Skip to content

Herrommy Dimas Alamsyah's Journal Posts

kejutan

enggak terlalu banyak yang ingin gue tulis kali ini.

Gue cuma mau bilang,
“Siapa pun kamu, selalulah percaya kepada kebaikan, jangan pernah berhenti berjuang keras untuk sebuah harapan, karena jika sudah waktunya, kamu pasti akan menemukan jalan.”

mungkin hal itu terasa seperti motivasi yang klise, atau bahkan remeh.
tapi tidak semua orang berkesempatan untuk selalu mendapatkan hal besar dengan usaha seadanya. bisa jadi kamu adalah salah satu orang yang harus berjuang lebih keras dari yang lainnya, tidak terlalu cepat mengalami perubahan baik seperti yang lainnya, atau bahkan harus berulang kali jatuh dan terinjak ketika memperjuangkannya…
tapi itu tidak berarti jika kamu tidak layak mendapatkan kebaikan seperti yang kamu harapkan.

selalulah ingat jika kebaikan tidak pernah datang di waktu yang salah. karena mungkin saja yang kita anggap baik untuk kita, yang kita inginkan namun tidak bisa kita dapatkan, memang bukan hal yang baik untuk kita. karena, kadang, hanya waktu yang bisa menyadarkan dan membuat kita ingin menertawakan apa yang pernah kita lakukan.

Leave a Comment

Review TV Series Drama Korea: Oh My Ghostess

Dari ketidaksengajaan karena melihat ada foto Oppa cakep di timeline Twitter, akhirnya gue tahu itu dari serial apa.
Oh My Ghostess.
Setelah mencoba meluangkan waktu, akhirnya gue memaksakan diri untuk menikmati serial drama korea yang satu ini (setelah sebelumnya sudah nonton Goblin).

Episode pilot dari serial ini, entah kenapa, udah lebih dari cukup untuk membuat gue yakin harus banget gue nonton serial ini sampai selesai.
Memang banyak pertanyaan yang belum terjawab di beberapa episode awal, dan itu lebih dari cukup untuk buat penasaran.
Kenapa si hantu (Shin Soon Ae) meninggal? Sebenarnya dia itu siapa?
Lalu kenapa Na Bong Sun ngeselinnya separah itu?
Terus kenapa Chef Kang Sun Woo itu ngegemesin banget, charming banget, bahkan dia diam aja tanpa perlu ngomong apa-apa, termasuk tanpa buka baju, udah cukup nunjukin seberapa seksinya dia?
Hal lain yang buat gue suka adalah karakternya enggak nunjukin perubahan yang drastis begitu aja, setiap prosesnya ditunjukin, bahkan, sebelum serial TV ini berakhir, beberapa latar belakang karakter utamanya dijelaskan satu per satu.
Terlepas dari cakepnya Kang Sun Woo, gue juga suka karakternya dia yang selalu mencoba untuk menutupi kekurangan dengan membanggakan dirinya sendiri. Tapi jatuhnya tuh bukan narsis bikin najis, tapi malah bikin gemes setengah mati.
Lalu perubahan Na Bong Sun dari yang selalu minder, menutup diri, bahkan rajin banget minta maaf, sampai akhirnya punya kepercayaan diri sebegitu tinggi, prosesnya itu kelihatan dan bisa dipercaya. It’s possible to happens in real life.
AH! Shin Soon Ae, si hantu juga lucu. Berawal dari keyakinannya jika alasan dia belum bisa meninggalkan dunia karena dia masih perawan, hingga dia harus menemukan “man of vitality” untuk membuatnya tidak perawan lagi, bahkan ngejar-ngejar dan terus menggoda cowok itu… semuanya itu menggemaskan, dan ngeselin.
YA SIAPA COBA YANG GAK KESEL KALAU CHEF LUCU KANG SUN WOO DIPELUK-PELUK DAN DIGREPE-GREPE MULU KAYAK GITU?!

Salah satu pesan yang gue dapat dari serial ini:
“Gak peduli seberapa berat hidup yang kamu alami di masa lalu, itu tidak berarti hal itu tidak akan terlewati. Karena yang akan terjadi di masa depan itu kamu sendiri yang menentukan.”
Leave a Comment

Movie Review: Max Steel (2016)

Sepertinya gue pernah nonton trailernya, dan pernah berpikir (juga berkomentar) kalau film ini pasti bakalan mirip sama Tron Legacy. Mengingat “kostum”nya, gue memang langsung teringat dengan Tron. Terlebih dengan lampu yang ada di kostum itu, putih dan merah. Persis seperti yang ada di  film Tron Legacy.

Gue juga pernah berpikir ini akan jadi film sejenis Power Ranger, di mana nanti karakter utamanya berubah lalu mendadak berkostum.Tapi karena dia sendirian aja, mungkin namanya Power Ranger Alone  atau Alone Power Ranger? Ranger Dengan Tenaga Kesendirian. Ranger Jomblo. Pas juga sih. Soalnya karakter utama di film ini memang jomblo yang sudah terbiasa dengan kesendirian, karena cuma punya ibu, dan mereka terlalu sering pindah dari satu kota ke kota lain.


