan menjijikkan dan mengganggu (buat gue sih gitu) yang mungkin buat orang lain adalah adegan lucu, gue suka dengan keseluruhan ceritanya.

Ditambah lagi, Gym itu cakepnya SUBHANALLAH banget yaaa. Wkwkwkwk.

 

Dan gue juga suka sama musik penutup film ini. Keren. HAHAHAHA.

Gym