 

Kalau biasanya ketika nonton film sejenis ini, di mana ada yang berkostum keren kayak Power Rangers, Tron Legacy, atau The Avengers dkk kayak gitu gue pasti melek terus sepanjang film karena terlalu bahagia menanti seperti apa si jagoan akan beraksi, ketika nonton Max Steel ini, gue lumayan ngantuk.

Entah karena gue belum tidur, atau gue udah terlalu lama enggak ditidurin, yang pasti gue enggak terlalu bersemangat seperti biasanya. Mungkin juga itu karena karakter utamanya, Max, enggak seperti mereka yang biasa buat gue betah ngelihat dan maksain diri buat melek terus. Bisa jadi.

 

Max Steel ini bercerita tentang cowok yang balik lagi ke tempat kelahirannya setelah sekian belas tahun pindah-pindah enggak menentu. Tempat di mana ayah Max meninggal karena kecelakaan di salah satu laboratorium yang dikelola olehnya.

Kembalinya Max ke kota itu memicu bangunnya Steel, salah satu robot alien yang berisiknya minta ampun. Ketika Max masih belum tahu mengenai apa yang sebenarnya dia mampu lakukan, Max menganggap berbagai kejadian hanyalah sebuah keanehan. Sampai akhirnya, dia bertemu dengan Steel, yang sedikit demi sedikit memberitahukan apa saja yang mungkin dilakukan Max dengan kekuatannya itu.

Kenapa Steel memberikan informasi soal kekuatan Max sedikit demi sedikit? Jelas aja supaya durasi lebih panjang. #eh

Steel ngasih tahu informasi secara terbatas karena memang ingatan dia juga belum sepenuhnya pulih. Jadi Steel cuma bisa mengandalkan cuplikan demi cuplikan memori yang datang seiring waktu. Karena semakin lama dia dekat dengan Max, semakin dia sadar jika ada benih-benih asmara tumbuh di antara keduanya. #astaga #kokgini

 

Terlepas dari jalan cerita yang sepertinya terlalu dipaksakan untuk menjadi misteri dan kejutan, padahal ya udah hampir bisa ditebak kalau memperhatikan cerita baik-baik dari awal, film ini masih lumayan bisa diterima meskipun endingnya hanya seperti itu saja, dan cerita puncaknya juga cuma kayak gitu doang.

Leave a Comment

Hati-Hati dengan Panggilan Telepon Berawalan +375

Kemarin gue dapat panggilan dari +37526250592. Enggak gue angkat sih karena gue juga baru sadar beberapa jam kemudian kalau ada panggilan itu. WKWKWKWKK.

Kalau masih nomor lokal, biasanya gue langsung SMS dulu sebelum telepon balik dan cari tahu itu dari siapa, dan ada keperluan apa sampai telepon gue. Meskipun enggak jarang hal itu berakhir dengan gue mengetahui itu adalah nomor sales telemarketing yang menawarkan pinjaman tanpa bunga (katanya sih), atau sales telemarketing asuransi, atau nomor handphone abang ojek online yang kemarin abis antar gue ke mana gitu, bahkan pernah juga ketika gue kontak ternyata itu adalah nomor mantan gue (this is serious).

Awalnya, gue coba cek nomor berawalan +37 itu dari Negara mana. Dan ternyata itu adalah Germany (Jerman). Mengingat gue enggak pernah ada hubungan dengan orang sana, atau mungkin juga pernah tapi gue lupa (ini bisa terjadi), gue coba ganti keyword pencarian menjadi +375.

Di bagian atas hasil pencarian Google, ada penjelasan kalau +375 ini adalah nomor dari Belarus. Sebelum gue semakin bingung siapakah itu dari Belarus yang nelepon gue, gue coba search terus. Sampai akhirnya gue menemukan beberapa berita kalau nomor berawalan +375 ini adalah nomor yang berbahaya. Nomor yang kalau kita telepon balik (katanya), bisa nyedot pulsa banyak, bahkan bisa juga untuk mengambil data pribadi kita, sampai membobol isi rekening kita (KATANYA LHO YA!).

Nomor +375 ini sendiri dikenal sebagai nomor yang digunakan para hacker. Gue sendiri belum tahu, bahkan enggak yakin, kalau bermodalkan nomor handphone saja (dalam hal ini kartu SIM-nya) sudah cukup untuk melakukan banyak hal kepada kita.

Tapi enggak ada salah yang salah dengan waspada ya.

 

Yang pasti, sekarang kalau ada panggilan tidak terjawab dari nomor yang tidak dikenal, gue akan membiasakan diri untuk menghindari langsung menelepon balik nomor yang bersangkutan, tapi cari informasi dulu di Google kali-kali aja nomor itu termasuk nomor berbahaya atau nomor yang biasa digunakan untuk penipuan.

 

So, buat kamu yang dapat panggilan telepon dengan awalan +375, berhati-hatilah! Kalau kamu yakin gak ada saudara atau kerabat atau kenalanmu yang tinggal di sana, atau sedang berlibur ke sana, mungkin memang lebih baik kamu abaikan saja panggilan itu.

Leave a Comment

Berpetualang Mencari Pokemon di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid

Setelah sekian lama main Pokemon Go hanya di sekitaran Jakarta, Bogor, dan Depok, kemarin terlintas di pikiran gue kira-kira Pokemon macam apa aja ya yang banyak tersebar di luar negeri?

Gue lumayan bosan gitu dengan terlalu banyaknya Pidgey, Rattata, Spinarak, Krabby, Evee, Psyduck, dan pokemon sejenisnya yang gue dapatkan. Tapi karena terlalu banyak Pokeball dan tidak ada pilihan lain untuk menambah stardust selain menangkap pokemon-pokemon itu, ya mau enggak mau akhirnya gue tetap tangkap pokemon sejuta umat itu.

 

Sampai akhirnya, gue memutuskan untuk mencoba mencari Pokemon di luar Indonesia. Penasaran aja gitu kira-kira bakal ada Pokemon jenis apa aja di sana. WKWKWKK.

 

Tempat pertama yang gue putuskan untuk kunjungi adalah Estadio Santiago Bernabeu, Madrid. Gue mau tahu apakah mungkin di sana bakal ada Pokemon yang jago main bola kayak Cristiano Ronaldo, atau justru bakal ada pokemon yang ngasih gue stardust sekaligus banyak karena mereka di sana terlalu kaya.

Dugaan gue ternyata benar.

Di sekitaran Stadion Santiago Bernabeu, ada banyak banget Pokemon liar yang lumayan jarang gue temui di Jakarta/Depok/Bogor.

Berikut beberapa Pokemon yang lumayan banyak gue temui di Madrid:

  • HOUNDOUR

Pokemon berbentuk anjing. Tipe dark and fire. Salah satu pokemon yang paling ganteng dan memiliki profesi sampingan sebagai Sheriff di serial TV Teenwolf.

Iya. Kalau di Teenwolf, namanya Hellhound.

Pokemon yang bertubuh agak gelap dan berasal dari neraka. Mungkin itulah kenapa dia memiliki tipe “dark”, and “fire”.

ya Allah maafkan gue kok jadi rasis gitu ya. (._.)

  • SNUBBULL

Pokemon tipe fairy yang satu ini belum pernah gue temui ketika masih di Indonesia. Pokemon yang lucunya mengingatkan gue akan bentuk muka seseorang ketika foto mukanya tersebar di social media.

Mulai dari mulutnya yang sama-sama besar, padahal kalau sengaja ngelawan pasti dia bakal mudah dikalahkan. Persis banget lah pokoknya.

  • Mankey


Pokemon berbentuk monyet yang kalau udah evolusi dan besar jadi makin suka ninju.

Nah, persis nih kayak dia juga. Karena udah merasa besar, jadi suka dan merasa berhak ngehajar siapa aja yang dia suka. #eh

 

Sebenarnya masih ada banyak pokemon lain yang lumayan susah ditemui di Indonesia, tapi mudah didapatkan di Madrid. Cuma karena gue belum terlalu lama menjelajah, gue belum bisa ngasih informasi terlalu banyak lagi.

 

Ditambah lagi, gue udah ketahuan sama server Pokemon kalau gue pakai fake GPS. WKWKWKKWKKK.

 

Seperti apa sih ciri-ciri kalau kita udah ketahuan pakai Fake GPS sama server Pokemon Go?

  1. Kalau kita udah dekat Poke Stop, lalu kita coba spin, tapi enggak keluar item apa-apa, berarti kita udah ketahuan.
  2. Kalau kita lagi mau dapetin Pokemon baru yang Combat Power (CP)-nya kecil, lalu kita udah kasihin Pinap Berry dan coba tangkap pakai Ultra Ball, tapi selalu gagal. Lalu Pokemon selalu kabur, setelah kita gagal di lemparan pertama. Nah berarti itu juga karena kita udah “ditandai” sama server Pokemon Go.

 

Sejauh ini sih gue baru tahu itu doang tanda-tanda kita udah ketahuan pakai fake GPS, kalau mau menambahkan, silakan isi aja di tab comment ya.

Terus kalau udah ketahuan gitu, daripada coba maksain diri mainan Pokemon Go lagi di posisi asli kita berada, mending tunggu sekian jam kemudian baru main lagi. Ya, sama kayak kalau kita lagi berantem sama pacar aja lah. Biarin dulu aja servernya sampai dia gak ngambek lagi karena abis kita “tipu”. Biasanya cukup beberapa jam, nanti dia udah balik lagi nerima kita dan ngebiarin kita mainan lagi kok. WKWKKWKKK.

 

Dan untuk kamu yang penasaran harus pakai aplikasi apa biar bisa mainan Pokemon Go dan jalan ke mana-mana padahal aslinya kamu lagi gegoleran manja di kasur aja, kamu cari tahu sendiri aja. Soalnya gue gak mau ngasih tahu. WKWKWKKK.

Yang pasti, aplikasi Fake GPS yang gue pakai itu gratis, dan ada di Google Playstore. Dari sekian banyak aplikasi Fake GPS yang gue pakai, baru yang satu ini soalnya yang “tembus” dan belum diblokir sama server Pokemon Go, kalau yang lainnya kebanyakan udah diblokir semua. HAHAHAHA.

 

Ya udah.

Intinya cuma mau cerita soal itu aja.

Next time gue lanjut lagi soal petualangan gue cari Pokemon di…

 

Ya udahlah pokoknya tunggu aja tulisan gue berikutnya!

Leave a Comment

Movie Review: I Fine… Thank You Love You (2014)

Poster I Fine..Thank You Love You (I Fai Thank You Love You)

Pendapat ini mungkin saja karena gue belum terlalu banyak menonton film Thailand, tapi gue tetap mau bilang kalau film I FINE THANK YOU I LOVE YOU adalah salah satu film komedi romantis yang keren banget.

Udah pada tahu ya? Ya udah gapapa. Gue baru nonton filmnya kemarin dan akan ngasih review seperti biasa di blog ini.


Film ini mengisahkan tentang Pleng, guru les bahasa inggris, yang dimintai tolong oleh Kaya, salah satu muridnya yang berasal dari Jepang, yang kebetulan diterima bekerja di Amerika setelah ikut les bahasa inggris. Dengan bayaran tas Luis Vuitton, Pleng menerima tawaran untuk membantu Kaya putus dari pacar Thailand-nya yang bernama Yim (atau Gym ya?).

Awalnya, tidak ada masalah apa-apa. Termasuk ketika Pleng mencoba untuk menjelaskan pesan terakhir Kaya kepada Gym, yang intinya ingin hubungannya berakhir.

Tidak terima diputusin begitu aja, Gym akhirnya mengancam Pleng untuk mengajarinya bahasa inggris supaya dia bisa pergi bekerja di Amerika dan menyusul Kaya. Karena berada di bawah tekanan, akhirnya Pleng mau tidak mau harus bersedia mengajarkan bahasa inggris kepada Gym secara private.

Dengan sisa waktu 2 bulan sebelum perusahaannya mengirimkan orang baru ke Amerika, Gym mencoba belajar serius supaya berhasil lulus tes dan berangkat ke Amerika, juga berhasil mendapatkan Kaya kembali. Padahal, Kaya sudah tidak terlalu peduli dengan Gym, bahkan berharap Gym tidak akan berhasil berangkat ke Amerika.

Di saat kedekatannya dengan Gym karena les private, ada satu murid Pleng yang menyukai Pleng. Cakep, lucu, kaya, bahkan sengaja mengikuti les hanya untuk bisa bertemu dan mengenal Pleng.

Awalnya, Pleng mengira jika yang dirinya inginkan adalah muridnya itu. Sampai akhirnya Pleng menyadari apa yang sebenarnya dia inginkan.

 

Terlepas dari beberapa adegan menjijikkan dan mengganggu (buat gue sih gitu) yang mungkin buat orang lain adalah adegan lucu, gue suka dengan keseluruhan ceritanya.

Ditambah lagi, Gym itu cakepnya SUBHANALLAH banget yaaa. Wkwkwkwk.

 

Dan gue juga suka sama musik penutup film ini. Keren. HAHAHAHA.

Gym
Leave a Comment

Gara-Gara Menolak Ajakan Selfie, Netizen BANGSAT Kompak Menjadikan Dian Sastro Bahan Bully

foto ini sepertinya dari salah satu scene film GANGSTER (?)

 

Sepertinya, masih banyak orang yang beranggapan kalau artis itu harus memenuhi semua ekspektasi fans/penggemar. Jadilah ketika ada hal yang tidak diharapkan penggemar dilakukan oleh artis idolanya, mereka akan memutuskan untuk berhenti mengidolakan, dan mulai rajin mencibir setiap hal yang dilakukannya.

Seperti yang terjadi kepada Dian Sastrowardoyo. Keputusannya untuk menolak ajakan selfie dengan menepis tangan penggemar, membuatnya menerima banyak hujatan dan kritikan, bahkan tidak sedikit dari mereka mengancam tidak akan menonton film Kartini yang sedang tayang di bioskop saat ini, yang kebetulan diperankan oleh dirinya.
Hanung Bramantyo berinisiatif untuk meminta maaf atas nama Dian Sastro yang berperan dalam filmnya, tapi netijen bangsat masih menganggap hal itu kurang karena bukan Dian Sastro sendiri yang melakukan.
Gue menyayangkan sikap Hanung untuk meminta maaf seperti itu. Karena buat gue, hal itu hanya memunculkan perasaan “menang” di hati para netijen bodoh itu, jika yang mereka lakukan itu memang benar, bahkan sama sekali tidak menyalahi aturan.
Meskipun memang tidak ada pilihan lain yang lebih baik untuk dilakukan, mengingat Hanung (tentu saja) harus menyelamatkan filmnya dari ancaman sepi penonton karena ada banyak yang menganggap Dian Sastro in real life, tidak seperti sosok Kartini yang dia perankan, (dan katanya sih) yang selama ini netijen-netijen idolakan.
Yang gue bingung, apa iya ketika seorang aktor mendapatkan peran krusial (yang menggambarkan karakter seseorang) itu berarti dia harus selalu seperti itu juga di kehidupan nyata? Lalu bagaimana cara seorang aktor yang sudah memainkan banyak sekali peran untuk menerapkan kehidupan berbagai karakter itu dalam kehidupan nyata?

Kebodohan netijen berlanjut ketika Dian Sastro memberikan klarifikasi terhadap apa yang isinya:
“Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang . Tiada mendendam, itulah bahagia.” – R.A. Kartini.
Ini adalah kutipan dari Raden Ajeng Kartini yang sangat menginspirasi saya saat ini.
Penggemar.
Adalah elemen penting bagi karir saya, karena merekalah yang ikut menghidupkan industri film. Tanpa penonton, tanpa penggemar, saya dan kami semua dalam dunia film tak akan ada artinya.
Berfoto bersama.
Dian Sastro adalah sama seperti perempuan-perempuan lainnya.
Saya berusaha membagi waktu antara bekerja dan menjalani peran saya sebagai pribadi, istri, dan ibu anak-anak saya. Saat bekerja, saya mencoba total sebagai figur public, termasuk melayani permintaan foto. Sedangkan saat menjalani kehidupan pribadi, terutama saat bersama anak dan suami, saya pun mencoba mencurahkan perhatian saya sepenuhnya untuk mereka.
Saya pun melihat situasi, kalau memang saya sedang santai dan ada waktu, saya akan melayani permintaan foto.
Terkadang bila ada penggemar yang karena begitu bersemangat, sehingga lupa membedakan saya sedang bekerja atau sedang mengasuh anak-anak saya, dan minta foto ketika saya sedang bersama keluarga saya, maaf bila terpaksa saya tolak dengan sopan.
Saya paham itu risiko sebagai pekerja seni, tetapi saya juga mencoba sebisa saya mempunyai kehidupan pribadi, berkomitmen pada peran saya sebagai ibu dan seorang istri.
Mengenai insiden tempo hari, sejujurnya itu hal yang tidak disengaja. Ada seseorang dari belakang saya yang tiba-tiba memagang badan saya, dan karena saya kaget serta reflex, saya menepis dan menghindar. Saya tidak bermaksud tidak ramah atau tidak sopan. Memang video tersebut kemudian saya hapus agar tidak menimbulkan kesan yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya terjadi.
Saya dapat memahami semua respon dan bahwa di dunia social media ini benar adanya bahwa kita tidak bisa mengontrol apa yang orang pikirkan atas apa yang terjadi. Apa yang bisa kita buat hanyalah bagaimana meresponnya di waktu yang tepat dan dengan cara yang baik.
Terima kasih buat semuanya.
Saya menerima semua kritik & dukungan dengan lapang dada.

 

Sudah memberikan klarifikasi tentang seberapa Dian Sastro hanya mencoba untuk membatasi kehidupan pribadi di mana dia tidak sedang bekerja pun, masih ada saja netijen tolol yang memberikan komentar seolah Dian Sastro memang melakukan kesalahan besar hingga perlu melakukan klarifikasi serta meminta maaf.

 

Beberapa komentar yang sempat gue baca di http://instagram.com/therealdisastr :
“Padahal gue ngefans banget sama doi. Paket lengkap dy, udah cantik, pinter, kaya, sukses, apalagi yaa. Kirain juga ramah. Jadi ilfeel lah liat nya. Iya padahal itu lg kerja kan, bkn ngasuh anak, hahaha”
“minta maaf aja susah, minta maaf dong dian, jgn so gengsiiiii, mas hanung aja mnta maaf sbgai sutradara, nah ini anak buah nya ko gede gengsi.”
“jadi males nonton kartini artisny jijikan.”
“dian katro.”
“KECEWA!! Saya pikir dian sastro itu figure wanita Indonesia yg anggun baik cantik menghargai orng lain. Tapi tidak, ternyata khidupan aslinya kelihatan begitu angkuhnya dan sangat berbeda apa yg ditampilkan d publik slama ini. Sprit sangat jijik mlhat orang yg pdahal sngt mencinttainya. Apapun aasannya, wlupun tdk lg bekerja tpi attitude itu no.1.”
“Sama ky raisa, masih mending inces klo.ktmu.”
“Kok ga ada kata maaf nya yah?namanya artis resiko donk klo ada fans, di foto khan ga nyampe 5 menit mba,klo lg sm klrga gam au diganggu fans ksh pengumuman aja biar fans dan org2 pd ngerti.”

Itu adalah beberapa komentar yang masuk di comment post IG Dian Sastro saat dia memberikan klarifikasi. Intinya, ada terlalu banyak dari mereka yang ingin Dian Sastro meminta maaf karena menganggap itu tidak mencerminkan apa yang seharusnya ditunjukkan publik figur. (?)
Gue enggak tahu, ada berapa orang dari mereka yang memang mengerti seperti apa rasanya ketika yang namanya privasi sudah terlalu diusik. Bahkan, gue lebih yakin mereka memang tidak mengerti sama sekali kalau ada artis yang bukan hanya totalitas ketika sedang “bekerja”, tapi berusaha sebisa mungkin juga untuk tetap memiliki kehidupan pribadi yang tidak semua orang bisa masuki.
Gue tahu itu adalah risiko sebagai publik figur jika dia dikenal oleh banyak orang, atau bahkan dikagumi oleh banyak orang. Tapi gue enggak bisa membenarkan mereka yang menganggap sebagai artis, dia harus menuruti keinginan fans yang ingin mengabadikan momen bersamanya. Gue bahkan enggak akan bisa menerima sekalipun alasan penggemar itu karena dia ingin pamer karena pernah foto dengan artis, jika itu sampai harus melanggar yang namanya privasi atau batasan yang udah dibuat si artis.
Gue mencoba paham kalau enggak ada di antara mereka yang memang mengerti rasanya menjadi publik figur, atau pernah dekat dengan publik figur. Karena mereka lebih suka menganggap apa yang mereka inginkan dari idolanya adalah salah satu kewajiban yang tidak boleh diabaikan.
WHO THE HELL THEY THINK THEY ARE?
Damn it.

Sejak kapan fans punya kuasa penuh untuk menentukan hidup artis idolanya?
Sejak kapan fans memiliki hak untuk mengatur idolanya sesuka hati melakukan apa saja yang mereka mau?
Siapa yang membudayakan kebiasaan fans menjadi sebangsat dan sebajingan itu sampai merasa sah jika harus melanggar privasi orang lain (sekalipun dia berprofesi sebagai artis)?

Terlepas dari semuanya, terlepas dari apa penilaian kalian mengenai Dian Sastro, gue cuma mau bilang kalau apa yang dia lakukan saat ini, buat gue sendiri, sama sekali enggak salah. Jadi memang Dian Sastro gak perlu minta maaf sama sekali.

Dan mengenai film Kartini, kalau kalian semua enggak mau nonton karena merasa Dian Sastro in real life enggak seperti Kartini yang sedang dia perankan dan enggak memenuhi harapan kalian akan Dian Sastro, it’s all your choice. One thing for sure, it’s your loss too if you don’t watch the movie because of that. At least I knew what kind of people you are.

 

 

(*note: postingan klarifikasi Dian Sastro dan komentar yang gue rangkum di sini kata-katanya insya Allah sesuai dengan yang ada di aslinya. Gue gak edit sama sekali. Alasan kenapa gue gak mau menyertakan username yang memberi komentar semata karena gue enggak mau memberikan panggung kepada mereka yang dengan sengaja dan dengan bangga menyebarkan kebodohan.)

Sekian.

Leave a Comment

Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua, Gue Pilih Anies – Sandi.


Iya.

Gue mau menegaskan kalau yang akan jadi pilihan gue di Pilkada DKI Putaran 2 tanggal 19 April 2017 ini adalah Anies – Sandi.

 

 

Mungkin gue akan lantang buat ngomong kayak gitu kalau gue dapat brief di mana ada keharusan gue mendukung salah satu pasangan calon, tapi sayangnya gue belum mau dibayar untuk masalah politik (gak ada yang mau bayar juga tepatnya wkwkwkwkk). Tapi gue bersyukur, karena hal itu bisa membuat gue bebas berpendapat mengenai siapa yang harus jadi pilihan gue, tanpa harus repot memberikan penjelasan panjang lebar atau menghilang dari peredaran social media karena ada bully dan tekanan dari pendukung fanatik salah satu pasangan calon.

Seandainya satu-satunya pilihan yang ada di Pilkada DKI Jakarta Putaran 2 tahun 2017 ini adalah Anies – Sandi, mungkin gue akan memilih mereka. Sumpah. Karena gak ada pilihan lain, apa lagi coba yang harus dipilih? Mau golput, rugi. Nanti gak dapat jajan diskon pas mampir ke mall. WKWKWKWKKWKK.

Tapi sayangnya, ada pilihan selain mereka, masih ada Ahok – Djarot yang bisa untuk dijadikan sebagai pilihan utama. Kenapa gue sebut pilihan utama? Gampang aja lah. Selama sekian tahun tinggal di Jakarta, gue baru merasakan perubahan yang sangat berarti ketika masa (Jokowi dan) Ahok ini. Sebelumnya ya mau siapa aja yang jadi Gubernur, tetap aja DKI Jakarta cuma bisa pasrah ketika ada banjir dan sekian banyak masalah lainnya.

Jujur aja ya. Gue lumayan sirik lho sama orang yang berKTP DKI Jakarta. Mereka berkesempatan untuk memiliki Gubernur seperti Ahok, yang selalu berusaha untuk mencari solusi secepat mungkin apa pun itu masalahnya tanpa peduli dengan banyak hal lain. Gue punya Gubernur dengan nama panggilan “AH” juga, tapi kalau ada masalah lebih suka menyalahkan warga dan meminta warga untuk pasrah berdoa kepada Allah. Iya, gubernur gue, AH yang bukan Ahok, lebih suka menyerahkan semua hal seolah itu memang sudah harus terjadi, tanpa ada sedikit pun mencoba untuk mencari solusi dari setiap masalahnya. Padahal sama-sama Gubernur. SAD BINGGOW YESS!

 

Balik lagi bahas Jakarta.

Ahok kalau ngomong kasar? Gak tahu sopan santun? Mungkin. Tapi buat gue, selama semua itu beralasan, selama semua itu bertujuan untuk kebaikan, maka itu bukan masalah yang harus dibesar-besarkan. Gue bahkan lebih mendukung Ahok tetap menjadi dirinya sendiri seperti sekarang, paling enggak, itu udah menunjukkan kalau dia enggak perlu baik sama mereka yang enggak baik, Ahok enggak perlu menjadi sok baik hanya untuk membuat orang lain menjadi simpatik, bahkan Ahok gak perlu menjilat banyak kalangan hanya untuk menunjukkan seberapa dirinya ingin berpihak kepada rakyat.

Memang banyak hal yang bisa menunjukkan Ahok enggak adil sama rakyat kecil. Bahkan, bisa dibilang penggusuran sana-sini itu dilakukan hanya karena Ahok tidak peduli sama rakyat kecil.

Gak salah sih kalau berpendapat kayak gitu.

Cuma, yang jadi masalah adalah, apa iya Ahok kayak gitu hanya karena ingin memenangkan ego dia sendiri karena sedang berkuasa? Setahu gue ya, memang harus ada yang dikorbankan kalau memang menginginkan sebuah perubahan.

Jakarta mau mengurangi banjir di semua titik rawan banjir? Harus ada yang dikorbankan. Gak mungkin dengan terus membiarkan Jakarta seperti sebelum-sebelumnya di mana di bantaran kali aja ada banyak rumah dan kebanyakan dari mereka buang sampahnya sembarangan. Ada yang salah dari pendapat barusan?

Setahu gue, hampir semua hal yang dilakukan oleh Ahok itu untuk perubahan baik Jakarta. Terlepas dari kontroversi dan pemutarbalikan fakta atau banyak hal lainnya, gue masih lebih percaya kalau bukan Ahok yang jadi Gubernur, mungkin Jakarta enggak akan seperti sekarang.

Terlepas dari Pilkada DKI Jakarta yang rusuh gila, kamu yang tinggal di Jakarta mungkin bisa mengakui kalau saat ini Jakarta sedang ada di tahap pembangunan terbaik. Di mana semua rencana bukan hanya menjadi sebatas wacana, tapi juga menjadi sesuatu yang memang bisa diharapkan untuk menjadi nyata.

 

Singkatnya, gue cuma mau bilang ini aja.

“Warga Jakarta, kalian sudah dapat Gubernur yang mau bekerja sedemikian baiknya. Apa perlu kalian mengganti pemimpin kalian sekarang juga? Kalian masih mau bereksperimen dan coba-coba?”

“Mungkin Anies – Sandi memang mampu memberikan banyak janji yang terlihat sangat merakyat, tapi apa bukti kalau pemimpin kalian saat ini sudah sangat merakyat masih kurang hingga kalian tidak lagi memberikannya kesempatan untuk melanjutkan dia memimpin Jakarta?”

 

Gue pilih Anies – Sandi di Pilkada DKI Jakarta 2017, seandainya bukan Ahok – Djarot yang menjadi lawannya.

 

Gue pilih Ahok – Djarot.

Leave a Comment

#ZodiakHerrommy 10-16 April 2017

Tidak ada salahnya kalau kamu mau mencoba melakukan sesuatu dengan cara atau pendekatan yang berbeda dari biasanya, #Aries. Selama kamu merasa itu masih nyaman untuk dilakukan, tidak akan ada masalah.
Memiliki inisiatif dan mencoba selangkah lebih baik dari dirimu yang biasanya itu baik, #Taurus. Tapi pastikan saja kamu sudah memikirkan semuanya baik-baik. Perubahan hanya terjadi kalau kamu siap dengan risiko yang akan kamu dapatkan.
Buat dirimu lebih berani, #Gemini. Mungkin awalnya tidak terasa mudah, tapi itu bukan berarti kamu tidak akan bisa melakukannya. Kalau memang merasa jenuh dengan keadaan, mungkin kamu bisa mulai membiasakan diri melihat dari sisi lain yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Tidak selalu masalah baru yang akan kamu dapatkan kalau kamu mencoba melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan.
Jangan terlalu memikirkan hal yang sebenarnya sangat remeh, #Cancer. Kamu bisa lebih kuat dan lebih baik dalam menyikapi keadaan seperti ini. Perbanyak keyakinan dalam dirimu kalau memang semua hal tidak terjadi sesuai rencana, itu tidak berarti tidak akan ada hal baik lainnya yang akan datang.
Cari tahu dulu apa yang sebenarnya kamu butuhkan saat ini sebelum melakukan sesuatu, #Leo. Setelahnya, kamu bisa membangung kepercayaan dirimu jika kamu mampu melakukan semuanya dengan baik. Yang pasti, sesibuk apa pun kamu, jangan pernah lupa untuk memberikan waktu bersantai dan beristirahat (sejenak) kepada diri sendiri.
Jangan terlalu kepikiran dengan apa yang terjadi, #Virgo. Lebih baik kamu fokus melakukan hal lain daripada memikirkan sesuatu yang tidak memberikanmu keuntungan atau kebaikan apa-apa. Ada banyak hal yang jauh lebih penting dan lebih baik jika mendapatkan perhatianmu.
Jangan memaksakan diri untuk mengambil keputusan dalam waktu cepat kalau kamu tahu itu tidak akan mungkin berakhir dengan baik, #Libra. Sekalipun kamu ingin mengubah banyak kebiasaan burukmu, tapi itu tidak berarti kamu akan berhasil melakukannya dalam satu waktu. Kamu memang harus berani mengambil risiko, tapi kamu tidak harus melakukan hal bodoh.
Tetap fokus pada apa yang sedang kamu kerjakan meskipun ada banyak hal yang berkemungkinan menjadi distraksi, #Scorpio. Jangan biarkan semua yang kamu usahakan menjadi sia-sia karena kamu tidak mampu menahan diri dan memilih untuk terbawa keadaan.
Jangan terlalu memaksakan supaya semua berjalan sesuai dengan keinginanmu, #Sagittarius. Biarkan semua berjalan seperti seharusnya, karena hal itu tidak selalu berakhir buruk. Membiarkan yang terjadi berbeda dengan apa yang kamu harapkan bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untukmu saat ini.
Daripada terus berdiam diri tapi banyak pikiran, lebih baik kamu melakukan sesuatu, #Capricorn. Mungkin saja apa yang kamu lakukan bisa membuatmu merasa lebih baik dan bisa membawa perubahan seperti yang kamu harapkan.
Banyak hal menyenangkan bisa terjadi kalau kamu tidak terlalu banyak pikiran, #Aquarius. Mungkin memang tidak terlalu mudah untuk melakukan itu, tapi kalau kamu mencoba memberikan kesempatan untuk dirimu sendiri lebih santai dan tidak terlalu tertekan, mungkin kamu akan merasa jauh lebih baik lagi.
Godaan itu hanya ada kalau kamu merasa tergoda, #Pisces. Dan kamu sebenarnya memiliki pilihan dan alasan untuk menentukan hal yang lebih baik daripada tergoda melakukan sesuatu yang kamu sendiri tidak terlalu yakin jika itu memang baik untukmu.
Leave a Comment

Review Film Indonesia: Di Balik 98 (atau ‘Dibalik 98’ ya?)

Gue cuma tahu kalau di film ini akan ada demo dan kerusuhan. Seperti apa yang selama ini orang-orang katakan mengenai apa yang terjadi di Jakarta pada bulan Mei 1998.
Iya, gue enggak tahu apa yang terjadi saat itu, dan gue enggak mengerti sama sekali kondisi Indonesia saat itu bagaimana. Selain karena gue masih berumur kurang dari 10 tahun, gue juga enggak ada di Jakarta. Dan entah karena di umur segitu gue enggak mau nonton TV, atau terlalu banyak main dingdong di bioskop sebelah rumah, intinya gue gak tahu apa-apa soal peristiwa 1998.
Awalnya, gue kesal melihat film ini. Mungkin karena gue memang gak suka dengan demo atau keramaian, melihat apa yang dilakukan sama Chelsea Islan dan Boy William di film ini buat gue ikut emosi luar dalam.
Tapi seiring gue memaksakan diri untuk mengikuti film ini sampai dengan ceritanya berakhir, dengan gambaran yang beberapa teman pernah ceritakan soal kerusuhan Mei 1998, gue bisa bilang kalau film ini sangat bagus dari segi cerita.
Gue enggak mau berkomentar apa-apa soal tokoh politik yang ada di film ini dan memang ada di realita. Tapi karakter lain, gue enggak tahu itu fiksi atau bukan, yang ada di film ini, lebih dari cukup untuk membangun cerita dan membuat film ini tidak hanya membahas mengenai demo dan kerusuhan 1998 saja.
Salah satu pesan yang gue tangkap dari film Di Balik 98 ini adalah perjuangan kita untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik masih belum selesai. Perjalanan masih panjang, dan semuanya tidak boleh berhenti di kita.
Overall, terlepas dari lebih ramainya pembahasan penulisan judul (ketika film ini masih tayang di bioskop) antara Dibalik 98 dan Di Balik 98 manakah yang lebih benar menurut KBBI, film ini cukup untuk memberikan sedikit gambaran mengenai salah satu waktu bersejarah di Indonesia yang tidak mau diketahui oleh banyak generasi muda.
Leave a Comment
%d bloggers like this: